Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
Matre


__ADS_3

Hari ini sinta mengajak dewi ke mall dekat kos mereka.


sinta dan dewi sama-sama lagi lepas dinas. karena libur hanya sehari mereka tetep tinggal dikos dan tidak pulang ke rumah.


"din, temenin aku cari celana jeans yuk!" kata sinta.


"bukannya minggu kemarin kamu baru beli celana ya ta?" tanya dina.


"ini celana bukan buat aku din, tapi buat pacar din." kata sinta lagi.


"kenapa kamu selalu memberikan barang-barang kepada dion din? kan juga bukan ulang tahunnya." kata dina penasaran.


"Kalau aku gak memberikan barang dan kebutuhan bulanannya, dia tidak mau bertemu denganku din. aku sayang sama dion din." ucap sinta.


"ta, kalau boleh aku ngasih saran kamu tinggalin saja cowok seperti itu. masih banyak cowok baik di luar sama! ucap dina menasehati.


Dion pacar sinta sebenarnya sudah bekerja di rumah sakit swasta. karena perawat baru dia baru di gaji 1 juta per bulan. setiap bulannya dion harus membayar uang kos dan listrik sebesar lima ratus ribu rupiah. makanya itu dis selalu minta di bayarin dewi. kalau lagi kencan makan di rumah makan dewi yang bayarin. membelikan keperluan bulanan seperti sabun mandi,shampo,odol,deodorant dan parfum. belum lagi minta di beliin celana atau jaket.


Dina merasa kasihan pada temannya dewi yang selalu di porotin oleh dion kekasihnya. Seharusnya seorang cowok yang membiayai ceweknya lha ini terbalik.


"Semoga sinta segera di bukakan mata hatinya bahwa dia hanya di manfaatkan oleh dion." doa dina dalam hati.


"Din celana jeans ini bagus warna biru apa hitam?" tanya sinta.


"bagus biru sin." jawab dina singkat.


"setelah ini beli es krim yuk!" pinta sinta.


"ok, sin." jawab dina seneng karena dina penggemar es krim apalagi rasa vanila.


"totalnya 500 rb mbak."kasih memberitahu.


"baik mb." dina menyerahkan uang tunai lembaran merah.


Dina hanya menggelengkan kepalanya melihat temennya di matrein oleh cowoknya. Waktu asyik menikmati es krim sinta di sapa oleh cowok dari kejauhan.


"sinta !" teriak cowok tersebut melambaikan tangan.


"hai ,mas arif." sapa sinta.


"siapa sih sin?" kok kenal sama kamu?" tanya dewi.


"Perkenalkan ini mas ku anak dari kakaknya ibu din." ucap sinta memperkenalkan om arif kepada dina.


"Saya arif mas keponakannya sinta." ucap om arif mengulurkan tangan.

__ADS_1


"saya dina mas." ucap dina sambil mengatupkan tangan di depan dada, maaf bukan muslim. ucap dina sopan.


Mas arif ini ternyata sudah mengenal dina. sinta yang menceritakan dia mempunyai teman yang cantik juga sholehah. mas arif ini jadi tertarik pengen ketemu dengan dina. akhirnya sinta merencanakan agar mereka bisa bertemu.


Faishal sangat merindukan dina, sudah berusaha mencari nomer kontaknya serta di media sosial tapi belum menemukannya.


"bagaimana kabar kamu din?" gumam faishal dalam hati.


"Semoga allah selalu menjaga kamu dan kita segerqdi pertemukan." doa faishal di sepertiga malamnya.


Faishal anak yang sholeh dan baik hati. Mempunyai banyak teman di setiap tempat. mudah bergaul dan sopan santunnya tinggi. banyak para bapak yang ingin menjodohkan anak gadisnya dengan faishal. tetapi faishal selalu menolak dengan lembut memberitahukan bahwa dia sudah punya calon istri.


Malam ini ira jaga di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) seperti biasa setelah operan sama yang jaga siang.


ira di kasih tahu bidan senior asi yang harus di berikan ke setiap pasien atau suntikan obat dan vitamin buat bayi yang disana.


Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit, bagi anak dengan gangguan kesehatan serius atau yang berada dalam kondisi kritis. Anak-anak yang dirawat di PICU mulai dari bayi berusia 28 hari sampai anak remaja berusia 16 tahun.


Malam ini ira ditemani sama perawat cowok dari kampus lain. namanya heri dia sangat rajin dan cekatan. tetapi setelah tugas selesai dia tidur lebih dulu. Baru ira tidur sebentar ada yang mengetuk pintu dari depan. Dibukalah pintu tersebut tetapi ira merasakan merinding pada bulu kuduk ira.


Muncul ibu-ibu cantik wajahnya agak pucat dan memakai gamis putih.


ibu itu berkata mau memberikan asi pada anaknya.


"mbak saya mau menyusui anak saya untuk yang terakhir kalinya." ucap ibu di depan pintu.


"bayi ny. Renita mbak." ucap ibu itu.


Setelah menyusui ibu tersebut pamit kepada ira dan mengucapkan terimakasih. ira melihat jam ternyata baru jam 1 malam.


"kenapa tidak besuk pagi saja sih ngasih asi nya." gumam ira dalam hati.


sedangkan temannya cowok itu sudah terletak dalam tidurnya. ira kembali untuk istirahat karena bayinya antena gak ada yang menangis juga keadaannya tidak kritis.


Keesokan harinya ira menceritakan pada bidan senior yang jaga PICU bahwa tadi malam ada ibu yang menyusui by ny.Renita mengaku ibu kandungnya.


Bidan tutikpun kaget mendengar cerita ira tersebut karena ibu dari bayi tersebut meninggal tadi sore karena perdarahan. ibu renita melakukan operasi SC untuk melahirkan anaknya. Bayi yang saat ini di picu anaknya yang ke tiga. dulu anak pertamanya juga operasi caesar begitupun anak keduanya. karena plasenta previa akreta menyebabkan perdarahan. Belum sampai dokter melakukan histerektomi/pengangkatan rahim, ibu renita menghembuskan nafas terakhirnya.


"apa mbak jadi yang tadi malam itu arwah dong?" ira terkaget hingga terduduk.


"iya ira, kamu tidak apa-apa kan ira? tanya bidan tutik khawatir terhadap ira.


"saya tidak apa-apa mbak cuma saya terkaget saja." ucap ira tidak percaya orang yang tadi malam dia temui ternyata bukan manusia. tapi anehnya dia melihat ibu tersebut seperti manusia biasa.


" iya dek ira mungkin dengan cara itu seorang ibu bisa berpamitan dengan bayinya." ucap bidan tutik kepada ira.

__ADS_1


"mungkin iya mbak, saking sayangnya sama anak-anaknya ya mbak?" tanya ira kembali.


"iya dek ,itulah seorang ibu yang kasih sayangnya sepanjang masa."


Sesampainya di kos ira masih melamun memikirkan kejadian tadi malam.


"ra, ira kamu mikirin apa?". tanya dina mengguncang-guncang tubuh ira.


"masyaallah din, ngagetin saja." jawab ira.


"itu din mikirin ibu-ibu tadi malam yang menyusui bayinya di ruang PICU ternyata ibu tersebut sorenya sudah meninggal dunia karena perdarahan." jelas ira kepada dina.


"masyaallah, ibu itu selalu sayang kepada anaknya ya ra meski sudah meninggal tetap berpamitan kepada anaknya." ucap dina.


"Mungkin iya ya din, kamu pernah mengalami hal aneh tidak diruang PICU? " tanya ira.


"iya ra, saya pernah tapi tidak pernah saya ceritakan ke temen laiinnya." kata dina.


"kejadian apa yang kamu alami din?" tanya ira penasaran.


"saat saya jaga siang pas sebelum magrib saya telah selesai memberikan bayi-bayi di sana asi dan mengganti popoknya yang basah karena BAK maupun BAB. ada satu bayi yang menangis kejer din, saya coba tenangkan masih menangis."


"lalu saya cek popoknya masih kering, saya pangku saya berikan asi di botolnya juga tidak mau menyusu." bayi tersebut selalu memandang kearah belakang saya."


"setelah saya perhatikan ternyata ada sesosok nenek berambut putih panjang sedang menatap cermin didepan wastafel. Dengan spontan saya keluar ruangan sambil terus membaca ayat kursi." jelas dina menceritakan kisah horor yang di alaminya.


"benarkah din,kenapa gak pernah cerita sama saya atau sinta?" tanya ira.


"bukan tidak mau cerita ra, saya tidak mau teman-teman saya takut." kata dina.


"oh, begitu rupanya din. ok lah saya mengerti." tambah ira.


"kita cari sarapan yuk ke warung!" ajak dina kepada ira.


"siap din, lagian aku sudah kelaparan nih." ucap ira sambil memegang perutnya.


Sampai di warung dina dan ira makan diwarung tersebut. Dina senang sekali ada sayur favoritnya hari ini.


Setelah melihat etaslase dina dan ira langsung memesan.


"bu, saya nasi sama sayur ikan mayung sama mendoan hangat." minumnya teh hangat saja bu." dina memesan makanan.


"Saya nasi pecel sama telur dadar ya bu. minumnya es teh 1." ira juga memesan sarapannya.


"baik mbak, segera mbok siapkan." kata pemilik warung.

__ADS_1


"terimakasih mbok." ucap mereka bersamaan.


Setelah kenyang mereka kembali ke kos untuk belajar sedangkan ira kembali untuk istirahat. Ira berpesan pada dina kalau nanti pas adzan dzuhur disuruh bangunin ira.


__ADS_2