
Telpon dina tiba-tiba berdering, bapak memberitahu kalau kakek sedang sakit di rumah sakit. Dina kebetulan lagi santai di kos. dina, ira dan sinta berencana mau ke mall deket kost mereka. mereka mau mencari suasana baru merefreshkan otak mereka yang selalu sibuk dengan tugas-tugas dari rumah sakit.
"assalamualaikum pak, apa kabar bapak?" tanya dina kepada bapaknya.
"alhamdulillah bapak baik nak." jawab bapaknya dina.
"din, kakekmu sakitnya kambuh. kakek dirawat di rumah sakit." bapak memberitahu.
"apa pak, kakek sakit." ucap dina kaget. dina sangat menyayangi kakeknya karena dina hanya mempunyai satu kakek dari bapaknya sedangkan dari pihak ibu kakeknya sudah meninggal sebelum ibunya menikah dengan bapaknya dina.
"baik pak, nanti dina jenguk kebetulan dina lagi lepas dina. nanti naik motor insyaallah tidak ada satu jam sampai pak." ucap dina.
"baik din, hati-hati di jalan ya jangan ngebut." nasehat dari bapaknya dina.
"baik pak, nanti dina akan hati-hati di jalan."
"wassalamualaikum din." ucap bapak berpamitan.
"waalaikumsalam pak." kata dina menjawab salam.
Dina memberitahu temen-temennya kalau hari ini tidak bisa menemani mereka untuk jalan-jalan di supermarket.
"ra, sin aku gak bisa ikut kalian.aku harus jenguk kakekku di rumah sakit." kata dina memberitahu.
"sakit apa kakekmu din." kata ira dan sinta bersamaan.
"sakit diabetes ." jawab dina.
__ADS_1
"aku ikut besuk ya din." sinta merengek ikut.
"Terus ira gimana kalau kamu ikut? kan cuma bisa bonceng satu orang? tanya dina.
"sorry temen-temen saya tidak ikut saya mau konsul ke bu tanti kepala ruang nifas.kebetulan katanya antrean sepi yang konsul." ira memberitahu kalau dia tidak bisa ikut.
"ok, sinta ikut aku besuk kakekku. kamu semangat ya konsulnya ra semoga sukses." mereka bertiga berpelukkan.
Tiba dirumah sakit dina terkejut melihat kondisi kakeknya. dokter memvonis jempol kaki kakeknya harus dipotong karena keadaannya sudah nekrosis(sudah membusuk banyak jaringan sel yang mati) kalau sampai tidak dipotong akan menjalar ke bagian kaki yang lain.
sekeluarga berkumpul untuk mendapatkan persetujuan empat anak kakek. sebenarnya anak kakek ada lima tetapi si sulung meninggal lima tahun lalu karena sakit parah. sebelum masuk ruang operasi dina menemui neneknya.
Bau busuk menyengat menusuk hidung dina dan temannya. sampai di bawah ranjang pasien perawat menaruh bubuk kopi untuk mengurangi bau tak sedap tersebut.
"assalamualaikum kakek, kakek kenapa sampai seperti ini kenapa tidak bilang kalau kaki kakek sedang luka?" kata dina kepada kakeknya.
"iya din ,kakek selalu semangat sembuh." jawab kakek.
"kek , jangan terlalu berfikir keras ya kek biar tekanan darah kakek stabil waktu di operasi nanti." nasehat dina kepada kakeknya.
"baik sayangku." sahut kakek.
kakek itu selalu menuruti nasehat dina. kakek bangga sekali mempunyai cucu calon bidan. kakek senang bisa di rawat sama dina. meski belum lulus dina sangat mahir melakukan perawatan luka DM dan mengecek tanda-tanda vital kakek seperti tekanan darah,suhu serta mengecek gula darah kakek.
Dari kampus dina sudah dibekali peralatan medis yang lengkap mulai spignomanometer (untuk mengecek tekanan darah) ,stetoskop, partus set, iud dan implant kit serta nursing kit. Membuat dina semakin percaya diri untuk terus melakukan kebaikan untuk orang lain termasuk kakeknya.
untuk mengecek gula darah kakek dina memutuskan untuk membeli alat yang bisa mengecek gula darah,asam urat serta kolesterol. Dina sangat bahagia bisa menolong sesama yang membutuhkan. Bila kamu mau membantu orang lain yakinlah semua kebaikanmu akan kembali kepada dirimu sendiri.
__ADS_1
Faishal sedang khawatir menunggu adiknya yang sedang sakit di rumah sakit di kota. si adik bungsunya di vonis dokter usus buntu dan harus segera di operasi. Setelah melakukan tanda tangan persetujuan adik faishal di antar perawat ke ruang operasi.
Faishal modar-mandir kesana kemari dengan cemas. sedangkan bapak dan ibunya duduk diam dikursi sambil melantunkan doa-doa untuk sang putri.
"alhamdulillah operasi berjalan lancar." kata dokter budi waktu keluar ruangan.
"alhamdulillah. " jawab faishal dan kedua orang tuanya serentak.
Setelah masa pemulihan di rumah sakit kini adik faishal di perbolehkan pulang. Faishal tidak sengaja melihat dina dari kejauhan tapi dina dipanggil tidak mendengar. Adik faishal dan kakek dina berada di rumah sakit yang sama. karena dina terburu-buru pulang jadi tidak mendengar kalau sedang di panggil seseorang.
"alhamdulillah sampai kos." ucap sinta.
"alhamdulillah ya ta, terimakasih ya sudah mau nemenin aku." kata dina.
"sama-sama din, kayak sama siapa saja." kata sinta.
Habis mandi mereka berdua segera karena haru sudah gelap. mereka harus mengisi energi karena besuk jaga pagi. Dina masih jaga di ruang bersalin sedangkan sinta dipidahkan jaga di poli THT (telinga ,hidung ,tenggorokkan). ira pun perjalanan pulang sampai kos dan menelpon sahabatnya tersebut.
"assalamualaikum din, mau nitip makan apa tidak." ini aku beli lele penyet di depan rumah sakit." kata ira.
"iya ra,kalau gak keberatan aku mau tempe sama telur penyet." ucap dina.
"kamu mau nitip apa ta?" tanya dina kepada sinta.
"aku ayam penyet saja ra." teriak sinta yang lagi fokus mengetik didepan laptop.
"ok bestie siap." tunggu aku di kos ya!" jawab ira terus menutup telpon.
__ADS_1