Cinta Yang Berawal Dari Perjodohan

Cinta Yang Berawal Dari Perjodohan
CHAPTER 24


__ADS_3

Hy yorobun yuk like karya pertamaku ini. Author akan semangat kalau kalian me like nya..hehehe..maaf ya kalau curhat.




Kini Zelia dan Restu sudah sampai di Indonesia. Dan rencananya mereka akan langsung ke mansion orang tua Restu.



**MANSION KELUARGA PANGESTU**..



Mereka akhirnya tiba di mansion dan langsung disambut oleh kedua orang tua mereka.



![](contribute/fiction/1326260/markdown/14029416/1615130810421.jpg)



" Assalamualaikum bunda, ayah." jawab Zelia dan Restu bareng.



" Waalaikumsalam sayang. Ayo masuk dulu." Ucap bunda Dhinda.



Mereka semua kini tengah berada di ruang keluarga yang sangat mewah.



![](contribute/fiction/1326260/markdown/14029416/1615130810446.jpg)



" Kalian apa kabar? bunda kangen banget tau."



" Kami baik bun." Ucap Restu.



" Zelia kamu kenapa pucat nak?" tanya ayah Restu karena sedari beliau memperhatikan menantunya yang tampak pucat.



Tapi Restu dan Zelia hanya saling bertukar pandang dan senyum seakan mengisyaratkan sesuatu.



" Zelia hanya kelelahan ayah. Kalau begitu kami istirahat dulu." ucap Restu.



" Mas gimana rencana kita?" Zelia memperingati suaminya, karena sepertinya lupa.



" Rencana apa nak?" bunda Dhinda nampak penasaran dengan rencana mereka.



" Ohh..maaf aku lupa sayang. Bun nanti malam kita dinner sekalian undang keluarga mertua untuk dinner disini ya." ucap Restu.



" Loh tumben? ada apa?" Bunda Dhina penasaran.



" Undang saja mereka semua. Aku sama istriku mau masuk kekamar dulu ya bun?"



" Oke kalian istirahatlah." jawab bunda Dhinda.



Restu dan Zelia pun masuk kekamarnya. Sementara itu sepasang orang tua yang masih diruang keluarga penasaran rencana anak dan menantunya.



" Ayah ada apa ya kok tumben ya?" tanya bunda kepada suaminya.



" Aku juga tidak tau bun. Lebih baik lakukan saja. Aku mau kekamar dulu."



" Baiklah."



Sementara itu dikamar yang sangat mewah Zelia tengah duduk bersandar ditempat tidur dan Restu masuk kekamar mandi.



![](contribute/fiction/1326260/markdown/14029416/1615130810443.jpg)



" Sayang mommy seneng akhirnya kamu hadir disini. Semoga kehadiranmu membawa berkah dan kebahagian untuk kita semua. Mommy janji akan selalu menjaga dan menyayangimu ketika kamu lahir kedunia nanti." Zelia tengah berbicara dengan calon anaknya sembari mengelus perutnya yang masih rata.



" Amin." Zelia tersentak kaget ketika mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1



" Loh mas kok kamu cepet mandinya,?" Zelia bingung pasalnya belum ada 5 menit suaminya masuk kekamar mandi.



" Hehehe..Aku ingin mengobrol juga dengan calon anakku."



" Owh aku kira kenapa."



Lalu Restu berbaring dipangkuan Zelia.



" Sayang daddy disini untuk menyapa kamu sayang. Sehat-sehat ya nak, kami berdua menunggumu. Kamu jangan nakal ya nak."ucap Restu sambil mengelus perut istrinya.



*Cup..cup*



Restu mengecup perut Zelia berkali-kali.



" Iya daddy aku janji gak bakal nakal dan bakal jagain mommy." ucap Zelia yang menirukan suara anak kecil.



" Sayang apa kamu masih mual?"



" Dikit sih mas, tapi gk mual banget. Sepertinya anak kita pengertian banget deh."



" Apa kamu udah mulai mengalami ngidam?"



" Belum sih mas. Oh iya kamu ingin anak laki-laki atau perempuan?"



" Apa aja, yang penting dia lahir dengan sehat. Dan selamat. Aku sangat bersyukur bisa dikasih kepercayaan secepat ini" Restu memang tidak mempermasalahkan jenis kelamin anaknya. Yang penting semua sehat.



" Aku pengen jenguk anak kita boleh gak sayang?" sambungnya lagi.



" Maksud kamu mas?" Zelia nampak kebingungan, namun beberapa detik kemudian ia tau maksudnya dan wajahnya memerah karena malu.




" Aku janji gak akan lama dan bermain lembut sayang."



Zelia nampak bingung menyetujui permintaan suaminya atau tidak. Pasalnya ia takut anaknya akan merasa terguncang, namun mendengar penuturan suaminya sebelumnya akhirnya ia menyetujuinya.



" Janji ya?"



" Iya sayang aku janji."



Mereka pun akhirnya melakukan...(**Bayangkan aja sendiri ya yorobun**.).



Malam pun akhirnya tiba dan makanan pun telah siap. Kini tinggal menunggu keluarga Zelia datang.



" Maaf semuanya, Keluarga Nona Zelia sudah datang." ucap pelayan itu.



" Suruh mereka semua masuk." titah Ayah.



" Baik tuan."



Pelayan tersebut pun pergi untuk menyambut keluarga nona mudanya. Dan akhirnya mereka telah sampai. Lalu pelayan itu segera pamit untuk menyiapkan acara makan malam.



Nampak Ayah dan Mama Zelia dan juga kedua adiknya.



" Ayah mama kalian apa kabar? aku kangen banget." Zelia berhamburan untuk memeluk kedua orangtuanya.


__ADS_1


" Kami baik sayang. Kamu apa kabar?" tanya sang mama.



" Aku baik ma. Cal...." ucapan Zelia terpotong karena suaminya berdehem.



" Eheem....lebih baik kita semua sekarang langsung menuju ke meja makan aja."



" Baiklah."



Mereka semua pun menuju meja makan.



" Sebenarnya ada apa sih kalian tumbenan sekali?" kini giliran Gibran buka suara.



" Iya kak ada apa sih sebenarnya?" Dhanu juga nampak penasaran.



" Biar mas Restu saja yang menjelaskannya."



Restu dan Zelia nampak tegang sebelum memberitahunya.



" Begini semuanya.." Restu sangat grogi untuk mengatakannya. Namun ia mendengar Zelia berbicara dengan calon anaknya.



" Sayang daddy mu itu grogian ya nak? semoga kamu nanti tidak seperti daddy mu ya?". Zelia berbicara sambil mengelus perut ratanya yang sukses membuat semua terheran.



" Mas Restu Zelia ada apa ini?" tanya Gibran.



" Aku ingin kasih tau kalau kami akan segera menjadi orangtua." ucap Restu yang membuat semuanya kebingungan.



" Ada apa sih mas?" Gibran makin penasaran sifat usil dan keponya bergejolak.



" Zelia hamil!!!." Akhirnya Restu mengunkapkan.



" ALHAMDULILLAH YAALLAH." Mereka semua mengucapkan syukur secara berbarengan.



" Gibran berarti sebentar lagi kita akan menjadi paman donk?." tanya Dhanu.



" Iya mas. Aku seneng akhirnya kita akan punya ponakan." ucap Gibran.



" Berarti kita akan menjadi kakek dan nenek donk?" tanya mamahnya Zelia sambil memandangi besannya.



" Iya kita akan kehadiran anggota keluarga baru." ucap Zelia.



" Alhamdulillah." itulah kata terakhir yang mereka ucapkan sebelum melakukan makan malam.



Dan akhirnya mereka semuapun makan malam dengan diliputi perasaan senang.


.


.


.


.


.



\*\*Hy yorobun maaf ya kalau jadwal up nya tidak menentu..



Jangan lupa untuk LIKE dan FAVORIT kan supaya tidak ketinggalan. Dan juga komennya bahwa yorobun hadir....hehe..nek komen sing positif yo..



GAMSAHABNIDA ( thank you )



Yuk follow IG ku juga :

__ADS_1



@**sofiaferdyansyah.04**


__ADS_2