Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
Poli dalam


__ADS_3

Saking banyaknya pasien di poli dalam mahasiswa kebidananpun disuruh membantu mahasiswa perawat yang praktik di rumah sakit daerah. Dari pagi hingga siang hari pasien bisa nyampai 100 pasien bahkan lebih. Tugas mereka yang pertama adalah mengecek tanda-tanda vital seperti tekanan darah dan suhu badan.


Ira hari ini menemani mbak wati mahasiswa perawat yang sama-sama di tugaskan di poli dalam. Karena pagi ini kali pertamanya ira tugas di poli dalam. ira tanya tugas apa saja yang di lakukan di poli dalam kepada wati.


"mbak wati di poli dalam tugasnya ngapain ya?" tanya ira.


"Di poli dalam kita mengecek tekanan darah dan suhu badan pasien mb!" jawab mbak wati.


"ok, jika hanya mengukur tekanan darah sih seperti nya mudah." ucap ira cengengesan.


"iya sih tugas kita mudah tapi nanti telinga kamu akan terngiang jedag-jedug suara jantung pasien. bayangin baru pukul 08.00 wib saja kita sudah mengukur 60 pasien." mbak wati memberitahu.


"masyaallah sebanyak itu mbak pasiennya?" jawab ira melongo.


"iya ra kadang aja sampai dzuhur bisa seratus pasien lebih." coba bayangin gimana telingamu soalnya alatnya masih pakai spignomanometer dan stetoskop yang manual.

__ADS_1


Di kantor faishal dia sibuk membolak-balik berkas. Faishal lagi membuat laporan bulanan. karena dia bekerja di BKKBN dia harus mengumpulkan data dari para bidan desa mengenai laporan akseptor KB(keluarga berencana).


"Duh, bu bidan lia pasti selalu telat mengumpulkan laporan." gerutu faishal kesal.


Tiba-tiba tinta print habis faishal segera ke depan kantornya di fotocopyan untuk menginjek print kantor. kebetulan bertemu lagi dengan mahasiswa yang ngeprint di tempat fotocopy bang supri.


"assalamualaikum mb. kamu yang saya minta nomer hp dina waktu itukan?" tanya faishal.


"waalaikumsalam benar mas. tapi maaf kata dina dia gak kenal sama mas yang kerja di fotocopyan."


"Waduh, pasti si mbaknya mengira saya kerja di fotokopi ini." gumam faishal dalam hati.


Di pedesaan udara masih sejuk membuat dewi makin betah tinggal bersama pamannya. Dewi sudah bisa berdamai dengan keadaan. dia sudah mulai menyayangi bayi dalam kandungannya. Dewi mulai rajin minum vitamin yang diberikan dokter tanpa harus di suruh.


Kehamilan dewi memasuki transfer tiga, usianya memasuki 28 minggu alias tujuh bulan. Dewi mulai merasakan ketidak nyaman ibu hamil punggungnya sering sakit. Bulik alias tantenya dewi sering membantu dewi kadang memijat punggungnya kadang pula dikompres dengan air hangat.

__ADS_1


"Bulik, dewi pengen sekali makan empek-empek." ucap dewi yang lagi nyidam pengen makan empek-empek.


"baik dewi, nanti biar paklikmu yang memberikan empek-empek kesukaanmu di alun-alun." kata buliknya.


"Terimakasih bulik." Dewi langsung memeluk buliknya.


Dewi sangat beruntung mempunyai paklik dan bulik sebaik mereka yang menyayangi dewi seperti anak kandung mereka.


bahkan saat dewi harus melewati ujian hidup yang teramat berat dalam hidupnya. kuliahnya terpaksa harus berhenti karena dia sedang mengandung.


Dina hari ini lepas tugas alih-alih bisa istirahat di kos tapi dina memilih segera menyelesaikan laporan pratiknya di ruang bersalin. Dina membuat janji sama bu marni untuk konsul asuhan kebidanan yang dina buat. Setelah sampai rumah sakit dina kaget karena antrean konsul banyak sekali mulai mahasiswa kedokteran alias khas, mahasiswa kebidanan kampus lain dan mahasiswa keperawatan.


Bu marni ini kepala ruang yang di kelan tegas dan galak. beliau meskipun terlihat galak tapi sebenarnya bu marni itu baik. beliau selalu mengarahkan mahasiswa pratikan untuk mandiri dan cakap akan tugas mereka. mereka dididik disiplin dan tanggung jawab.


Bu marni paling tidak suka bila ada mahasiswa yang tidak ikut mengobservasi pasien inpartu(pasien yang akan melahirkan) tapi saat pasien akan bersalin tiba-tiba ingin menjadi asisten membantu persalinan.

__ADS_1


Pernah suatu ketika dina susah payah mengawasi pasien inpartu dari awal sampai akhir. ujung-ujungnya pas bayi mau keluar malah di berikan pada koas. ternyata bidan senior yang jaga lagi cari perhatian sama si koasnya. alhasil dina hanya kebagian merawat bayi baru lahir. Perawatan bayi baru lahir lebih mudah dari pada perawatan membantu persalinan.


__ADS_2