
Setelah makan malam Zelia tengah memantapkan hatinya untuk mengungkapkan perasaannya kepada suaminya. Sebenarnya ia sudah lama mencintai Restu karena kebaikan dan kesabaran yang suaminya punya. Namun karena ego nya yang tinggi ia lebih memilih memendamnya.
" Sayang bukankah kau tadi ingin mengatak sesuatu?" Ucap Restu sambil memegang tangan Zelia dengan mesra.
" A..a..aku ingin mengatakan sesuatu."Ucap Zelia yang nampak gugup.
" Apa itu?"
" Se..se..sebenarnya..Aku..aku sudah lama.." Zelia menggantungkan ucapannya karena merasa ragu dan takut.
" Hey sayang katakan saja apapun yang ingin kamu katakan. Aku akan selalu menjadi pendengar yang baik untukmu istriku." Restu menggeser posisi duduknya untuk pindah kesebelah Zelia dan memeluknya dengan hangat.
Blusshh..Pipi Zelia langsung memerah mendengar ucapan Restu yang romantis.
" Sebenarnya aku..sudah lama mencintaimu mas. Tapi karena ego ku yang tinggi jadi aku memendamnya." Ucapnya dipelukkan Restu.
" Benarkah?" Restu langsung melepaskan pelukkannya karena merasa bahagia.
" Iya mas. Maafkan aku karena selama ini aku telah bersikap dingin kepada mu. Tapi aku janji akan mencintaimu mas." Tutur Zelia sambil menitikan air mata.
" Hey dengarkan aku. Aku mendengar ucapanmu saja sudah senang. Dan aku tidak mempermasalahkan sikap kamu itu, Karena aku tau kita menikah karena dijodohkan. Apalagi saat itu kamu baru saja putus dari pacar kamu." Ucap Restu sambil memegang dagu istrinya itu.
" Terimakasih mas. Kamu sudah mau bersabar dan mencintaiku dengan tulus."
Bukannya Restu bilang sama-sama, ia malah berjongkok dihadapan Zelia lalu mengeluarkan sebuah kotak cincin.
" Maukah kamu menikah denganku?" Zelia sangat terharu atas perlakuan suaminya.
" Apa kamu sedang melamarku sekarang mas?" Tanya Zelia yang langsung mendapat anggukan.
" Kan kita menikah karena dijodohkan dan waktu itu aku juga tidak sempat melamarmu kan?".
Malam yang sangat romantis bagi mereka berdua ditambah pemandangan kota seoul yang sangat indah dari atas menara. Membuat Zelia berfikir sejenak.
" Jadi apakah kamu mau menikah denganku Zelia Pangestu?" Tanya Restu lagi. Zelia menangis terharu karena perlakuan suaminya.
" Iya mas aku mau menikah denganmu dan aku siap melayanimu dengan baik sebagai istri." Lalu Restu memasangkan cincin yang sangat indah dan berkilau membuat Zelia berdecak kagum.
" Mas ini pasti mahal sekali kenapa kamu membelikanku ini?" Ya itu adalah cincin berlian swarowski dengan mata ruby.
__ADS_1
" Untuk istriku apa sih yang tidak bisa aku lakukan." Ucap Restu sambil berdiri dan memandangi kota seoul dan Zelia mengikutinya dari belakang.
" Apa aku boleh menciummu?" tanya Restu yang sudah memeluk Zelia.
Zelia pun mengangguk dan tanpa ragu lagi Restu langsung mencium bibir tipis nan kemerahan milik Zelia. Restu tau ini adalah ciuman pertama Zelia, karena ia begitu kaku. Dan juga ini ciuman pertama untuknya.
" Ciuman pertamaku." Lirih Zelia.
" Apa aku yang pertama menciummu?"
" Iya mas..kamu yang pertama menciumku." Ucapnya sambil malu-malu.
" Kamu tau?..ini juga ciuman pertama untukku." ucap Restu dengan bangganya.
" Oh iya?"
" Iya sayangku sekarang lebih baik kita pulang. Pasti kamu udah capek. Kita lanjutkan diapartemen saja." Ucap Restu yang sukses membuat wajah Zelia merah.
" Apa sih kamu mas."
Lalu mereka berdua pun turun menuju mobilnya dan pulang keapartemen. Sesampainya diapartemen Restu keluar dan mengitari mobilnya untuk membantu Zelia turun. Tapi bukannya menyodorkan tangannya Restu malah menggendong Zelia ala bridal style hingga membuat Zelia meronta minta diturunkan.
" Biarkan saja. Taeil cepat kau menuju lift dan pencet tombol yang menuju kekamarku." Perintahnya kepada Taeil. Dan Taeil pun langsung bergegas menuju lift khusus pemilik apartemen sekaligus hotel ini.
" Mas aku bisa jalan sendiri. Aku berat tau." ucap Zelia. Tapi sepertinya Restu hanya diam saja dan mengatakan sesuatu yang romantis sambil berjalan menuju lift.
" Biarkan saja, aku tidak keberatan untuk menggendongmu."
Restu segera menaiki lift dan setelah sampai ia langsung menyuruh Taeil untuk beristirahat dan masuk kekamar.
Restu membaringkan tubuh Zelia dengan perlahan. Lalu duduk disamping istrinya dan Zelia juga duduk.
" Mas terimakasih karena kamu sudah membuatku bahagia dan juga terimakasih karena sudah bersabar menghadapi sikapku selama ini."
" Hey kamu ini bicara apa sih? kita ini kan suami istri jadi tidak perlu sungkan apapun yang ingin kamu lakukan katakan padaku begitu juga sebaliknya apapun yang aku lakukan akan bilang juga kekamu." Ucap Restu seraya melepas jas nya.
" Apa kamu ingin mandi mas?"
" Ya gerah sekali kalau tidak mandi. Apalagi...." Ucapan Restu yang menggantung membuat Zelia mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
" Hahaha aku hanya bercanda istriku."
" Yasudah aku siapkan pakaianmu dulu."
" Baiklah."
Lalu Zelia pergi menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. Dan setelah selesai ia memanggil suaminya untuk mandi terlebih dahulu.
Zelia menyiapkan pakaian tidur lalu ia meletakkannya diatas tempat tidur.
Setelah Restu selesai mandi Zelia bersiap untuk mandi tapi tangannya ditahan oleh Restu.
" Ada apa mas?" Tanya Zelia sambil malu-malu karena Restu hanya mengenakan handuk yang dililitkan dipinggang.
" Aku punya sesuatu untuk kamu pakai malam ini."
" Apa itu?"
" Tunggu sebentar."
Lalu Restu mengambil paper bag yang ia minta dari Taeil. Karena Restu meminta dibelikan sesuatu untuk Zelia pada saat mereka makan malam dan Taeil pergi mencarinya.
Setelah mengambilnya Restu langsung memberikannya kepada Zelia.
" Apa ini mas?" Tanya Zelia dengan heran.
" Bukalah."
" LINGERIE..!!!" ucap Zelia setengah berteriak.
Hy yorobun mianhe ya karena kemarin tidak up.
So author tetap minta dukungan kalian dengan cara like dan pencet favorite supaya tidak ketinggalan up.
Chapter ini panjang loh isinya...jadi silahkan like nya...
yuk kepo ig ku juga ; Sofia**ferdyansyah.04**
GAMSAHABNIDA YOROBUN...
__ADS_1
NEXT CHAPTER🔜🔜