
" LINGERIE!!!." Ucap Zelia setengah berteriak.
" Iya, aku yang membelikan Lingerie ini untuk kau pakai malam ini." Restu tersenyum ketika melihat wajah panik istrinya.
bluusshh... Seketika wajah Zelia berubah menjadi merah.
" Maksud kamu apa mas?" tanya Zelia sambil menunduk. Ia tidak berani menatap Restu karena malu.
" Aku ingin memakanmu malam ini. Jadi sekarang kamu mandi dan pakai ini." Perintah Restu.
" Tapi mas aku belum siap untuk ini."
" Siap gk siap kamu harus siap. Kamu kan sudah berjanji untuk melayaniku kan?" Restu sebenarnya terkekeh sendiri mendengar perkataannya barusan.
" Tapi mas.."
" Sudahlah lebih baik kamu mandi dan INGAT pakai Lingerienya."
" Baiklah."
Setelah itu Zelia menuju kamar mandi sambil terus berfikir. Apakah sekarang waktunya untuk menyerahkan mahkota yang ia jaga untuk suaminya?. Sudah seharusnya ia menyerahkannya dan melayani suaminya dengan baik.
" Oke Zelia kamu harus semangat untuk menghadapinya. Ingat dosa kalau kamu menolak melayani suamimu." Gumamnya setelah memasuki kamar mandi.
Setelah selesai mandi Zelia mengeringkan tubuhnya sambil menatap Lingerie warna putih transparan itu dan melihat jubah mandi yang ia bawa nanti. Jubah mandi bisa ia pakai saat keluar nanti.
" OK, Zelia, it's time for you to leave your virginity for your husband." (baiklah Zelia ini saatnya kamu serahkan keperawanan kamu untuk suami kamu.) Gumam Zelia. Lalu dengan segera ia meraih Lingerie itu untuk ia pakai.
Zelia keluar sambil mengendap-endap berharap Restu tidur, tapi nyatanya suaminya itu masih saja bangun dengan memakai celana boxer saja yang diselimuti selimut.
" Kamu ngapain disitu sayang? Apakah kamu sudah selesai mandi?" Tanya Restu yang melihat istrinya mengintip dari balik tirai.
" Aku malu mas untuk keluar." Ucap Zelia malu-malu meong.
" Haha untuk apa kamu malu. Sudah kesini." Restu menepuk sisi tempat tidur dengan tujuan agar Zelia menghampirinya. Tapi sepertinya Zelia malah bengong hingga membuat Restu merasa gemas kepada istrinya. Dengan tidak sabar akhirnya Restu menghampiri istrinya lalu memeluknya.
" Mas aku benar-benar malu dan takut untuk malam ini."
" Tidak usah takut. Aku akan melakukannya dengan perlahan dan lembut." Ucapan Restu sontak membuat Zelia mendongakan kepalanya.
" Pasti..." Zelia menggantungkan perkataanya karena takut akan ucapannya.
__ADS_1
" Untuk pertama memang sakit, tapi setelahnya kamu akan menikmatinya." Ucap Restu. Pikiran Zelia sebelumnya sudah ditebak suaminya.
" Apakah aku boleh melakukannya sekarang?" Tanya Restu dengan hati-hati.
Lalu Zelia dengan pasti menganggukan kepalanya tanda persetujuan dari dirinya.
Restu merasa bahagia melihatnya. Dengan perlahan ia membuka jubah mandinya lalu ia lempar entah kemana. Kini dengan jelas Restu bisa melihat lekuk tubuh indah istrinya.
' Indah dan cantik sekali istriku.' Batinnya.
Lalu Restu mencium bibir kemerahan Zelia,namun lama-lama ciuman itu berubah menjadi l*matan yang mendalam dan mengeksplor yang didalam. Zelia hanya bisa diam diperlakukan seperti itu.
Restu mengarahkan tangan Zelia agar melingkar dilehernya.
" Bernafaslah. Kenapa kamu tidak bernafas sayang?" Ucap Restu setelah merasakan nafas istrinya yang tersengal-sengal.
" Iya maaf mas." Hanya kata itu yang Zelia ucapkan.
" Baiklah kita lanjutkan diranjang saja." ucap Restu.
Kemudian Restu mel*mat bibir istrinya sambil menggendong dan membawanya ketempat tidur. Tangan Restu mulai bergerilya kemana-mana tanpa Ragu.
Dan terjadilah yang seharusnya terjadi kepada sepasang suami istri tersebut.
♡♡♡♡
Pagi hari..
Cuaca yang cerah dan musim dingin serta turunnya hujan salju yang lebat membuat siapa saja yang ingin beraktivitas menjadi tertahan.
Memang cuaca dingin sudah lama terjadi tetapi baru hari ini turunnya salju dan itu sangat lebat.
Dan Zelia masih saja meringkuk dibawah selimut dengan tubuh polosnya setelah pergulatan panasnya semalam dengan Restu. Sementara itu Restu telah bangun terlebih dahulu untuk mandi dan menyiapkan sarapan buatan tangannya sendiri.
Bisa dibilang Restu juga pintar memasak, Tapi bedanya kalau Restu bisa masak dari kelas 5 Sd.
Setelah memasak Restu menghampiri istrinya yang masih tertidur. Ia tersenyum mengingat betapa malu-malunya Zelia semalam. Tapi Restu bahagia karena telah mendapatkan milik istrinya yang sangat berharga.
" Hooooaaaamm...Jam berapa sekarang mas?." Ucap Zelia dengan suara serak khas bangun tidur.
" Jam 10:00."
__ADS_1
" Apaa?!. Aku kesiangan ya mas?"
" Tidak kok lagian hari ini juga masih terlihat pagi karena turun salju." Restu tersenyum melihat wajah panik Zelia.
" Turun salju?!" Zelia kaget mendengar ucapan suaminya. Dan ia ingin melihat salju turun tapi langkahnya terhenti saat merasakan sakit diseluruh tubuhnya terutama area pangkal pahanya.
" Awww..Sakit sekali." Lirih Zelia. Restu yang mendengar lirihan istrinya menjadi panik.
" Kamu kenapa sayang? Apanya yang sakit?" Ia berpura-pura menanyakannya padahal ia sudah tau itu.
" Mas kamu tidak usah pura-pura deh."
" Baiklah. Mau aku bantu kekamar mandi?" Tanya Restu sambil membantu Zelia bersandar.
" Iya mas. Rasanya tubuhku remuk semua karna kelakuan kamu semalam dan ditambah tadi pagi kamu memintanya kembali." gerutu Zelia sambil mengerucutkan bibirnya.
" Baiklah."
Bukannya Restu membantu dengan memegang tangan Zelia, Ia malah menggendongnya ala bridal style.
" Mas lepaskan aku. Aku malu tau."
" Untuk apa malu? Lagian aku juga sudah melihat semua tubuh kamu." Ucap Restu sambil tersenyum usil.
Mendengar ucapan Restu membuat muka Zelia menjadi merah.
Dan dengan segera Restu membawa Zelia kekamar mandi. Dan mereka pun akhirnya mandi bersama walaupun Restu sudah mandi.
.
.
.
.
.
Hy yorobun jangan lupa like nya ya dan juga FAVORITE nya..
Yuk kepo Ig ku juga..
__ADS_1
@Sofia.ferdyansyah**27**
NEXT CHAPTER🔜🔜