Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
Melamar


__ADS_3

Pagi ini om arif mengajak ketemuan dengan dina. tentu saja di temani dengan sinta. Arif ini seorang guru SMA dan beliau sudah PNS, kehidupannya pun sudah mapan. Beliau berniat mencari wanita untuk di jadikan seorang istri.


Arif menjemput dina dan sinta dengan mobil. arif memarkirkan mobilnya di depan kos mereka. arifpun segera telpon sinta untuk memberitahu kalau dia sudah sampai di depan gerbang kos.


"Assalamualaikum sin, om sudah di depan kos mu." om arif memberitahu..


"ok om, kami segera keluar." ucap sinta.


Dina dan sinta keluar kos disambut senyuman oleh om arif. dina mengenakan gamis warna biru pastel dan hijab yang senada. sedangkan sinta memakai bawahan celana jeans atasan tunik serta memakai hijab pendek.


"kita ke mall dulu apa langsung ke rumah makan sin?" tanya arif pada sinta.


"sinta sih ngikut saja om, gimana din kita ke mall atau ke rumah makan langganan kita?" tanya sinta kepada dina.


"Kita ke mall dulu ya sin saya mau beli buku tentang bayi dan balita sama beli Nobel." kata dina.


"ok, din kita ke mall dulu ya! ucap sinta.


"om kita ke mall dulu ya." kata sinta dari jok belakang.


om arif menyetir di depan sendirian sedangkan sinta dan dina duduk dibelakang.


Disepanjang perjalanan dina ,arif serta sinta larut dalam Lamunan masing-masing. Dina memikirkan tentang karirnya nanti setelah wisuda mau mengabdi dirumah bidan delima/bidan senior atau magang di rumah sakit atau magang di puskesmas mengingat mereka sebentar lagi memasuki semester 6.


Sedangkan sinta melamun memikirkan dion, meski sinta sudah mengambil keputusan untuk berpisah dengan dion. tidak bisa dipungkiri dalam hati kecilnya masih menyayangi dion karena dion cinta pertama sinta.


Sedangkan arif masih bingung gimana cara menanyakan apakah dina bersedia menjadi istrinya atau tidak?.


arif masih terngiang perkataan ibunya yang sudah pengen sekali menimang seorang cucu. mengingat usia arif yang sudah tidak muda lagi memasuki usia 33 tahun tentu saja orang tuanya memaksanya untuk cepat menemukan pengantinnya.


Ditoko buku arif mencuri pandang ke dina dan kepergok sama sinta.

__ADS_1


"cie...cie...yang lagi kasmaran? dipandang terus nanti matanya copot lho om!" ucap sinta cekikikan menggoda om arif .


"kami ini apaan sih sin." ucap arif menahan malu.


Setelah selesai dari mall mereka menuju rumah makan langganan mereka yang menyediakan bebek bakar dan bebek goreng. Mereka duduk dalam satu meja. Setelah makanan tersaji mereka langsung melahap hidangan yang telah di pesan.


"alhamdulillah kenyang." kata sinta sambil memegang perutnya.


"din , om arif sinta ijinke toilet sebentar ya." kata sinta meminta ijin karena dia kebelet pipis.


"sana-sana yang lama ya." ucap om arif.


Dina hanya tersenyum melihat tingkah kocak sinta dengan om arif. Sambil menunggu sinta keluar dari toilet arif mengutarakan niatnya untuk melamar dina. Arif pun sudah membeli cincin berlian.


"Din, boleh mas mengutarakan sesuatu." pinta arif kepada dina.


"boleh mas, sepertinya serius sekali mas." kata dina penasaran.


"Dek Din, setelah wisuda nanti maukah kamu menjadi istriku? ibu dari anak-anakku? ucap arif sambil berlutut memegang cincin di depan dina.


"baiklah dek dina saya kasih waktu 3 hari buat adek untuk memikirkannya." ucap arif galau karena belum mendapat jawaban yang pasti dari dina. arif segera duduk kembali di tempat duduknya.


"Maaf ya lama habisnya di toilet tadi antri panjang." kata sinta yang gak enak meninggalkan mereka berdua terlalu lama.


"Tidak apa-apa sin." kata dina.


Beda dengan arif yang lebih jadi pendiam setelah melamar dina. fikiran arif terlalu jauh takut bilang dina menolak lamarannya. padahal dia sudah mantap menyukai dina ya g mempunyai sifat sopan santun serta wanita yang cerdas.


Setelah makan siang mereka mampir ke masjid terdekat buat saat dzuhur. Sinta tetap menunggu mereka di dalam mobil karena sedang berhalangan jadi tidak ikut sholat. Dina segera mengambil wudhu dan sholat empat rokaat.


"Ya allah berilah petunjuk apa yang harus saya lakukan? bila saya berjodoh dengan mas arif tolong dekatkanlah kami. lancarkanlah kami ke pelaminan." doa dina kepada sang pencipta.

__ADS_1


Disisi lain arif merasa lega sudah mengutarakan isi hatinya untuk memperistri dina. Tetapi arifpun galau menunggu jawaban apa ya g di berikan dina..


Faishal sedang sibuk di toko barunya selain bekerja di kantor pemerintahan dipagi sampai sore hari. faishal mempunyai usaha sampingan mengelola konter dan toko sembako. Dibantu ibu beserta adiknya faishal lumayan sukses mengelola usahanya tersebut.


"Mas beli pulsa 50 rb." ucap riyan anak kecil usia 6 tahunan sambil menyerahkan secarik kertas yang diberikan ibunya.


"iya dek." dilihat faishal ternyata ibu riyan menyuruh beli token listrik 50.


Setelah menulis kodenya faishal memberikan kertas tadi pada riyan. karena pelanggan banyak faishalpun melayani pembeli laiinya. ada yang beli pulsa, beli aksesoris hp dan ada juga yang membeli sembako.


Setelah hampir 30 menit riyan masih menunggu di depan toko. Faishal menghampiri riyan menanyakan kenapa belum pulang.


"dek ,kenapa belum pulang? kamu menunggu siapa?" tanya faishal dengan halus.


"aku menunggu belanjaanku pulsa tadi kak. kok kakak tidak menaruhnya kedalam plastik." ucap riyan lucu karena ini pertama kalinya dia disuruh ibunya beli token listrik. dia mengira pulsa/token listrik adalah barang yang bisa dia bawa pakai plastik.


"masyaallah dek, ayo kakak antar ke rumahmu untuk bertemu dengan ibumu." kata faishal.


"kakak mau nganter aku naik sepeda apa sepeda motor? tanya riyan.


"kakak antar dek riyan pakai sepeda motor. mau kan!" ucap faishal mengajak riyan untuk pulang.


"hore ,aku pulangnya tidak jalan kaki." ucap riyan dengan gembira.


Faishal merasa senang sekali bertemu riyan. anaknya yang periang dan sangat bersemangat. Sesampainya di rumah riyan faishal menjelaskan perihal kenapa riyan pulangnya lama. Ibu riyanpun tertawa mendengar tingkah lucu riyan tadi di konter.


"masyaallah nak lucu kamu riyan, dikiranya pulsa makanan mungkin ya mas." ucap ibu riyan sambil tertawa kecil.


"mungkin iya bu. namanya juga anak kecil bu." kata faishal.


"Terimakasih ya mas sudah nganterin anak saya.Maaf merepotkan." kata ibu faishal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok bu saya senang bisa mengantar riyan." ucap faishal. sebenarnya jarak rumah riyan dengan konter faishal hanya 7 rumah tapi karena riyan pengen naik motor maka di anterlah pakai motor. Dipertahankan pulang faishal senyum-senyum mengingat tingkah lucu riyan. Anak kecil itu memang lucu ada aja tingkahnya. Kehadiran anak kecil dirumah akan membawa kebahagiaan sendiri bagi seluruh anggota keluarga.


...****************...


__ADS_2