Cinta Sejati Dina

Cinta Sejati Dina
Kehilangan


__ADS_3

Setelah satu minggu dewi di drop out dari kampus bapak dewi baru sanggup menghadap kaprodi. beliau menghadap kaprodi dengan penuh rasa malu. bagaimana tidak putrinya semata wayang harus di keluarkan dari kampus karena ketahuan hamil. Betapa hancur perasaan orang tua dewi mengetahui kenyataan bahwa dewi hamil di luar nikah.


Barang dewi banyak yang masih di asrama ada pakaian dan buku-buku. Pada saat pulang dewi hanya membawa ransel kecil saja. Kaprodi menelepon dina dan ira untuk menghadap. Sementara Bapaknya dewi sudah menunggu di luar kantor kaprodi.


"assalamualaikum bu." ucap dina sambil mengetuk pintu.


"walaikumsalam salam." ayo masuk bu rita mempersilahkan dina dan ira duduk.


Bu rita memberitahukan bahwa di depan itu orang tua dewi.


"din dan ira tolong bantu kemasi barangnya dewi yang tertinggal di asrama!" perintah bu rita.


"Setelah selesai langsung berikan ke bapaknya dewi ya" tambah bu rita.


"baik bu. kami permisi dulu". kemudian ira dan dina keluar menuju asrama.


"mari bapak ikut kami dan tunggu di bawah tangga asrama ya pak kami kemasi dulu barangnya dewi!" ucap dina ke pada bapaknya dewi.


Dewi itu tinggal di pulau B di luar Jawa. membutuhkan waktu untuk sampai di Jawa bisa naik pesawat maupun kapal.


tapi dewi punya saudara di Jawa yaitu pak leknya adiknya bapaknya dewi.


"Silahkan pak ini barangnya dewi sudah kami kemas kedalaman koper". kata dina


"ini juga buku-buku dewi sudah kami masukkan tas pak". ucap ira sambil menyerahkan tas berisi buku-buku pelajaran dewi.


"Terimakasih nak, kalian anak-anak baik. Terimakasih pula telah sudah mau menjadi teman baik dewi selama di Jawa."


tambah pak heru bapaknya dewi.


"Bagaimana keadaan dewi pak?" apa dewi sehat pak?" tanya dina kepada pak heru. Karena setelah itu dewi malu kepada teman-temennya jadi dia tidak pernah membalas sms maupun telpon dari temennya.


"alhamdulillah baik nak. Setelah urusan di Jawa selesai kami akan bawa dewi kembali ketempat kami nak." jawab pak heru.


Setelah itu pak heru berpamitan ke mereka berdua. Melihat pak heru menarik koper dan tas dina dan ira tak kuasa menahan tangis. Mengingat nasib tragis yang harus temen mereka tanggung. Dewi kasihan sekali kamu betapa hancur hati orang tua kamu wi.


*flash back*


Dewi saat itu pulang ke pak leknya, dewi yang sudah tidak bisa berkata-kata hanya bisa menyerahkan surat dari kampus.

__ADS_1


Dewi terus menerus menangis. Melihat gelaran ada yang tidak beres pak leknya dewi segera membuka surat dari kampus tersebut. Betapa tersambar petir di siang bolong pak lek dewi marah besar kepada dewi.


"Ya allah dewi, apa yang kamu lakukan? bukannya belajar dengan benar malah memberikan aib di keluarga kita.ucap pak lek dewi sambil menangis.


"Harusnya sebagai perempuan kamu menjaga marwah kamu ,kesucian kamu dewi!" tambah pak leknya.Melihat suaminya menangis buleknya dewi bingung dengan seribu pertanyaan di kepalanya.


"Ada apa dewi? tanya buleknya kepada dewi." tapi dewi hanya tertunduk lesu dengan mata merah dan sembab.


Dengan suara lirih terbata-bata pak lek menjelaskan bahwa ponakannya itu lagi hamil. buleknya dewi terkaget, dengan mulut terbuka.


"astagfirullah dewi, Kenapa kamu melukai hati kami".


"apa yang harus kami katakan pada mas heru". kata bulek dewi sambil menangis.


Sementara dewi langsung menuju kamarnya dia menangis dan lemas karena daritadi siang belum makan. Pak lek dan buleknya dewi berdiskusi bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan hal yang memalukan ini kepada mas heru bapaknya dewi.


Setelah berfikir sejenak bulek menyarankan pada pak lek untuk meminta mas heru datang ke jawa untuk menemui putrinya. Bulek mengetuk pintu kamar dewi membawakan teh hangat dan makanan untuk dewi.


"Dewi ,bulek masuk ya. ini bulek bawakan minuman dan makanan untuk kamu." ucap bulek sambil mengetuk pintu.


terdengar dari dalam dewi menjawab.


"Masuklah bulek,pintu tidak dikunci".


"Dewi gak mau makan bulek, gara-gara anak ini hidup dewi hancur bulek." dewi tangisnya pecah lagi sambil memukuli perutnya sendiri.


Bulek menenangkan dewi lalu memeluknya.


"Dewi yang sabar ya ini ujian buat keluarga kita! dewi anak dalam kandunganmu punya hak untuk hidup dengan sehat!" tambah bulek dewi.


"Dewi harus bagaimana bulek?" jawab dewi sesegukan dia menyesal dengan perbuatannya.


"Kamu harus tegar dewi! kamu harus melanjutkan hidupmu,kita sampaikan pelan-pelan ke bapak ibumu di rumah". bulek dewi menasehati.


Dewi makan makanan yang di bawakan buleknya. setelah selesai dia pergi mandi dan kemudian istirahat.


Esok harinya paman dan bibirnya dewi menghubungi bapaknya dewi.


"Mas dalam waktu dekat tolong kunjungi dewi ya di jawa"!

__ADS_1


kata pak lek kepada pak heru bapaknya dewi.


"Memangnya ada apa? kenapa mendadak menyuruhku ke jawa?" jawab pak heru.


"Nanti saja kalau mas heru sudah sampai jawa nanti saya beritahu mas". tambah pak lek.


"Baiklah 3 hari lagi saya akan terbang ke jawa". ucap pak heru.


"matursuwun(terimakasih) mas heru". kata pak lek dewi sambil menahan tangis.


Beberapa hari dewi murung di kamar terus dan tidak mau keluar rumah. Bulek dewi bu Titik setia menemani keponakanya itu. Dengan sangat hati-hati bu titik menanyakan siapa yang menghamili dewi. Dewi pun mulai terbuka sama buleknya dia menceritakan dari awal sampai akhir pertemuan dengannya dengan Reno pacar dewi.


Bulekpun menanyakan kembali apa rencananya ke depan.


apa menikah dengan pacarnya itu?


atau melahirkan anak itu terus menaruhnya di panti asuhan.


Dewi hanya menggelengkan kepala dia belum bisa berfikir jernih, bagaimana ke depannya.


Dewi masih takut gimana murkanya bapak dan ibunya bilang mengetahui hal ini.


"Dewi takut bulek, sama bapak dan ibu". tangis dewi pecah hu..hu..


"kamu harus menghadapi kemarahan bapak ibumu dewi". jawab bulek.


"Itu hal yang wajar dewi, hati orang tua mana yang tidak hancur melihat masa depan putri kesayangan yang di renggut marwahnya bahkan sampai hamil". ucap bu titik meneteskan air mata.


"Dewi sangat menyesal bulek. sambil memeluk buleknya."


"Segeralah bertaubat dewi sesungguhnya allah maha pemaaf!" nasehat bulek titik.


"iya bulek. Dewi semenjak pulang kemarin sesquiquadrate meminta ampunan allah dan minta di kuatkan melewati cobaan ini." jawab dewi.


"Baiklah dewi 3 hari lagi bapak dan ibumu akan sampai kebawa naik pesawat." bulek memberitahu.


"kamu mengakulah salah dan minta ampun pada bapak dan ibumu!".


Tiga hari kemudian bapak dan ibu dewi datang mereka sudah sampai bandara di jemput pak leknya dewi.

__ADS_1


Sesampainya dirumah pak lek dan buleknya mempersilahkan masuk serta makan bersama di meja makan.


Seusai makan siang pak lek menceritakan apa yang terjadi pada dewi. Pak lek menyerahkan surat dari kampus ke pak heru.


__ADS_2