
2 Hari kemudian..
Hari ini adalah hari libur atau akhir weekend. Restu sudah bangun sedari tadi, tapi ia memilih memandangi istrinya. Wanita yang dulu dijodohkan dengannya, sekarang akan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak. Ia sangat bahagia.
Berlama-lama ia memandangi wajah cantik istrinya semakin membuat ia betah.
Sampai sebuah bunyi telpon berdering. Restu mengernyitkan dahinya. Siapa yang telpon pagi-pagi.
" Bryan..ada apa dia nelfon? tumben sekali.". tak ingin berlama-lama, ia pun segera menuju balkon kamar dan mengangkat telfonnya
PERCAKAPAN TELEPON
📞: Ada apa Bryan? tumben pagi-pagi sekali?
📞: Tidak. Aku hanya ingin beri ucapan selamat kepadamu, karena kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah
📞: Darimana kamu tau istriku sedang hamil?
📞: Gibran. Kemarin aku kerumah sakit dan Gibran mengatakan kalau istrimu sedang hamil
📞: Rumah sakit Widyo? ada apa kamu kesana? siapa yang sakit? kamu?
📞: Adikku. Dia mempunyai masalah dengan ginjalnya. Jadi harus segera melakukan transplantasi. Dan kebetulan Gibran yang menanganinya
📞: Apaa!? adik kamu? apa kamu sudah mendapatkan pendonornya?
📞: Belum mas. Maka dari itu aku sangat bingung. Aku ingin adik aku ceria kembali dan tidak terus menerus merasa bersalah
📞: Baiklah nanti aku bantu kamu mencarikan pendonornya
📞: Terimakasih mas. Maaf merepotkan. Nanti siang apa boleh aku dan keluargaku ke mansion mu? karena istriku merengek padaku ingin menemui Zelia
📞: Hey kau ini bicara apa sih? tentu boleh donk
📞: Hmmm..Nanti siang aku ke mansionmu. Kalau begitu aku tutup telfonnya.
📞: Baiklah.
" Kamu sedang telfonan sama siapa mas?" tanya Zelia yang baru saja bangun dan melihat suaminya menerima telfon dibalkon. Lalu memeluk suaminya dari belakang.
" Kamu sudah bangun sayang?. Tadi aku telfonan sama sepupu aku Bryan katanya ia beserta keluarganya akan kesini nanti siang."
" Bryan Kusumo. Dia itu klien aku mas." ucapan Zelia barusan membuat Restu terkejut.
" Benarkah? lalu kenapa kamu tidak cerita padaku sayang?" Restu membalikkan badannya setelah mendengar ucapan istrinya.
" Hehe..aku lupa mas."
" Kamu cantik kalo baru bangun." sontak perkataan suaminya membuat muka Zelia menjadi memerah.
" Apaansi mas kamu gombal deh." Zelia hanya menundukan kepalanya karena malu.
" Lah gombalin istri sendiri gak boleh."
" Mas mending kamu mandi deh. Aku mual cium bau tubuhmu mas." tak tahan dengan baunya. Akhirnya Zelia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkannya.
Restu sangat khawatir sehingga ia juga menuju kamar mandi.
uweekkk...uweekkkk...uweeekkk
" Kamu gpp sayang?" tanya Restu khawatir.
" Mas, sana kamu mandi dulu aku mual nih cium bau kamu." keluh Zelia.
" Oke oke." Akhirnya Restu memilih pasrah. Walaupun masih ada sedikit khawatir.
__ADS_1
' Sabar Restu ini demi calon anak kamu.' batinnya.
Ruang makan..
Setelah selesai dengan acara mandinya, Zelia memilih untuk turun lebih dulu. Rasanya ia mual sekali jika dekat dengan suaminya.
" Pagi bunda,ayah." sapa Zelia.
" Pagi nak." sahut ayah.
" Pagi nak. Dimana suamimu sayang?" tanya bunda heran karena anaknya tidak turun bareng dengan menantunya.
" Masih dikamar bun. Aku mual kalo dekat dengannya."
" Kamu muntah-muntah gak?" tanya bunda.
" Iya bun. Emangnya kenapa?"
" Itu dinamakan Morning Sickness nak. Untuk yang sedang hamil muda memang seperti itu. Kamu yang sabar ya." jelas bunda.
" Terus sampai kapan bun?"
" Tergantung kamunya. Biasanya sih sampai 3 bulan atau tergantung imun tubuh seseorang."
" Owh gitu ya bun."
" Pagi semuanya." Sapa Restu yang sudah turun dari kamarnya.
" Pagi.." ucapan mereka terpotong karena Zelia kembali merasa mual.
uweeek..uweeeek..uweekk.
Melihat suaminya datang Zelia spontan berlari menuju dapur dan memuntahkan isi perutnya.
" Bun biar aku saja."
" Dia itu mual karena ada kamu. Udah kamu disini aja."
" Baiklah."
Bunda pun segera menuju dapur untuk membantu menantunya.
" Sayang kenapa nak?" tanya bunda khawatir.
" Aku mual lagi bun, padahal tadi sudah mendingan."
" Mungkin karena ada suami kamu. Untuk sekarang mendengingan jangan deket-deket sama suami kamu sampai kamu sudah tidak mual lagi. Bunda dulu juga begitu. Jadi yang sabar ya nak."
" Baiklah bun."
Akhirnya mereka kembali ke meja makan dan melanjutkan acara sarapan pagi dengan posisi Restu duduk diujung dan Zelia disebelah bunda.
Siang pun tiba..
Setelah Restu memberi tahu kepada keluarganya perihal Bryan dan keluarganya akan datang.
Bunda sangat senang, sampai-sampai ia menyiapkan makan siang untuk bersama.
Yang ditunggu pun tiba Bryan dan keluarganya datang.
Bryan pun masuk setelah dipersilahkan masuk sama pelayan.
" Selamat siang semua." ucap Bryan.
" Yaampun Bryan kamu apa kabar nak?" tanya bunda.
__ADS_1
" Aku baik tan."
" Menantu sama keponakan tante yang satunya apa kabar nih?"
" Kami baik." ucap Ana dan Khanza bareng.
" Sudah-sudah mau sampai kapan mereka semua berdiri bun. Biarkan mereka duduk dulu." Kali ini ayah menyaut istrinya.
Mereka semua dipersilahkan untuk duduk diruangan mewah itu.
" Oh iya mas Restu kamu kenapa duduknya berjauhan dengan istrimu?" tanya Bryan.
" Istriku mual-mual kalo dekat denganku."
" Yang sabar ya mas."
" Oh ya apa sudah dapat pendonornya?" tanya Restu.
" Pendonor apa nak? Siapa yang sakit?" tanya bunda.
" Adik Bryan bun. Dia membutuhkan pendonor ginjal." Restu mengucapkan itu setelah menyuruh istrinya untuk mengajak Khanza dan juga Ana untuk menyiapkan makan siang agar tidak didengar oleh Khanza. Ia tau kalau sampai adik sepupunya itu dengat otomatis akan merasa sedih.
" Astagaa.." ucap ayah dan bunda secara bareng.
" Tungguu..sepertinya bunda punya kenalan dari kepala panti asuhan kita. Beliau bilang bahwa keponakkannya sedang membutuhkan dana untuk masuk kuliah dengan cara mendonorkan satu ginjalnya. Ponakannya masih muda kok sehat lagi." jelas bunda.
" Serius tan?" tanya Bryan.
" Iya. Tante serius. Nanti tak tanyain lagi."
" Kalau anak itu beneran mau mendonorkan ginjalnya aku berani bayar berapapun bahkan melebihi yang anak itu mau." Bryan sangat antusias mendengar kabar ini. Adiknya sebentar lagi akan sembuh.
" Kamu sepertinya sayang banget sama adik kamu ya?" canda ayah.
" Iya om. Dia adikku satu-satunya. Orang tuaku menitipkan kepadaku untuk menjaganya sebelum mereka kecelakaan. Aku dan Ana akan menjaganya selalu sampai dia nanti ada yang melamarnya."
" Kamu siap jika adik kamu nanti ada yang melamarnya dan nikah muda?" kini giliran Restu yang bertanya.
" Aku siap mas."
" Yasudah yuk kita makan siang dulu." ajak Ayah.
Akhirnya mereka semua menuju meja makan untuk makan siang bersama. Diselingi obrolan hangat dikeluarga tersebut.
Memang keluarga Restu sangatlah hangat. Mereka semua tidak mempermasalahkan status derajat. Buktinya Bryan bisa menikahi Ana, walaupun Ana hanyalah seorang gadis biasa dari desa yang Bryan temukan ketika ia ada proyek diluar kota.
Dan pada saat itu juga ia langsung jatuh hati pada Ana.
.
.
.
.
.
Hy yorobun 1000 kata lebih lohh...yuk LIKE dan pencet FAVORITE karya pertamaku. Dan terimakasih untuk yang sudah membacanya. Author sangat senang dan semangat untuk menulis kembali. Dan maaf kemarin tidak update, karna saya pun juga sibuk..hehehe..
GAMSAHABNIDA (thank you)
Yang mau tanya silahkan DM dan kepoin instagram aku..
@Sofia**ferdyansyah.04**
__ADS_1