Cinta Yang Berawal Dari Perjodohan

Cinta Yang Berawal Dari Perjodohan
CHAPTER 29


__ADS_3

Dimobil..


Didalam perjalanan menuju tempat penjual siomay yang Zelia inginkan. Sepasang suami istri yang sedang bahagia karena rumah tangga mereka sebentar lagi akan dikarunia seorang anak. Zelia maupun Restu sangat bahagia.


" Mas aku mau tanya deh sama kamu. kamu mau punya anak berapa sih? Terus maunya perempuan atau laki-laki?." Zelia sangat penasaran reaksi seperti apa suaminya. Pasalnya kebanyakan pengusaha menginginkan anak pertamanya lelaki.


" Sayang mau lelaki atau perempuan itu sama aja bagi aku. Yang terpenting kalian berdua sehat selalu. Aku gak akan mempermasalahkan jenis kelaminnya." Ungkap Restu yang memang tidak mempermasalahkan soal jenis kelamin anaknya kelak.


" Ahh..suamiku ini romantis sekali. Terus kamu mau punya anak berapa?." tanya Zelia yang sangat antusias sekali.


" Aku sih terserah kamu, tapi aku juga gak akan menuntut apapun ke kamu untuk punya anak berapa. Dikasih secepat ini sama Allah aja aku udah seneng banget. Itu tandanya kita memang benar-benar dipercaya sama Allah untuk punya anak secepat ini." ungkap Restu yang membuat Zelia bahagia. Ia bangga kepada suaminya. Dan ia berjanji akan memberikan anak sebanyak yang suaminya mau.


" Hmm gitu ya mas. Kalau gitu aku mau banyak melahirkan anak untuk kamu mas." lihatlah Zelia sepertinya bahagia sekali.


Restu hanya terkekeh mendengarnya. Istrinya ini lucu sekali.


" Insyaallah ya sayang. Kita pasti akan punya anak banyak. Yang terpenting kitanya harus berdoa di selingi usaha. Hahahahaha."


" Iishh kamu mah mas."


Lanjutlah mereka berdua berbincang membicarakan soal anak yang akan semakin membuat rumah tangga mereka sempurna. Hingga akhirnya sampailah mereka didepan perusahaan Zelia dimana tempat penjual siomay berada.


" Sayang kamu disini aja ya biar aku yang keluar. Aku gak mau kamu kelelahan."


" Tapi mas..." baru saja Zelia akan meneruskan kalimatnya, ternyata suaminya sudah keluar. Restu nampak mengantri dengan sabar dan juga menyapa karyawan Zelia yang pada saat itu sudah pulang.

__ADS_1


" Ahhh..Mas gimana aku gak jatuh cinta sama kamu coba. Kamu udah baik gak sombong dan mau lagi menyapa. I love you mas.". Rasanya Zelia seperti mimpi mempunyai suami seperti Restu.


Andai saja kalau dia dulu benar-benar menolak, pasti gak akan bahagia seperti sekarang ini. Dan Zelia patut bersyukur dengan semuanya.


Setelah membeli siomay untuknya Restu langsung kembali ke dalam mobilnya. Tidak lupa ia melebihkan uangnya untuk pedagangnya.


" Nih sayang siomaynya. Habiskan ya aku harap kamu suka." Restu memberikan bungkusan plastik itu kepada istrinya yang tampak berbinar.


" Terima kasih ya mas kamu udah mau aku repotin."


" Heeyy sayang repotin apasih. Aku gak akan merasa direpotkan. Apalagi ini untuk kamu dan calon anak kita." ucap Restu sambil mengusap perut istrinya yang masih rata itu.


" Assalamualaikum baby. Ini daddy sayang, tuh siomay yang kamu mau sudah ditangan mommy. Kamu yang tenang ya. Jangan membuat mommymu susah ya.". Zelia terkekeh, suaminya lucu sekali.


" YaAllah mas. Dedek gak akan buat susah kok. Dia akan jadi anak baik buat mommy." ucap Zelia sambil tersenyum.


Lalu mereka pun pulang menuju kediaman orang tua Restu. Ia memutuskan untuk tinggal bersama orang tuanya semenjak Zelia hamil. Agar ketika Restu meninggalkannya akan tenang karena ada orang tuanya.


Sementara itu disebuah rumah sakit. Gibran masih saja memeriksa berkas pasiennya yang akan ia operasi hari ini dan juga tentunya pasien yang diam-diam ia sukai. Yaitu sepupu dari kakak iparnya.


" Cantik sekali. Aku berjanji akan membuat dia sembuh dan akan menikahinya.". Ucap Gibran yang tidak menyadari jika sahabatnya sudah berada didalam ruangan sambil memakan cemilan.


Dan Gibran merasa risih dengan suara berisiknya. Lalu ia pun menoleh dan alangkah terkejutnya ia ketika mendapati sahabatnya tengah bersantai didalam ruangannya.


" Astagfirulloh, sejak kapan luh ada disini hah? Gak pake acara bilang lagi?."

__ADS_1


" Ya abisnya gw ketuk pintu ruangan luh kagak di di sahut. Yaudah gw masuk aja. Lagian kenapa sih luh senyum-senyum aja. Kayak orang gila tau." ledeknya.


" Heeh gw lagi membayangkan gadis yang akan menjadi calon istri serta ibu dari anak gw nanti."


" Haahh siapa?. Kasih tau gw donk siapa perempuannya?."


" Adadeh. Nanti yang ada luh malah suka deh." Rahasia Gibran yang membuat sahabatnya cemberut.


" Astaga gw akan tega kali rebut calon istri sahabat gw."


" Dia adalah pasien gw sendiri."


" Beneran?. Maksudnya tuh cewek sakit apa?"


" Dia ada kelainan gagal ginjal. Nah untuk saat ini alhamdulilah sudah ada pendonornya. Tinggal periksa kondisi kesehatan tuh cewek aja."


" Yaallah kasian banget. Semoga cepet sembuh deh."


Lalu selanjutnya mereka pun membahas soal perusahaan. Ternyata sahabatnya datang tidak dengan tangan kosong aja. Dia membawa beberapa berkas yang sudah Jordan periksa dan tinggal diperiksa ulang sama Gibran.


Ig : sofiaferdyansyah.04


Fb : sofia ferdyansyah


Yuk kepoin...hehehehe

__ADS_1


Makasih yorobun


__ADS_2