Cinta Yang Berawal Dari Perjodohan

Cinta Yang Berawal Dari Perjodohan
CHAPTER 30


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Bryan Kusumo,sedang membicarakan masalah pemeriksaan kesehatan kepada Khanza esok hari sebelum melakukan transplantasi Ginjal.


" Sayang kamu tidak usah khawatir ya kakak dan mas mu akan selalu ada untuk kamu. Kamu pasti bisa melewati itu semua." Ucap kakak ipar Khanza yang sedari tadi mendengarkan keluh kesah Khanza, karena khawatir pemeriksaan besok tidak sesuai ekspetasinya.


Dan juga Khanza sedikit khawatir ginjal yang akan diterimanya tidak akan cocok. Padahal kedua kakaknya sudah menyemangatinya. Dan yang Khanza dengar juga, bahwa ginjal yang akan ia terima berasal dari salah satu pasien yang meninggal dunia akibat serangan jantung. Eiiitss..jangan berfikir yang tidak tidak ya.


Almarhum memberikan ginjalnya kepada Khanza,karena 2 hari sebelum kepergiannya Almarhum mendengar dari dokter bahwa ada satu pasien Dokter Gibran yang membutuhkan ginjal. Jadi sebelum kepergiannya Almarhum pergi menemui dokter Gibran untuk berbicara soal ginjal.


FLASBACK ON


Disebuah Rumah Sakit


Seorang pasien yang dirawat diruangan VVIP sedang menghirup udara segar bersama istrinya diluar atas izin dokter.


" Bu sudah disini saja. Bapak sudah mulai sedikit capek. Istirahat sebentar ya?." sepasang suami istri paruh baya itupun akhirnya duduk dibangku taman yang masih kosong.


" Yasudah pak, baru aja ibu mau bicara. Bapak mau minum?" tawar si istri. Dan si bapak menerima pemberian dari istri tercintanya.


" Bu bagaimana jika bapak pergi dari hidup ibu?." tanya bapak kepada istrinya.


" Bapak ngomong apasih?. Ibu yakin bapak pasti sembuh tidak usah ngomong begitu lah. Ibu gak suka." Si ibu langsung memeluk suami tercintanya. Ia tak mau sampai kehilangan suaminya,pasalnya Ia sangat mencintai suaminya.


" Bu bapak ini sudah tua. Pasti waktu bapak gak akan lama lagi. Dan nanti kalau bapak sudah tiada tolong ya bu, berikan ginjal bapak kepada yang membutuhkan. Supaya bisa menambah amal dan ibadah bapak.". Si istri pun langsung menangis karena tidak mau kehilangan suaminya. Walaupun ia sadar takdir sudah ada yang menentukan. Kalau sampai itu terjadi ia bisa apa, selain merelakan dan menuruti amanat suaminya. Sementara si bapak hanya bisa mengelus bahu istrinya. Ia juga sangat mencintai istrinya. Istri yang ia nikahi karena perjodohan.

__ADS_1


Sedang asik berpelukan, si bapak mendengar beberapa dokter yang melintas termasuk salah satunya adalah dokter Gibran sedang membicarakan masalah pasien yang akan mereka operasi yang tak kunjung mendapatkan pendonor ginjal.


Si bapak yang mendengar itupun langsung merasa kasihan, akhirnya memanggil dokter Gibran.


" Dokter Gibran." panggil si bapak.


Gibran yang merasa namanya dipanggil pun menoleh. Lalu ia menyuruh rekannya untuk duluan. Setelahnya ia menghampiri sepasang suami istri itu.


" Iya pak ada yang bisa saya bantu?". Tanya Gibran seraya duduk disamping si bapak.


" Tadi saya dengar Dokter membicarakan masalah pendonor ginjal ya?." Si Istri yang kaget pun langsung saja menyahut.


" Bapak mau bicara apa?. Jangan bilang mau bicara donor itu?. Ibu gak akan setuju." Jelas saja terkejut. Pasalnya suaminya bicaranya sudah ngelantur kemana mana.


" Hmm..hufftt begini dokter...". Lalu lanjutlah pembicaraan dimana ketika si bapak meninggal nanti ia akan mendonorkan ginjalnya kepada pasien dokter Gibran.


Awalnya istri si bapak tidak terima, dan mungkin sampai ada pertengkaran kecil. Tapi perlahan si bapak mencoba menjelaskan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Jadilah si istri hanya pasrah.


Setelah kesepakatan yang..ya..mungkin penuh drama,akhirnya mereka semua pun setuju. Akan tetapi si bapak berpesan jangan diberitahu dulu. Nanti saja ketika ajalnya sudah menjemput.


Akhirnya Gibran pun setuju untuk mengikuti perintah si bapak.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


Sementara itu pasutri yang tengah bahagia, karena sebentar lagi akan dikarunia seorang anak saat ini sudah sampai rumah dan segera memasuki Mansion mewah tersebut untuk dapat menikmati siomay yang tadi mereka beli. Rasanya Zelia sangat tidak sabar.


" Assalamualaikum semuanya." Ucap Zelia yang tidak lupa selalu mengucapkan salam. Karena sedari kecil ia sudah diajarkan.


" Waalaikumsalam sayang cantiknya bunda. Wah kamu udah beli udah siomaynya?."


" Udah bun. Ini tadi mas Restu juga beli buat ayah sama bunda.". Zelia pun menyerahkan kantong kreseknya kepada mertuanya.


" Wah makasih ya Nak. Udah repot,padahal kami tidak minta loh." sahut ayah.


" Tidak apa kok ayah. Ini si dedeknya juga pengen mbah kakung sama mbah wedok nya cobain.". Ucap Zelia sambil mengusap perutnya yang masih rata diikuti juga suaminya.


" Dedek juga pengen mbah wedok sama mbah kakung cobain ya.." sahut bunda Dhinda yang merasa lucu sekaligus terharu karena panggilan untuknya dan juga suaminya. Sambil mengusap perut rata menantunya itu.


" Udah udah semuanya sekarang kita keruang makan untuk menikmati siomay enak ini." Restu yang sedari tadi diam akhirnya buka suara dan menyuruh semuanya untuk pergi keruang makan.


.......................................................


**Hy bestie..semoga suka ya sama ceritanya. Aku gak tau lagi deh harus mikir apa lg..hehehe..🙏😊😊


Jangan lupa kepo sama yang dibawah ini ya..


Ig : @sofiaferdyansyah.04

__ADS_1


Fb : sofia ferdyansyah**


__ADS_2