
Mr Tan membaringkan tubuh lelah nya di samping istrinya yang sudah terlelap,memeluk tubuh wanita nya yang tidak sempat membersihkan tubuh mereka,hingga terbawa dalam mimpi indahnya.
Di pagi hari ,alarm,berbunyi menunjukkan pukul lima subuh. Nina merenggangkan badannya,seakan remuk semua.
Nina menurunkan kaki nya memasuki kamar mandi ,membersihkan diri di susul oleh suami nya.Mereka mandi bersama tanpa adanya kegiatan lain selain mandi.
Tepat pukul tujuh pagi Nina dan Mr Tan,menuruni tangga menuju meja makan dimana semua keluarga telah berkumpul pada posisi masing-masing. Mr Tan menarik kursih makan untuk istrinya, mempersilakan duduk.
"Silakan sayang. " Ucap Mr Tan.
"Nina mengangguk ,Makasih mas " Nina dengan senyum menempati kursinya.
Mr Tan ikut menyusul ,menempati kursi nya.
Semua anggota keluarga yang terlibat dalam meja makan.Makan bersama dalam keheningan tanpa ada yang berbicara.Hingga waktu makan pun selesai dan berpindah ke ruang keluarga.
Mr Tan duduk sejenak bersama istrinya. Bersama keluarga yang masih ada ,karena keluarga yang lain nya telah kembali kerumah masing-masing karena banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan.
Kakek To memandang cucu nya.
__ADS_1
"Tan.Untuk kedepan nya kakek harap kamu bisa mengambil ahli dan memegang penuh semua kendali perusahaan." Ucap Kakek To.Memandang cucu satu-satunya.
"Iya kek.Mulai hari ini saya akan ke kantor,saya akan memegang kendali perusahaan mulai hari ini." Ucap Mr Tan.
" Baguslah." Ucapnya lagi.
Nina memandang kakek To dengan ceriah.
"Kakek Nina ikut kerja ya ?" ucap Nina.
"Apa nggak sebaik nya .Nina di rumah aja nunggu suamimu pulang?" . Ucap Kakek.
"Aiiss ,apa Dimas selalu menyuruh mu kerja ? dengan senyum mengembang." Ucap Kakek To.
"Kakek,Nina masih merengek sedangkan Mr Tan tersenyum melihat istrinya yang sedang merengek,karena dia tau istrinya hanya tidak ingin berpisah dari nya."
Mr Teo menghampiri mereka.Salut deh dengan kakak ipar."Betul-betul wanita idaman." Ucap Mr Teo.Mengangkat dua jari kearah Nina.
Kakek dan yang lain nya memandang kearah Mr Teo.
__ADS_1
Mr Teo memandang kearah kakek ," Kek carikan aku wanita idaman seperti kakak ipar dong." Ucap Mr Teo.Dengan senyum yang mengembang.
Semua tertawa melihat kelakuan Mr Teo." Iya,nanti kakek cari ." Ucap Kakek.
" Tidak akan ada wanita yang seperti istriku."Mr Tan.Menimpali omongan kakek dan sepupu nya.
"Bagaimana kalau istrimu buatku aja." Ucap Mr Teo.Berlari takut di amuk kakak sepupunya.
"Teooooooo...! awas kamu ya." Mr Tan memandang adik sepupu nya yang telah keluar dari pintu utama, dengan muka memerah.
"Ya udah kek,aku ke kantor dulu ? Ayok sayang memegang tangan istrinya.Nina mencium tangan kakek to,dan beralih memberikan salim kepada mama dan papa mertuanya.
Mereka melangkah keluar dari pintu utama,memasuki mobil yang akan membawa mereka ke perusahan pusat yang berada di kota A.
Setelah melalui perjalanan selama dua puluh menit akhir nya sampai di lobi perusahaan.
Steven telah menyediakan rapat dan juga untuk memperkenalkan istrinya kepada karyawan dan juga kepada stap tertinggi di perusahaaan nya.
Mr Tan memasuki lift yang akan membawa mereka kelantaitigapuluh.
__ADS_1