
Seminggu tak bertemu dengan wanita nya.Membuat Mr Tan selalu ingin menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat,untuk kembali ke kota J.
Nina terpaku mendengar suara yang tidak asing bagi nya.Suara itu mengingatkan dengan calon suami nya.
Nina terpaku memandang handphone nya"Suara nya tidak asing?"
Mr Tan,ngapain nelpon?" Nina masih terdiam mendengarkan suara yang di seberang sana.
Setelah lama merindukan kekasih hati nya,akhirnya Mr Tan memberanikan diri menelpon calon istrinya.
Sungguh seorang Mr Tan, bisa di bucin kan oleh seorang wanita yang sebentar lagi jadi istrinya.
Lama terdiam dengan pikiran masing-masing,Mr Tan berdehem"Hem.Gimana kabarmu?" Ucap nya.
Nina terkesiap dari lamunan nya."Ba,baik,aku baru saja siap miting."
Gimana dengan persiapan pernikahan kita.ucap Mr Tan,dengan senyum nya.
"Alhamdulillah,sudah hampir siap semua." Ucap Nina,dengan mulut yang komat kamit"Kan nanya lagi," Ucap Nina,dalam hati."Ngapai sih nanya-nanya.?" Malas Nina.
__ADS_1
Jangan komat-kamit tu mulut,"Mau,di cium tu mulut nya".Mata Nina,membola mendengar kata-kata Mr Tan.
Kok tau?"Emang nya dia itu dukun,tau kalau aku lagi malas mendengar ocehan nya?."Dasar Nina,melusupkan mukanya di atas sofa.
Nina nampak malas meladeni,Mr Tan,yang bentar lagi,jadi suamin nya.
Seorang Mr Tan nampak senang menggonda calon istrinya.Rasanya menyenangkan melihat muka jutek nya.
*
Di kediaman Pratama, Seorang ibu mudah,sibuk mengurusi tiga baby.Dua baby boy,yang satu baby besar.Bagaimana tidak perhatian Nay,selalu kepada dua bayi tembem yang sudah berusia 6 bulan.
Nay harus memberikan perhatian kepada baby besar nya sebelum merajuk seperti anak yang belum di kasih permen.
Aditya berteriak memanggil istrinya.
"Sayang,dasi mas mana?." Ucap Aditya dengan senyum misterius nya.
Sudah Nay siapin di atas tempat tidur." Nay dengan cekatan memberikan dua bayi nya ke suster nya masing-masing.
__ADS_1
Nay menghampiri suami nya yang lagi santai di atas sofa,sambil memeriksa hp nya."Mas...!kok belum siap?"Ucap Nay,frustasi melihat suami yang belum memakai apa-apa.
"Dasi nya,hilang sayang"ucap Aditya dengan polos nya.
"Nay,dengan sabar mengambil dasi dan memakaikan suami nya.
Aditya dengan semangat memeluk pinggang istrinya ,karena bahagia mendapatkan perhatian istrinya."Sayang,makasih,Menelusupkan muka nya menghirup aromah candu istrinya,menjilati tengkuk nya."Mas...!Nay membujuk suami nya.
Mas,cepat nanti terlambat,"Aditya menatap istri nya.Boleh yah?,Nay menegangg merasakan bawa suami nya yang lagi tegang.Bisa gawat nih,Ucap dalam hati.
Mas bukan nya hari ini mau miting,di bawa sudah pada nunggu mau makan.
Aditya menekuk muka nya.Nay dengan sabar membujuk suami nya,membisik kan kata."Gimana kalau,nanti malam"Adtiya tersenyum memandang istrinya.Nay janji mas,Ucap Nay dengan senyum .Oke,janji ucap Aditya.
Aditya menggandeng tangan istrinya,menemui keluarga di ruang makan yang lagi menunggu.
Drama pagi,telah usai,"Ucap mama Rita.memandang anak dan menantu nya.
Nay,melangkah menciumi anak-anak nya.yang lagi di gendongan suster nya.sayang mama.
__ADS_1