Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
Praktik lapangan


__ADS_3

Setelah libur panjang lebaran saatnya mengikuti kegiatan belajar mengajar di kampus. Siang itu ada pemberitahuan bahwa mahasiswa semester 5 akan mengikuti praktik lapangan di rumah sakit umum daerah. Mahasiswa di kenakan biaya satu juta tujuh ratus lima puluh ribu.


Mereka mencari kos yang jaraknya dekat dengan rumah sakit.


Dina,ira dan shinta merasa beruntung karena mereka bisa satu rumah sakit. Mereka berangkat diantar busa kampus menuju rumah sakit. ada dua dosen yang melakukan penyerahan mahasiswa pratik kepada pihak rumah sakit.


Setelah di adakan apel pagi dari pihak rumah sakit dan mahasiswa yang praktik. Mereka mulai di bagi di ruang praktik masing-masing. Mahasiswa bidan mendapat ruang bersalin, ruang nifas,ruang bayi dan ruang anak. Sedangkan untuk perawat mendapatkan poli perawatan ( poli umum,poli dalam,poli tht,poli gigi dan poli kandungan juga dan lain-lain) ruang dewasa, ruang anak ,dan icu (intensive care unit)


kadang juga mahasiswa setelah melalui ujian dengan dokter jaga bisa mengikuti di ruang ok(kamar operasi). Hari ini najwa mendapat ruang nifas. Ruang nifas isinya pasien yang habis melahirkan kadang juga ada pasien yang habis operasi kuretase(abortus/keguguran yang tidak bisa di selamatkan misal kasus Bo (blighted ovum/hamil kosong yaitu hamil yang tidak ada embrionya) atau perdarahan atau kadang hamil molahidatidosa(hamil anggur) dan lain-lain.


Diruang nifas ada dua jenis persalinan normal atau operasi caesar. tentu dua jenis perawatan pasca melahirkan sangatlah berbeda. Untuk ibu pasca melahirkan normal kita tetap melakukan pengawasan tanda-tanda vital, perdarahannya, kontraksi uterus/rahimnya, asi sudah keluar apa belum.


untuk pasien pasca operasi caesar tentu perawatannya berbeda kita harus memberikan tambahan perawatan suntikan yang berisi antibiotik, anti nyeri,vitamin dan lain-lain.


Malam itu dina jaga malam hanya berdua dengan seorang cowok. Setelah datang mereka menyiapkan obat dan suntikan buat tengah malam nanti. karena dina melamun merindukan faishal tak terasa waktu membuka ampul obat tangan dina terluka.


"au..astagfirullah." kata dina.

__ADS_1


"kenapa din." tanya agus.


"ini tanganku terluka kena pecahan ampul." ucap dina yang jempolnya terluka dan darahnya menetes kelantai.


"ini kasa tekan dulu jarimu biar darahnya berhenti." ucap agus sambil membersihkan tetesan darah yang ada di lantai.


"Makasih ya gus." kata dina.


"Sama-sama din kita kan temen harus saling menolong jawab agus."


"Bu, infusnya pasien bu noni habis." kata suami bu noni yang di maksud adalah botol cairan infus saatnya di ganti.


"Baik pak".nanti saya ganti jawab dina sambil melihat Rekam medis bu noni cairan apa yang di perlukan.


Sesudah mengganti botol cairan infusnya bu noni dina kembali ke meja kerja. Sedangkan agus malah pindah tidur di gudang pojok karena dia merasa ngantuk sekali. Di gudang terdapat kasur bisa buat alas tidur. kalau dina tidur di kursi dengan tangan dan badannya di sandarkan pada meja.


Sepanjang malam hanya dina yang terus mondar-mandir mengganti botol cairan infus atau kadang membetulkan selang infus yang macet. Kadang dia juga dibangun kan pasien karena pasien tidak bisa membedong anaknya. Sedangkan si agus tidur nyenyak di gudang pojok tanpa gangguan.

__ADS_1


Keesokan harinya agus di marahin mbak resti bidan yang tugas di bangsal nifas. Ternyata tadi malam mbak resti memperhatikan kerja mereka berdua. hanya dina yang mondar-mandir diruang pasien. sedangkan agus tidak terlihat batang hidungnya.


"gus, kenapa kamu tadi malam tidak membantu dina ke ruang pasien yang membutuhkan bantuanmu?" tanya mbak resti.


"sa..saya ketiduran di gudang pojok mbak." jawab agus gelagapan.


"masyaallah gus, bisa-bisanya kamu tidur nyenyak tapi temenmu dina kerja sendiri tadi malam. apa kamu gak malu seorang cowok membicarakan seorang cewek kerja sendiri sepanjang malam!" tegas mbak bidan resti.


"Maafkan saya mbak saya salah."kata agus dengan wajah memelas.


"Baiklah untuk kali ini saya maafkan dan tidak saya adukan ke kepala ruang nifas." kata mbak resti.


"Terimakasih mbak. saya janji tidak akan mengulanginya lagi." ucap agus.


Sepulang dinas malam dina mampir ke kantin rumah sakit.Di kantin banyak sekali makanan di sediakan dari rames, nasi goreng, aneka gorengan,jus, salad buah dan lain-lain.


Dina sekalian membeli sarapan karena hanya dia nanti yang kembali ke kost. sedangkan temen yang laiinya sudah berangkat ke rumah sakit karena mendapatkan jaga pagi.

__ADS_1


__ADS_2