
" Sayang kamu ingin kemana hari ini?" Tanya Restu yang memecahkan keheningan diantara mereka.
" Apa boleh ke Namsan Tower dan setelah itu makan Tteokbokki?."
" Baiklah..Pak kita ke Namsan Tower."
" Baik tuan." Jawab sang sopir..oh ya itu supir pribadi Restu yang di jakarta ya..
Mereka menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Akhir-akhir ini kota seoul kenapa macet ya?..itu yang dipikirkan Zelia saat ini.
Sementara itu Restu yang duduk disamping istrinya hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan sambil sesekali melihat email yang dikirim oleh sekretaris keduanya selain Taeil.
Sementara itu disisi lain di kampus milik WIDYODININGRAT GROUP sedang mengadakan ujian akhir yang akan mengadakan kelulusan.
Semua mahasiswa semua jurusan sedang menjalani ujian dengan sangat baik dan tenang.
Setelah selesai mereka semua keluar ruangan untuk pulang kerumah masing-masing.
Dan tampak pria tampan keponakan pemilik kampus tersebut sedang berlarian..sepertinya terburu-buru.
Pria tampan itu adalah JORDAN WIDYODININGRAT, ia sedang terburu-buru karena harus menuju ke perusahaan yang dipimpin oleh saudara sepupunya yaitu Hazelia untuk menjalani trainee untuk menjadi CEO di anak perusahaan yang lain yang sama besarnya.
Saking terburu-burunya ia sampai menabrak seorang mahasiswi hingga mereka sama-sama terjatuh.
" Ma..maaf saya tidak melihat. Kamu tidak apa-apakan?." tanya Jordan kepada wanita itu.
" Oh iya gpp kok." ucap wanita itu tersenyum.
Dan pandangan mereka pun bertemu. Jordan menjadi terpesona. Karena rasa penasarannya, Jordan memberanikan diri untuk berkenalan.
" Kenalkan nama aku Jordan."
" Aku Khanza."
" Emmh sekali lagi maaf ya."
" Iya gpp."
" Kalau begitu saya permisi. Soalnya saya sedang buru-buru. Lain kali kita ngobrol lebih lanjut oke?." Tanyanya yang sudah mengakrabkan dirinya dengan Khanza.
" Oke baiklah." Ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Lalu Jordan langsung memasuki mobil pribadinya. Dan ditengah perjalanan ia mendapat telpon dengan segera ia mengangkat menggunakan earphone tanpa kabel miliknya.
" Iya om saya segera kesana."
" Memangnya kamu sudah selesai ujiannya nak?" Tanya om Bima ayah Zelia.
" Sudah selesai om."
" Baiklah tidak usah terburu-buru yang terpenting selamat sampai tujuan."
" Baik om."
Panggilan itu berakhir dan dengan melajukan mobil dengan kecepatan sedang Jordan langsung ke perusahaan.
Balik ke Korea Selatan....
Setelah menempuh perjalan hampir 1 Jam akhirnya mereka sampai di Namsan Tower..Walaupun masih pagi tapi kelihatan sudah ramai sekali dengan pengunjung yang beragam. Ada yang bersama keluarga atau pasangannya masing-masing.
" Bagaimana Sayang apa kamu suka?."
" Hemm."
" Kalau begitu aku kesana dulu sebentar ingin membeli beberapa cemilan."
" Apa kamu tidak merasa risih dengan orang seramai ini?." Tanyanya sambil melihat-lihat gembok-gembok cinta.
" Haha buat apa risih?. Toh mereka kesini juga untuk liburan. Yasudah aku kesana ya.."
Lalu Restu segera menuju ke tempat penjual makanan yang ada di sekitar sini.
' Dia tidak merasa risih sama sekali. Aku salut padanya.' gumamnya dalam hati.
Sementara itu Zelia lebih memilih menikmati musim dingin sambil melihat gembok cinta itu.
Tidak lama kemudian Restu sudah kembali dengan beberapa camilan dan ia juga tidak lupa membeli sepasang gembok cinta.
" Sayang ini camilannya dan ini gemboknya." Ucapnya sambil menyerahkan gembok kepada Zelia.
" Loh mas buat apa kamu membeli ini?."
" Aku tau kamu menginginkannya kan?..Jadi untuk itu aku membelinya."
" Oke baiklah." Ucapnya sambil menunduk malu. Isi pikirannya diketahui oleh suaminya. Bagaimana Restu bisa tau?..mungkin ini adalah takdir.
" Ini Ballpointnya."
__ADS_1
Lalu mereka menuliskan harapan mereka masing-masing sambil berdoa.
Harapan Zelia..
'Yaallah aku ingin belajar mencintai suamiku jika memang hati ini sudah yakin berilah petunjuk yaallah.'
Harapan Restu..
' Yaallah terimakasih telah mengirimkan istri secantik Zelia. Aku berjanji akan selalu mencintai dan melindunginya.'
Itulah harapan mereka berdua lalu setelah mereka memasang gembok ke tembok yang ada di situ.
Setelah selesai mereka membuang kuncinya secara bersamaan. Orang-orang melihatnya sebagai pasangan yang romantis, Tapi sebenarnya kenyataan tidak seperti yang mereka lihat.
Lalu Restu memenuhi janjinya kepada Zelia untuk pergi ke restoran Tteokbokki langganannya ketika berada di KorSel.
Mereka memesan makanan yang diinginkan Zelia. Setelah itu menunggu tanpa ada yang berbicara sampai makanan mereka selesai.
" Sigsaleul jeulgida." (silahkan menikmati makanannya). Ucap pelayan itu.
" Nee Gamsahabnida." (Baik Terimakasih).
" Apa kamu suka sayang?." Ucap Restu.
" Hemm terimakasih mas."
" Iya sama-sama. Oh iya nanti malam ikut aku ya?"
" Kemana?"
" Sudah kamu ikut saja."
" Baiklah."
Lalu mereka pun memakan hidangan tanpa banyak bicara.
Hy yorobun makasih ya yang sudah membaca karya author..Saya senang sudah ada pembaca sebanyak ini sebagai pemula tentunya senang sekali. Dan Gamsahabnida bagi yang sudah like..
Sekali lagi jangan lupa like dan juga pencet Favoritnya ya yorobun..
Semoga author tidak telat terus untuk menulis..
Bagi yang ingin bertanya atau kepo soal visual terbaru dari tokoh disini yorobun bisa kunjungi instagram saya..
@Sofia**ferdyansyah.04**
__ADS_1
Next Chapter🔜🔜