Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
Dina Sakit


__ADS_3

Bangun tidur mata dina penuh dengan belek yang lengkap dan banyak. Belekan adalah kotoran hasil sekresi dari kelenjar air mata yang terakumulasi selama seseorang tidur dan bercampur dengan debu. Belekan biasanya muncul di sudut dalam mata saat seseorang bangun dari tidur. Semakin banyak debu atau kotoran pada mata, semakin banyak jumlah belek yang dihasilkan.


Sudah 3 hari ini dina belek an seperti itu kebetulan hari ini dia jaga di poli mata. Dokter spesialis mata dokter silvy yang berwajah cantik dan berkulit putih.


"Mbak boleh tidak saya daftar jadi pasien sama mau memeriksakan mata saya." ucap dina kepada perawat sarah.


"boleh dek tapi harus daftar pasien umum ya dek! perawat sarah menyarankan.


" baik mb saya akan bayar saja pakai pasien umum." jawab sarah.


"jangan nak kamu kan mahasiswa praktikan gak usah bayar saja nanti saya bicarakan sama bu dokter silvy". kata perawat ibu ida.


"tapi bu saya gak enak kalau gratis. biarkan saya bayar pakai pasien umum bu!" pinta dina.


"Sebaiknya kamu terima saran saya dek dina." pinta ibu ida.


"baik bu. saya ikut ibu ida saja baiknya bagaimana." tambah dina.


Sedangkan perawat merasa tidak di hargai dan meninggalkan ruangan poli.


"kenapa sih di kasih gratis mahasiswa praktikan?" gumam dalam hati perawat sarah.

__ADS_1


"Dek Dina saya sudah bicara dengan dokter silvy nanti kamu akan diperiksa terakhir ya dek!" biaya pemeriksaan gratis ya dek, nanti adek tebus obatnya di apotik samping rumah sakit!" ucap ibu ida memberitahu.


"Terimakasih bu." ucap dina sambil mencium tangan ibu ida.


"sama-sama dek." dek dina dan teman-teman yang sedang pratik sudah saya anggap seperti anak sendiri dek." kata bu ida sambil mengusap halus pundak dina.


Setelah menunggu antrean yang panjang akhirnya dina dipersilahkan masuk untuk menemui dokter silvy.


"Keluhannya belekan sama mata gatal ya dek?" tanya dokter silvy.


"iya dok , setiap bangun tidur belekannya banyak dan lengket dok serta gatal juga." kata dina.


"Dek mata kamu ini hanya alergi debu saja ini tidak ada yang serius. saya kasih resep nanti tebus di apotik ya dek." kata dokter silvy.


"Terimakasih dok." ucap dina dan keluar membawa resep di tangannya.


Diluar ruangan dina bertemu perawat ibu ida. Beliau sudah santai karena dina pasien terakhir dokter silvy pada hari ini.


"Dek dina kamu langsung ke apotik untuk menembus obatnya ya lalu pulang saja istirahat di kost!" perintah ibu ida.


"tapi bu ini masih pukul 13.00 wib belum waktunya jaga pagi pulang." kata dina.

__ADS_1


"Tidak apa-apa dek kamu kan lagi sakit lagian pasien poli mata juga sudah selesai." kaya ibu ida.


"baiklah bu saya pamit pulang dulu ya." dina pamit sambil mencium tangan ibu ida.


"assalamualaikum bu." dina mengucapkan salam.


"waalaikumsalam salam dek, hati-hati dijalan ya jangan lupa mampir apotik." bu ida membalas salam dina.


Sesampainya di apotik dina mengambil antrean dan menyerahkan resep dari ibu silvy. dina mendapatkan beberapa obat yang di minum sama obat yang harus di teteskan pada mata.


" Pasien atas nama dina novitasari." panggil mbak yang jaga apotik.


"saya mbak." dina maju menghampiri mbak yang jaga apotik.


"mbak dina ini obatnya di minum 2 kali sehari dan tetes matanya di teteskan 4 kali sehari." totalnya 120 ribu mbak. ucap mbak yang jaga apotik.


"ini mbak uangnya." dina menyerahkan satu lembaran merah dan 1 lembaran biru.


"ini kembaliannya mbak terimakasih sudah berkunjung di apotik kami.


"terimakasih kembali mbak." ucap dina.

__ADS_1


__ADS_2