
Nina masih memenjamkan mata walaupun tidak tidur,karena bumil satu ini, kalau tidur tidak di peluk suaminya,tidak akan tidur sampai pagi.Mr Tan dengan sabar memeluk istrinya, karena tau bagaimana bumil nya tidur tanpa pelukan pasti tidak tidur.
Nina dengan senyum memeluk suaminya meneggelamkan muka di dada suami.
Hingga pagi hari Nina bangun dengan muka yang di tekuk.Pelan- pelan menurunkan kaki menuju kamar mandi membersihkan diri, dua puluh menit berlalu Nina keluar dari kamar mandi yang masih memakai handuk.
Nina melangkahkan kaki menuju lemari meraih baju yang akan di pakainya,karena suaminya masih terlelap dalam tidurnya, Nina dengan santai memakai baju di depan suami yang dipikirnya masih terlelap ,tanpa di sangkah ,suaminya sudah berada di belakangnya." Sengaja ya menggodaku." Mr Tan menunduk sambil berbisik.
Badannya menegang hingga berputar menatap suaminya."Mas kapan bangunya.?" Ucap Nina dengan gugup.
" Sejak,istri ku dengan santai nya,memakai baju di depannku." Ucap Mr Tan.
" Siapa juga yang menggoda." Nina memalingkan muka.
Sejak kejadian semalam entah bagaimana hatinya masih terasa sesak.Setelah siap memakai baju Nina berlalu meninggalkan suaminya tapi belum juga melangkah tangannya sudah di cekal oleh suaminya.
__ADS_1
"Sayang,maaf..! Ucap nya.
" Nggak peduli," Ucap Nina.
" Mr Tan ,mengangkat istrinya, membawanya ke ranjang,mengungkungnya di bawanya." Aku nggak akan melepaskan mu." Mr Tan dengan senyum yang menggoda.
" Mas ,jahat ,hik hik hik." Nina menangis sambil memukul dada suami nya.
" Maaf ,cuma kamu yang ada dalam hati dan pikiran ku." Mr Tan frustasi ketika meliahat istrinya menangis.
Mr Tan dengan sabar ,memeluk istrinya, menciumi semua muka nya berakhir di bibir ranum nya.Nina tanpa sadar mengalunkan tangannya di leher suami nya membalas ******* suaminya.
Kedua nya terbawa gairah yang menggebu- gebu hingga menunjukkan tubuh polos keduanya tanpa sehelai kain di badan, berserakan entah kemana.
Mr Tan ******* semua yang di raih nya hingga terjadi pertarungan suami istri di pagi hari hingga menunjukkan pukul tujuh pagi." Makasih sayang." Ucap nya penuh kebahagian.
__ADS_1
Nina hanya menganggukkan kepala menyandarkan badannya di dada sang suami.
" Sayang,ayok mandi, sebentar lagi keluargamu berangkat,takut mereka menunggu kita.Mr Tan meraih tubuh sang istri membawa nya masuk kamar mandi. Setelah lima menit kedua nya keluar dengan pakain yang sudah rapi.Menuju meja makan di mana keluarga besar mereka sudah menunggu.
Mr Tan menarik kursih untuk istrinya, dan duduk di samping sang istri.Mereka melakukan sarapan bersama.
Aditya memandangi adik nya yang selalu berseri."Dek ,perut mu bisa bengkak juga ya ?". Aditya dengan polos nya bertanya.
"Kak..! iya kan aku punya suami." Kata Nina.Dengan mulut yang menganga.
" Emang ,kakak ipar nggak bengkak tu perut nya.Kan kak Aditya yang buat bengkak tu perut kak Nay,sampai sudah menghasilkan dua baby twins."Ucap Nina dengan bibir yang mengerucut.
Nay ,yang memerah mukanya hanya diam menunduk menikmati makanan nya.Perdebatan antara adik kakak terus berlanjut sampai selesai sarapan.
Bahkan keluarga Mr Tan sangat bahagia menikmati perdebatan kecil yang di lakukan kakak beradik.
__ADS_1