Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
Melahirkan


__ADS_3

Dari tadi siang dewi keluar masuk toilet perutnya merasakan mules yang tidak biasa. dia mondar-mandir di dalam kamar menahan rasa sakit perutnya. Kebetulan pak lik dan buliknya lagi jenguk saudara di rumah sakit kota.


"apa aku akan segera melahirkan?" gumam tanya dewi dalam hati.


"bagaimana ini sementara pak Lik dan bulik masih perjalanan pulang". ya allah berilah kekuatan pada hambamu ini.


Dewi menelpon buliknya beruntung panggilan langsung di jawab buliknya.


"Halo ,dewi ada apa nak?" tanya bulik khawatir tidak biasanya dewi telpon dirinya kalau bukan urusan sangat penting.


"bulik, perut saya sakit sepertinya saya mau melahirkan bulik." jawab dewi sambil meringis menahan sakit.


"tunggu ya dewi 30 menit lagi bulik sampai semoga tidak macet." ucap bulik sangat khawatir.


"baik bulik usahakan cepat ya bulik!" pinta dewi.


"Pak bagaimana ini pak dewi sudah mau melahirkan." bulik memberitahu suaminya.


"masyaallah benarkah bu bismillah bapak tambah sedikit laju mobil kita." jawab pak lik.


Setelah sampai rumah pak lik segera membopong dewi masuk mobil. keadaan dewi sudah lemas menahan sakit kontraksi /kenceng-kenceng pada perutnya.


"alhamdulillah sampai di rumah sakit." ucap bulik dewi.


Pak lik turun memberitahu yang jaga igd kalau ada pasien yang mau melahirkan. perawat dengan sigap untuk mengevakuasi pasien.


Setelah sampai ruang bersalin, dewi ditemani buliknya di dalam ruangan. bidan rumah sakit segera mengecek keadaan dewi. setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah dan suhu. bidan mengecek ternyata dewi sudah pembukaan 9 cm.


"alhamdulillah sudah pembukaan 9 bu, sebentar lagi pembukaan lengkap kepala juga sudah turun bu." ucap bidan rumah sakit tersebut.


"alhamdulillah bu, terimakasih bu bidan." kata bulik dewi.


"kamu yang semangat ya nak! sebentar lagi anak kamu lahir." ucap bulik memberi dukungan pada dewi yang di anggap seperti anaknya sendiri.


Hanya menunggu 30 menit dewi sudah melahirkan seorang putra yang sangat tampan. Putra itu di beri nama ridwan, dewi tak henti-hentinya mengucap syukur. Setelah di lakukan perawatan pada bayinya bidan memanggil suami dewi.

__ADS_1


"Suami dari ibu dewi harumsari." panggil bu bidan.


"ada apa ya bu? " tanya pak lik menghampiri bu bidan.


"saya memanggil untuk mempersilahkan kalau mau mengadzani dedek bayi pak." kata bu bidan memberitahu.


"biar saya saja yang mengadzani bu." ucap pak lik memberitahu bahwa suaminya dewi masih merantau keluar kota belum pulang.


pak lik terpaksa berbohong kepada pihak rumah sakit untuk melindungi harga diri keponakan yang mereka sayangi. orang tua dewipun kembali ke jawa untuk menjenguk dewi dan cucunya tersebut.


Di hari kedua setelah melahirkan dewi di perbolehkan pulang kerumah. Sesuai rencana semula anak dewi akan di asuh oleh pak lik dan buliknya. Mengingat pak liknya yang belum mendapatkan keturunan.


"assalamualaikum ." ucap bapak dan ibunya dewi datang.


"waalaikumsalam mas dan mbak, mari masuk." ucap pak lik mempersilahkan.


"bagaimana kabar dewi dan anaknya dek?" tanya bapaknya dewi cemas. meski bapaknya dewi benci sama laki-laki yang menghamili dewi. tapi bapaknya tetap menyayangi dewi dan cucunya itu.


Dewi diberitahu bapaknya bahwa dirinya sudah di daftarkan di sekolah kesehatan jurusan bidan. dewi harus mengulang dari semester awal untuk mencapai cita-citanya itu.


"baik pak, tapi anak dewi bagaimana pak?" ucap dewi yang sebenarnya tidak mau berpisah dengan anaknya.


"anakmu biar di asuh sama pak lik dan bulikmu wi." kamu fokus belajar dan jangan kecewakan kami lagi.


"baik pak, dewi akan berusaha memperbaiki akhlak dewi dan mengejar cita-cita dewi yang sempat tertunda." kata dewi dan mereka bertiga berpelukan bapak,ibu dan dewi.


melihat pemandangan yang mengharukan pak lik dan bulik dewi juga ikut menangis perasaan sedih dan bahagia jadi satu.


Dina hari ini jaga malam di ruang anak dilantai tiga. setiap mahasiswa praktik tidak di perbolehkan naik lift. lift hanya boleh dipakai ketika sedang membawa pasien.


"Dina tolong ambilkan obat di apotek depan ya!" perintah perawat senior yang jaga di bangsal anak.


"baik mbak saya anak ambilkan kedepan." jawab dina dengan semangat.


"naik lift saja dek biar cepat ya! soalnya obat itu sangat penting buat ananda yang ada diruang anggur!" tambah perawat senior tersebut.

__ADS_1


"apa boleh mbak naik lift? saya kan tidak lagi mengantar pasien? tanya dina bingung.


"boleh dek, nanti kalau ada yang marahin biar saya marahin balik soalnya ini juga keadaan darurat butuh secepatnya." ucap perawat senior tersebut.


Dina akhirnya naik lift juga untuk segera sampai membawa obat tersebut. sampai di apotek pun harus menunggu baru disiapkan obat oleh apoteker di sana. Dina memandangi sekitar apotek dan melihat ada staf apotek dan dokter sedang menggunakan sepeda melaju lewat lorong rumah sakit.


" pantes mereka pada naik sepeda, aku jalan saja ngos-ngosan dari lantai 3 belakang ke lantai 1 bagian depan. padahal sudah lewat lift gimana kalau naik tangga? pasti tambah lemes aku." gumam dina dalam hati.


Setelah mendapat obat dina kembali kelantai tiga lagi. Dina bisa istirahat sebentar karena jadwal memyuntikan obat ke pasien-pasien nanti pukul 12 malam. sekalian mengganti cairan infus yang sudah habis.


"Untuk ananda yang dikelas 1 ruang delima jangan lupa cairannya selang seling ya dek!" soalnya ini transfusi darah yang terpasang." paham kan maksud saya? tanya perawat senior.


"paham mbak." jawab dina.


"yang lain kenapa gak jawab kamu gak tahu apa gimana?" tanya perawat senior pada mahasiswa bidan dari kampus lain.


"Dia hanya menggeleng mengisyaratkan kalau tidak tahu harus di ganti cairan apa." sambil menundukkan kepalanya.


"dina ,coba beritahu temenmu cairan apa yang di ganti?"tanya perawat senior.


"setelah darah habis kita ganti Nacl kemudian setelah Nacl habis di ganti RL mbak." jawab dina.


"itu dina tau, kamu tau dari mana din? tanya perawat lagi.


"di praktek sebelumnya saya sudah belajar itu mbak dan tadi saya membaca rekam medis pasien obat apa saja yang diberikan termasuk obat injeksi/suntikan dan cairan infusnya apa saja." jawab dina menjabarkan.


"wah, kamu rajin sekali ya din." puji perawat senior bu lita.


"kamu harus rajin dan berinisiatif belajar di sekitarmu ya rina" ucap bu lita perawat senior menasehati rina.


"baik bu saya akan berlatih dengan rajin." jawab rina.


"jadi mahasiswa kalau tidak tau boleh tanya kok kepada kita!" janganlah sungkan bertanya bila kita sedang santai." ucap bu lita lagi.


"baik bu terimakasih nasehatnya." ucap dina dan lita bersamaan.

__ADS_1


Pagi telah tiba saatnya pulang ke kos sekalian membawa sarapan. Ketika berangkat dina berpapasan dengan ira di jalan. ira hari ini jaga pagi di ruang bersalin, dia bersemangat sekali.


__ADS_2