Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
ziarah


__ADS_3

Pagi ini dina bersama teman orang Kalimantan sedang naik angkot menuju sunan muria. Temen dina ini bernama Zahra dia pengen sekali berziarah ke sana. Pengalaman pertama buat Zahra untuk berziarah di salah satu wali allah.


"Kira-kira masih berapa lama din kita sampaikan?" tanya Zahra kepada dina.


"30 puluh menit lagi kita sampai ra." berdoa saja semoga tidak macet.


"iya din semoga lancar ziarah kita ini." doa Zahra.


Seperti prediksi dina akhirnya mereka sampai di depan sunan muria. Dina sudah berkali-kali pergi ziarah ke sunan muria bersama keluarganya. Selalu ada agenda untuk mengunjungi tempat berziarah.


"Subhanallah tempatnya indah banget din." ucap Zahra takjub.


"iya ra adem asri. kita naik menyusuri tangga atau naik ojek?" tanya dina kepada Zahra.


"kita naik tangga saja ya din, saya penasaran naik tangga." jawab Zahra penuh semangat.


"iya ra, tapi kamu kuat kan menaiki 432 anak tangga?" tanya dina memastikan.


"insyaallah sanggup din." jawab Zahra lagi.

__ADS_1


"baiklah ,ayo naik." kata dina.


Baru mau menaiki anak tangga kita sudah bertemu banyak sekali pedagang makanan, pakaian, perabot dan lain-lain.


Baru sampai setengah perjalanan Zahra meresa kelelahan keringatnya terus menetes membasahi bajunya. Kebetulan kali ini di sunan muria agak sepi jadi mereka bisa lebih santai jalannya.


"din, kita istirahat dulu ya." saya capek sekali.


"baik ra, kita istirahat." ucap dina sambil memberikan sebotol air mineral le Zahra.


"Terimakasih ya din." kata zahra.


"Sama-sama ra." kata dina.


"masyaallah din, aku kok malah kedinginan." ucap Zahra.


"ini pakai jaketku saja ra!" kata dina sambil meletakkan jaketnya di atas bahu Zahra.


"Kamu duduk disini sebentar ya ra! aku belikan teh hangat. ucap dina sambil menuju ke arah penjual teh hangat.

__ADS_1


"ini ra kita minum teh hangat dulu! biar badan kita hangat! kata dina mengulurkan segelas teh hangat.


"alhamdulillah din badanku jadi hangat." terimakasih atas perhatianmu ya din. kata zahra kepada dina.


"sama-sana Zahra kita kan temen." peluk dina ke Zahra.


"ayo kita masuk bareng rombongan ini ra!ajak dina kepada Zahra.


Setelah masuk berdzikir dan berdoa mereka keluar dari makam dan melanjutkan menuruni anak tangga lagi.


Mereka lebih santai pas turun sambil melihat kanan kiri pernak-pernik yang khas di tempat ziarah.


"Din kamu mau beli oleh-oleh apa?" tanya Zahra.


"aku mau beliin adikku boneka ra dan beliin temen-temen jenang kudus saja." kata dina.


"aku mau nyobain yang umbi-umbian itu lho ra sama parijoto." kata zahra penasaran rasanya.


Setelah membeli oleh-oleh mereka naik angkot untuk pulang ke kos mereka. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar satu jam. Didalam angkot Zahra tertidur pulas sementara dina masih asyik takjub melihat pemandangan jalan yang di lewati mereka.

__ADS_1


sore harinya setelah Sampai Di kos dina mandi membersihkan diri untuk pergi bersama sinta untuk ketemu arif. Dina khawatir kalau arif tidak terima dengan keputusannya. Dina akan menggunakan bahasa penolakan yang sangat halus biar arif tidak merasa tersinggung dengan penolakannya. Disepanjang jalan menuju tempat mereka bertemu,dina selalu berdoa untuk di berikan kelancaran. Mengucapkan sholawat di dalam hatinya.


...****************...


__ADS_2