
Tersisa dua hari menuju weekend.
Acara pesta kejutan ulang tahun Seilena Lime kekasih pertama Rexa sudah di depan mata.
Persiapan sudah hampir rampung tapi melihat tingkah Rexa yang selalu gelisah dan lebih gampang emosi membuat orang terdekat nya merasa aneh.
"Rexa kenapa sih dari malem sampe sekarang sibuk sama hp nya." Kata Malvin pada Samuel.
"Tau dia kayak lagi nelponin orang Mulu tapi gak ada jawaban." Jawab Samuel.
"Seilena?" Tanya Malvin.
"Kayaknya bukan deh soalnya malem gue gak sengaja denger mereka sempet telponan dan kayak biasanya." Jawab Samuel.
"Tapi pas Seilena tutup telpon si Rexa sibuk lagi sama hp nya sambil marah sampe dia lempar tuh botol anggur." Jelas Samuel sembari menunjuk ke arah pecahan botol yang masih berserakan.
"Acara weekend ini udah aman kan?" Tanya Malvin memastikan.
"Yang gue tau aman-aman aja gak ada kendala malah kata pihak hotel si owner mau ngasih kado buat Seilena." Jelas Samuel.
Sejak melihat Akira di mall bersama seorang laki-laki tua Rexa terus mencoba menghubungi Akira untuk meminta penjelasan namun sayang selalu tidak mendapat jawaban.
Pesan yang dikirim nya tidak ada satupun yang dibalas oleh Akira.
Rexa semakin overthingking membayangkan seperti kedekatan antara Akira dan laki-laki yang di lihat saat di mall.
Sementara Akira yang sudah memutuskan akan mengakhiri hubungan dengan Rexa memilih untuk meninggalkan barang-barang pribadi nya yang berhubungan dengan Rexa di apartment.
Dan Akira sendiri memilih untuk tinggal di rumah utama keluarga Rudolf.
Jadi pantas saja tidak ada satu pun telpon dan pesan Rexa yang di respon oleh Akira.
"Gue pergi dulu." Pamit Rexa singkat.
"Tuh bocah kenapa sih gak jelas banget." Seru Malvin.
Samuel mengangkat kedua pundaknya memberi isyarat tidak tahu.
__ADS_1
Rexa yang tidak mengatakan apapun langsung mengemudikan mobil menuju suatu tempat.
Dan tempat itu adalah apartment Akira.
Dalam pikiran Rexa saat ini ada bayangan jika Akira sedang bercumbu dengan laki-laki lain.
Lebih kalut lagi selama dua tahun berpacaran tidak pernah sekalipun Akira mau melakukan hal yang melebihi batas normal dalam hubungan pacaran.
Tak
Tak
Tak
Tak
Rexa tanpa pikir panjang langsung bergegas memasuki kawasan apartment biasanya Akira tinggal.
Saat tiba di depan pintu apartemen Rexa langsung menekan bell dan mencoba membuka kode kunci dengan kode yang biasa dirinya gunakan.
Tapi kode itu tidak membantu nya untuk mengakses apartement Akira.
"Mas Rexa?"
Rexa yang sudah sangat frustasi kembali mendapat sedikit celah untuk bisa terhubung dengan Akira.
Yaitu pembantu yang selalu membersihkan apartment Akira.
"Bibi?"
"Bibi tau dimana Zea sekarang?"
Si pelayan terdiam mengatur dirinya untuk tidak salah bicara.
"Mbak Zea sedang ada urusan keluarga."
"Apakah sepenting itu urusan keluarga nya sampe-sampe dia gak bisa angkat telepon dari saya, Bi!?" Kata Rexa kesal.
__ADS_1
Pelayan itu bungkam sejenak mengingat jika ponsel lain milik Akira sengaja di tinggal di apartment nya.
"Ya namanya juga urusan keluarga ya pasti penting lah, Mas Rexa ini ada-ada aja."
Penting banget!!
Non Akira sekarang kan udah mulai masuk ke lingkaran bisnis Tuan Besar.
"Bibi bisa akses apartment Zea?" Tanya Rexa lagi.
Deg
Si pelayan diam.
Kode akses apartment ini kan udah di ganti sama Non Akira dan udah pesen gak boleh kasih tau siapa-siapa.
"Umm beberapa hari kemarin bisa tapi untuk sekarang belum saya coba."
"Tadi saya coba akses malah di tolak gak bisa, kayaknya udah di ganti."
"Mungkin iya udah di ganti." Jawab si pelayan singkat.
"Terus Bibi ngapain kesini? kan gak bisa akses apartment ini."
Aduhhhhh
"Ya kan saya belum tau bisa akses atau enggak lagian ini emang jadwal nya saya beres-beres." Jawab si pelayan mencari alasan.
Aduuh hampir aja, Untung neh isi kepala lagi encer jadi cepet jawabnya.
Lagian bisa-bisanya jadiin majikan gue selingkuhan, kalo aja situ tau siapa majikan gue udah pasti gak mau macem-macem.
Udahlah Nona Muda gak pantes sama cowok kayak model ginian !!
Di tempat lain Akira bersama Jackson tengah melakukan meeting dengan salah satu klien penting RG.
Meskipun Akira jarang ikut meeting seperti ini tapi dirinya selalu meluangkan waktu untuk sedikit nya mempelajari setiap berkas kerjasama milik Jackson.
__ADS_1
Jadi tidak heran jika saat ini Akira cukup paham dengan isi dari meeting hari ini.