
Semua mahasiswa khawatir menanti pengumuman hasil tespack dari dosen. Mahasiswa masih berkumpul di suatu ruangan untuk mendapatkan nasehat dari kepala program study atau biasa kita sebut kaprodi.
"assalamualaikum, semua mahasiswi yang saya cintai dan banggakan." ucap salam dari ibu kaprodi.
"walaikumsalam, bu."jawab serentak dari mahasiswi.
"alhamdulillah kita bisa berkumpul hari ini dalam keadaan sehat. langsung pada intinya saja kami merasa lega bahwa hasil tes kehamilan kemarin semuanya menunjukkan negatif." kata bu kaprodi.
"alhamdulillah." jawab semua mahasiswa mengucap syukur.
"Saya berharap kalian bisa menjaga marwah kalian masing-masing dan menjaga nama baik kampus kita!" nasehat dari beliau ibu kaprodi.
"siap laksanakan bu." jawab semua mahasiswa.
Mulai minggu depan mahasiswa kebidanan akan di kirim pratek kembali ke bidan-bidan desa untuk berlatih kembali teori yang sudah di dapatkan. Disetiap Tempat bidan akan diisi oleh dua sampai tiga mahasiswa.
Mahasiswa diberikan libur selama tiga hari untuk pulang kerumah memberitahukan kepada orang tua/ wali di rumah.
Serta segera melunasi yang belum membayar uang pratek sekaligus uang makam selama pratek di bidan.
"Ya allah uang dari mana lagi bapakku harus membayar tagihan praktek kali ini?" curhat ratna kepada dina.
"Dirimu belum lunas kah ratna?" tanya dina kembali.
"Belum din, kemarin uangnya di pakai bapak buat berobat adik di rumah sakit." ucap ratna kembali.
"innalilahi, adikmu sakit apa na?" tanya dina khawatir.
"adikku sakit demam berdarah din."kata ratna memberitahu.
"Semoga lekas sembuh ya na. kamu pulanglah kerumah na bicara baik-baik kepada orangtuamu insyaallah mereka pasti mengerti." kata dina kepada ratna.
"baiklah din saya akan pulang dan membicarakan secara baik-baik kepada bapak ibu saya. terimakasih ya din." ucap ratna sambil memeluk dina.
Meski pembayaran uang pratek hanya dua jutaan tapi bagi keluarga ratna sangatlah besar uang tersebut. orang tua ratna petani yang hanya mempunyai sebidang tanah. Dan ibunya membuka warung kecil-kecilan di rumah. Seringkali ratna pinjam uang ke dina bila kiriman bulanannya telat di kirim orang tuanya.
" Din kamu pulang atau tetap di kampus?" tanya sinta dan ira.
__ADS_1
"aku tetep di kampus sin,ra karena mau konsul dulu." kata dina.
"ok kalau begitu kamu di kampus sendiri dong din? saya sama ira mau pulang kerumah dulu."kata sinta.
"Baiklah kalian hati-hati ya dijalan! salam buat paman dan bibirnya di rumah." ucap dina kepada sinta dan ira.
"Aku bakal merindukanmu din." ucap ira sambil memeluk dina.
"Kalian pulang hanya tiga hari bukan tiga tahun." kata dina cekikikan.
Sinta dan ira pulang ke rumah naik motor matic sewaan alias rental. Mereka biasanya pulang naik bus, mungkin biar lebih cepat sampai mereka memilih menyewa motor. Sinta dan ira pagi hari sudah berkemas dan berpamitan kepada dina. Sinta dan ira menuju kota masing-masing.
"Din, kami pamit dulu ya! nanti kalau ada pengumuman penting dari kampus segera telpon kami ya. kata sinta dan ira mereka bertiga berpelukan.
"Baik siap sobat." jawab dina kembali.
Dina menghantarkan mereka berdua sampai di gerbang kampus dan melambaikan tangan kepada sinta dan ira.
Sinta menuju arah timur memakai motor matic berwarna Pink. Sedangkan ira menuju arah barat mengendarai motor matic berwarna merah.
Di Pertengahan jalan sinta melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. tanpa disadari lampu merah di depan menyala dengan reflek sinta memegang rem depan.
"Tolong-tolong panggil ambulans! teriak ibu-ibu berbaju hijau."
"Saya sudah telpon ambulans bu." Suami dari ibu tadi
Ambulans datang sinta segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Pihak rumah sakit mencoba menghubungi kedua orang tua sinta dan temen-teman yang di hubungi sinta terakhir kali. Telpon dina berdering...
"assalamualaikum, apa benar ini mbak dina." kata perawat rumah sakit.
"waalaikumsalam benar nama saya dina. ini siapa dan ada keperluan apa ya?" tanya dina yang bingung dapat panggilan dari mana.
"kami dari pihak rumah sakit mbak. apa benar mbak temennya sinta mayangsari? kata perawat bertanya meyakinkan.
"benar mb itu temen saya mb. ada apa mb? jawab dina panik.
"Temen mbak ternama sinta mayangsari mengalami kecelakaan tunggal mb dan sekarang sedang mendapatkan perawatan di igd." kata perawat menjelaskan.
__ADS_1
"innalilahi, baik mbak saya segera kerumah sakit. tolong segera kirim alamat rumah sakitnya mb!"kata dina.
Dina segera ganti baju dan mengambil tasnya. Dia segera ke tempat ibu asrama untuk meminta ijin. Dina tak kuasa menahan air matanya. membayangkan keadaan sinta yang masih tak sadarkan diri di rumah sakit.
tok..tok...tok bunyi dina mengetuk pintu ibu asrama.
"assalamualaikum bu." ucap dina halus dan sopan.
"walaikumsalam, masuk." suara bu asrama mempersilahkan dina masuk.
"Bu saya dina mahasiswa kebidanan tingkat 3 saya mau ijin mau menjenguk temen saya sinta di rumah sakit kota S bu! tanya dina menjelaskan.
"Temenmu sakit apa kok kamu panik sekali kelihatannya?" tanya bu asrama lagi.
"Temen saya sinta baru saja kecelakaan bu dan orangtuanya belum bisa di hubungi." kata dina sambil menghapus air matanya yg jatuh.
"Baiklah saya ijinkan. Segera telpon orangtua sinta untuk memberitahu keadaan anaknya! kata bu asrama.
"baik bu,terimakasih." ucap dina undur diri.
Dina segera memesan taxi dan menuju rumah sakit. Diperjalanan beberapa kali dina melakukan panggilan ke orangtuanya sinta.
"ayo paman,bibi, segera angkat telponnya." gumam dina dalam hati.
Dinapun teringat kalau dia mempunyai kontak pamannya sinta om arif. segera dina melakukan panggilan kepada om arif. Dina berharap om arif bisa membantunya untuk memberitahu keadaan sinta kepada orangtuanya.
"assalamualaikum mas arif. lagi sibuk tidak mas?" tanya dina.
"waalaikumsalam dek dina, ada apa dina? sepertinya kamu panik sekali? ucap mas arif kepada dina.
"Sinta mas mengalami kecelakaan dari motor sekarang sedang dirawat di rumah sakit dan bapak ibu sita dina hubungi nomernya tidak aktif." jelas dina panjang lebar kepada mas arif.
"apa sinta kecelakaan? " ucap mas arif kaget dan terduduk lemas.
"iya mas makanya itu dina minta tolong mas segera kerumah sinta untuk memberitahu kepada mereka!" ucap dina kembali.
"Baiklah dek mas akan kerumahnya sinta." Meski arif pernah sakit hati atas penolakannya dina waktu itu tapi arif tetaplah sayang kepada dina, seperti dia menyayangi sinta juga sebagai adiknya.
__ADS_1
Arif segera melajukan mobilnya kerumah orang tua sinta. jarak rumah arif dan sinta sekitar tiga puluh menit saja bila jalanan tidak ramai.Berbeda kalau jalanan ramai pas bareng anak-anak pabrik pulang , jalanan akan penuh sama motor mereka yang jumlah ribuan orang.