
Masih di WIDYODININGRAT GROUP
Setelah tadi bertemu dengan kliennya, Johan menjadi senyum-ssnyum sendiri. Ia berpikir mempunyai kesempatan untuk mendekati kakaknya dulu,baru setelah itu ia akan menanyakan soalnya adiknya kalau ia sudah dekat dengan kakaknya.
" Aaaaahh...aku jadi ada kesempatan untuk bertanya soal Khanza nih. Tapi masih harus pelan-pelan. Tidak mungkin kan aku langsung tanya soal Khanza. Haiiiishh kau ini." Racau Jordan sambil menyugar rambutnya kebelakang sambil tersenyum manis layaknya gula.
Tokk..tokk...tokk..
" Hmmm.." Jordan berdehem untuk menetralkan perasaanya sebelum menyuruh seseorang masuk.
" Masuk." suruhnya. Ternyata sekretaris kakak sepupunya.
" Pak Jordan ini ada berkas yang bapak minta tadi. Orang suruhan dari perusahaan KUSUMO GROUP yang membawanya." ternyata Bryan menyuruh staffnya untuk membawa berkas yang baru selesai dikerjakan olehnya.
" Baiklah. Nanti saya kerjakan."
" Kalau begitu saya permisi pak."
" Silahkan...Lebih baik aku mengerjakan saja. Daripada aku tersenyum terus memikirkannya."
Jordan tidak tau saja kalau gadis incarannya juga jadi incaran saudara sepupunya.
Sore hari
KUSUMO MANSION
" Sayang kamu ada ingin sesuatu?, mungkin baby ingin makan apa?." Aah romantis sekali suami aku. Zelia tersenyum melihat tingkah suaminya yang mengajak ngobrol calon bayi mereka.
" Baby ini daddy nak, kamu ingin apa sayang?. Nanti biar daddy turuti." Restu ingin sekali merasakan masa-masa dimana ia harus menuruti wanita yang sedang mengidam. Dan ia tidak mau melewati momen itu.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan seperti itu Zelia jadi terpikir streetfood incarannya kemarin. Sepertinya enak kalau makan pas sore gini.
" Mas,kayaknya aku ingin makan sesuatu deh.."
" Apa sayang?. Aku akan turuti kemauanmu."
" Aku ingin siomay yang biasa mangkal didepan perusahaan deh. Aku dari kemarin ngiler banget makan itu tau. Tapi takut gk dibolehin sama kamu,karena itukan streetfood pinggir jalan." Curhat Zelia kepada suaminya. Ia hanya takut suaminya tidak mengizinkannya.
Namun yang diliat suaminya hanya tersenyum saja. " Kamu mau siomay yang didepan kantor kamu?."
" Iya yang biasanya. aku mau yang pedes gitu. Kayaknya enak deh."Tuhkan jadi ngiler ngebayanginnya gimana kalau sudab makan?. Pasti enak banget. Batinnya.
" Baiklah. Tapi aku tidak mengizinkan kamu makan yang pedas." Tegas Restu,karena ia tidak mau istri dan calon anaknya kenapa2.
" Massss...aku maunya yang pedas. Aku ngiler banget dari kemarin. Please ya mas?.." Dengan muka imutnya. Astaga sebegitu ngilernya sampai Zelia harus memohon kepada suaminya.
' Shiitt...kalau begini aku tidak bisa menolaknya. Baiklah untuk kali ini saja.' Batinnya sambil melihat lagi kearah istrinya.
" Oke nggak masalah. Ayo aku ikut ya?."
" Siap istriku." Istrinya ini kalau sedang manja begini jadi gemas sendiri. Justru ia semakin tambah cinta dengan Zelia.
Lalu mereka berdua pun turun. Setelah sampai diruang tamu sang bunda memanggilnya.
" Kalian berdua mau kemana sayang?" tanya bunda Dhinda pasalnya ia heran mau kemana sore-sore gini.
" Ini bun ada yang lagi ngidam siomay didepan kantornya." ucap Restu sambil tersenyum dan memegang perut rata istrinya.
" Aah rupanya kamu sedang ngidam nak?." tanya bunda kepada Zelia.
__ADS_1
" Iya bun. Dari kemarin aku ingin sekali."
" Kamu itu persis banget kayak bunda dulu waktu hamil Restu. Pengennya makan yang ada pinggir jalan gitu. Rasanya lebih enak. Tapi ya itu ayahmu tidak mengizinkan makan yang pedas." curhat bunda mengingat masa dimana ia hamil putranya dan suaminya selalu menurutinnya.
" Loh kok sama siih bun kayak mas Restu tadi. Dia juga ngelarang aku buat makan yang pedas."
" Hmmm....kita sama2 beruntung mendapatkan laki-laki yang baik." puji bunda untuk suami dan putranya.
'" Bun Restu akan lakukan apa saja untuk istri dan calon anak Restu. Apapun akan Restu lakukan untuk mereka berdua. Aku mau jadi ayah yang hebat seperti ayah." sahut Restu yang begitu bahagia.
" Nah ini baru putra ayah yang hebat." sahut ayah yang baru saja dari kamarnya.
" Kamu harus jadi ayah yang hebat untuk calon anakmu ya?. Kamu itu persis seperti ayah dulu tau." sambung ayah.
" Harus yah. Yasudah kita berangkat dulu. Sayang ayo."
" Yasudah sana. Hati-hati." sahut ayah bunda.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Lalu mereka pun berangkat menuju tempat penjual siomaynya.
Hy bestieeeee jangan lupa ya....like nya...subscribe juga..
Mampir ke Ig yukk..
@sofiaferdyansyah.04
__ADS_1
Dan juga tiktok aku.
@sofiaferdyansyah