Cinta Sederhana Orang Kaya

Cinta Sederhana Orang Kaya
Tipu muslihat


__ADS_3

Apartment Akira


"Miss you, sayang."


Rexa Axelen artis tampan dengan sejuta pesona tengah bergelayut manja pada Akira.


Rencana awal yang akan menghabiskan malam dengan makan malam di restoran favorit mereka dibatalkan.


Akira yang sedang di landa ragu merasa akan sia-sia menghabiskan malam di luar yang mana nantinya tempat itu akan kosong tidak ada pengunjung lain.


"Kenapa kamu tidak mau makan malam di restoran favorit kita, sayang?" Tanya Rexa masih memeluk Akira.


"Aku sedang ingin menghabiskan waktu bersama mu di sini, sayang." Jawab Akira tersenyum menutupi keresahan dalam hatinya.


"Bukankah kamu sudah lama tidak kemari." Sambung Akira.


Rexa sangat leluasa keluar masuk apartment Akira karena sebelumnya Akira mengatakan jika pihak keamanan disana sangat menjaga privasi pemilik dan tamu yang datang.


Padahal kenyataannya Akira lah pemilik saham disana.


Untuk mengatur seperti apa sistem yang diinginkan nya tidak akan sulit.


Andai saja Rexa tahu siapa kekasih nya itu, apa mungkin dia akan segera meminta bertemu dengan orang tua Akira.


"Ya kamu benar, aku sudah cukup lama tidak kemari menghabiskan waktu bersama mu." Ucap Rexa menggoda Akira.


"Wangi parfum mu masih sama selalu membuat ku candu dan tidak ingin jauh denganmu." Ucap Rexa lagi.


"Rexa,," Panggil Akira pelan.


"Hmmm,,"


"Ayah ingin aku mengajak mu untuk makan malam bersama nya,,"


"Aku masih banyak pekerjaan, sayang."


"Kamu manager ku dan kamu tahu betul seperti apa padatnya aktivitas ku sekarang ini."


"Jadi kamu tolong beri pengertianlah pada kedua orang tua mu agar tidak terus menerus meminta ku untuk bertemu dengan mereka.


Deg


"Banyak pekerjaan yang lebih penting yang masih harus aku urus, Ze."


Deg


Hah? kamu orang sibuk. sesibuk apa sampai kamu gak bisa luangin waktu sebentar aja buat ketemu orang tua ku.


Bahkan Ayah ku yang memiliki banyak sekali pekerjaan melebihi dirimu dia bisa meluangkan waktu hanya untuk bertemu dengan mu.

__ADS_1


Akira yang sudah sangat kesal melepaskan pelukan Rexa dengan kasar.


Dan satu detik kemudian dirinya menatap dalam mata Rexa yang sangat jelas tidak ada rasa bersalah sedikitpun.


"Ini sudah kesekian kalinya Ayah ku meminta bertemu dengan mu, Rexa"


"Apa kamu lupa jika aku adalah manager mu yang mengatur semua agenda mu jadi jika alasan mu kamu sangat sibuk dengan pekerjaan mu maka aku akan mengatur kembali semuanya."


"2 tahun kita pacaran dan belum pernah sekali aja kamu mau bertemu dengan orang tua ku."


Rexa diam lalu menarik nafas dalam-dalam.


"Sorry sayang," Ucap Rexa memeluk Akira.


"Secepatnya kita ketemu orang tua kamu,"


"Aku lupa kalo kamu itu manager aku, karena selama ini aku selalu menganggap mu sebagai kekasih ku bukan sebagai manager ku." Kata Rexa mengusap lembut rambut Akira.


Akira yang sempat kesal akhirnya bisa kembali luluh dan mulai membalas pelukan Rexa.


"Sekali saja temui orang tua." Ucap Akira lirih.


"Iya Sayang."


Perlakuan lembut Rexa sangat mudah sekali membuat Akira luluh.


Karena sosok Akira lah Rexa dan beberapa artis bisa naik dan memiliki job yang terus menerus.


Jika Rexa sampai membuat Akira marah dan memutuskan untuk pergi atau mengakhiri hubungan maka semua yang sudah di bangun oleh Rexa pasti akan hancur.


"Kamu atur saja kapan waktu yang tepat untuk aku bertemu dengan orang tua mu." Kata Rexa memegang pipi Akira menatap penuh kasih lalu mendaratkan kecupan manis di kening Akira.


"Kamu serius kan gak akan buat alesan nantinya?" Tanya Akira memastikan.


Rexa tersenyum. "Enggaklah."


Sangat senang..


Mungkin kata itu yang saat ini ingin Akira ungkapkan.


Setelah 2 tahun tidak mendapat kata iya dari sang kekasih akhirnya hari ini dirinya mendapatkan nya.


Rumah Rudolf Family


Jackson dan Letica yang sedang bersantai di ruang keluarga sambil mengobrol santai tiba-tiba saja menerima telepon dari Akira.


Sesaat Jackson menatap Letica sebelum akhirnya menjawab telepon dari Akira.


"Akira, Bun." Kata Jackson singkat.

__ADS_1


"Apa mungkin semuanya udah beres, Yah?" Tanya Letica.


"Mungkin bisa jadi iya, coba kamu hubungin orang itu pastiin semua berjalan sesuai yang kita minta." Kata Jackson.


Letica memanggil seorang pelayan untuk mengambilkan ponsel nya yang tertinggal di kamar.


Sementara Jackson menjawab telepon dari putri kesayangannya.


"Halo dengan Jackson Rudolf, ada yang bisa di bantu."


"Progres resort saya yang di Bali sudah berapa persen, bisa tolong bantu untuk di cek."


"Resort? tumben banget kamu nanyain progres resort yang di Bali, ada apa?"


"Gini loh, Yah. pacar aku udah mau ketemu sama Ayah sama Bunda nah rencananya aku mau ajak dia pas acara peresmian resort nanti."


"Ya sekalian aku mau di tau siapa aku dan siapa keluarga aku, gimana Yah setuju gak?"


Jackson diam mendengarkan penjelasan mengenai rencana Akira.


Sedangkan Letica yang duduk di samping Jackson memberi isyarat jika rencana yang dibahas tidak sesuai rencana.


"Gimana, Yah?"


"Oh itu rencana yang terdengar bagus, Sayang."


"Ayah sama Bunda setuju-setuju aja."


"Masalah progres resort udah hampir selesai ya kira-kira sudah 85%."


"Tapi bukannya dia jadwalnya cukup padat ya, Nak?" Kata Letica.


"Aduhh Bunda gimana sih lupa ya kan aku manager nya jadi itu bisa aku atur lagi nantinya."


Letica memandang Jackson sambil menggelengkan kepalanya.


Rencana pertama mereka tidak berhasil.


"Ya udah nanti aku kabarin lagi ya Bunda, selamat beristirahat."


"Selamat malam sayang."


Letica menggeleng frustasi.


"Akira bukan orang yang gampang percaya, Ayah."


"Dia harus melihat langsung atau ada bukti bukan sebatas omongan aja."


"Sabar kita atur lagi rencananya."

__ADS_1


__ADS_2