
Pagi hari Nina cukup baik dalam menghadapi mual nya.Setelah melayani sang suami dan sarapan bersama keluarga. Nina mengantarkan sang suami untuk bekerja." Sayang..! Siang boleh nggak aku kekantor ?" Nina dengan senyum mengembang memandang sang suami.
" Iya..! Sayang ,boleh." Ucap Mr Tan ,dia nggak akan tega mengatakan tidak.Apalagi melihat sang istri yang begitu semangat nya.
" Apa,yang nggak boleh buat sayangku." Ucap nya lagi.
Nina dengan riang,memeluk suaminya." Makasih sayang" Ucap Nina.
" Ya,sudah sayang, aku berangkat dulu ya " Ucap Mr Tan ,sambil memasuki mobilnya.
"Assalamualaikum " Mr Tan melambaikan tangan.
"Wa,alaikumsalam " Ucap Nina.
" Hati- hati sayang." Muach.Nina memasuki rumah ,menemui mama mertua nya yang lagi sibuk mengobrol dengan kakek Sang.
"Ma..! Siang Boleh nggak ke kantor suamiku.?" Ucap Nina,memeluk mama mertuanya.
" Boleh sayang." Ucap Mama.
Kakek Sang,memandang cucu menantunya " Bukan nya hari ini ,Tan akan rapat dengan klien nya,yang bernama Stela di kantor.
"Iya..! Kata Papa mertuanya.
Setelah lama mengobrol, Nina memasuki kamar nya,memandang jam sudah menunjukkan pukul sembilan tiga puluh.
Nina secepatnya memasuki kamar mandi,Setelah limah belas menit membersihkan diri, Nina keluar dengan stelan sabrina yang memukau,apalagi sedang hamil,membuat nya semakin cantik dan seksi.
Nina keluar dari kamar menuju ruang keluarga,sekarang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi." Ma..! Nina kekantor sekarang ya ma?" Uacp Nina dengan senyum yang mengembang,entah kenapa hati nya seakan harus secepatnya sampai di kantor suami nya.
" Iya...Sayang " Ucap mama sambil menatap menantu kesanyangan nya.
" Bakalan,ada perang ini." Entah kenapa perasaan ku mengatan seperti itu.Menolog mama dalam hati.
" Hati-hati ya sayang, biar sopir yang antar." Ucap Mama mertuanya.
Nina dengan semangat menuju mobil yang akan di antar oleh sopir, ketua pelayan telah meletakkan makanan nya yang akan di bawa nona nya.
"Ayok...Pak kita ke kantor suami ku." Ucap Nina.
__ADS_1
"Iya...Nona." Ucap Mang udin sang sopir.
Setelah dua puluh menit dalam perjalan,mobil terparkin di lobi perusahaan.Mag Udain dengan sigap membuka pintu mobil untuk Nona nya.
" Silakan ,Nona." Ucap Sopir.
" Makasih ,Pak" Nina mengucapkan terimakasih kepada sopir,sambil menuju meja resepsionis."Siang Mbak,Apa suamiku ada di di dalam?".Ucap Nina dengan senyum mengembang.
" Siang...! Nyonya." Bapak lagi rapat dengan klie nya.
" Dengan klien ?"Tanya Nina.
"Seorang wanita apa laki-laki.?" Ucap Nina.
"Itu ,nyonya dengan seorang wanita."Ucap sang resepsionis.
Tunjukan ruang rapat nya di mana?" Ucap Nina sambil berlalu dari meja resepsionis menuju lift ke lantai dua puluh delapan.
Wanita tadi bergegas mengantar sang nyonya,ke ruangan rapat dimana sang bos lagi melakukan rapat bersama klien nya.
*
" Stela sengaja membuka kancing bajunya.Sambil merapatkan badan nya di depan Mr Tan."Bagaimana kalau malam ini kita dinner." Ucap Stela dengan tak tau malu nya memegang tangn Mr Tan.
Mr Tan, mengetatkan rahang nya memandang wanita di depan nya." Dasar wanita ****** ." Ucap Mr Tan dalam hati.
Nina yang baru membuka pintu dengan pelan tanpa sepengetahuan suami nya.Mematung mendengar kan wanita yang sedang merayu suaminya mengajak nya dinner.
" Apakah, wanita ini tidak tau kalau pria yang di depan nya sudah beristri." Ucap Nina dalam hati.
"Mau Bekerja sama atau mau jadi pelakor." Ucap Nina dengan santai ,melangkah menatap tajam suaminya.Kemudian menatap kembali wanita asing di depan nya.
Mr Tan,sangat shok memandang istrinya. Sejak kapan wanita nya berada di ruangan rapat.Mr Tan memandang sekretaris nya memberikan kode." Mr Steven dengan santai mengangkat bahu,tanda tidak tau.
"Cihh..! Apa urusan nya denganmu yang hanya sekretaris nya.?" Tanya Stela dengan muka sinis
"Apa urusannya denganku.?" Nina menunjuk mukanya dengan senyum yang menyeringai. Yang di pikir kalau Nina adalah sekretaris Mr Tan.Tak tau saja kalau wanita di depan nya sedang mode ingin ngamuk.
" Istrinya saja tidak mengetahuai kalau aku menggoda pria ini." Ucap Stela.
__ADS_1
"Dan,lagi pula setiap laki-laki pasti tergoda dengan tubuh seksi ku." Ucap Stela dengan sombong nya.
" Hahaha " Kamu yakin pria di depan mu akan tergoda dengan mu.?" Nina dengan tawa nya.
Stelah mengenggam tangan nya dengan penuh emosih,siapa wanita ini mengganggu usaha nya untuk mendapatkan pria di depan nya, bos tampan dan kaya raya.
Nina dengan santai duduk di depan suaminya,sambil memandang tajam sang suami.
"Bos..! Gimana dengan kerjasamanya."Ucap Nina dengan songong nya.
Mr Tan memandang sang istri dengan senyuman tertarik ke atas tanpa di sadari wanita di depan nya." Nina dengan muka masam memandang suami nya." Menatap wanita di depan nya.
"Menurut mu" Ucap Mr Tan.
"Apa aku akan membiarkan wanita lain masuk dan merusak keluarga kecilku.?" Masih memandang Stela yang sedang diam mematung memperhatikan nya.
"Heii..! Siapa kamu menanyakan kerja sama.Dan ingin merebut pria yang aku sukai."Ucap Stela dengan sombong nya. Sambil melangkah ingin menampar Nina.
Mr Tan dengan sigap memandang wanita itu." Kalau kau berani menyentuh istriku. " Akan kupatah kan tanganmu." Ucap Mr Tan dengan tatapan menghunus.
Membuat Stela shok diam di tempat nya." Apa..! I.istri." Ucap nya dengan muka memucat.
" Apa,anda pikir saya akan membiarkan wanita seperti anda merebut suamiku jangan mimpi."Ucap Nina.
Nina melangkah keluar dari ruangan rapat di mana suami dan wanita pelakor masih diam mematung. menuju ruangan suami nya.
Fera,sang resepsionis memasuki ruangan meminta maaf,karena Nyonya nya yang meminta masuk ruangan." Maaf tuan nyonya meminta di atarkan keruangan rapat." Ucap Fera.
Mr Tan ,memandang sang bawahan nya."Itu lebih bagus ,biar tidak ada cela kepada wanita ini untuk menggoda pria yang sudah beristri." Ucap nya.
Mr Tan ,menatap sekretaris nya."Steven..! Selesaikan semua nya ,aku ingin menyisul istri ku.Ucap Mr Tan.Lalu melangkah keluar,meninggalkan , Stela yang masih shok.
"Maaf Nona Stela,kami akan membatalkan kerjasama kita." Ucap Mr Steven.
" Ta,tapi Mr." Ucap Stela terbata Memandang sang tangan kanan sang bos.
"Maaf..! Nona anda salah memilih lawan untuk anda jebak." Mr Steven dengan emosi memandang wanita di depannya.
" Bos ,tidak pernah memberikan kesempatan kedua kepada orang yang ingn menjebaknya." Mr Steven ,meninggalkan Stela dalam ruangan sendirian.
__ADS_1
"Awas..! Aku akan membalas kalian." Ucap Stela.Ucapnya.