
Mata Andini pun langsung melotot ketika mendengar bahwa Rudi hanya akan menikahinya secara siri,itu berarti bahwa Rudi selama ini tak benar benar mencintainya..
"Kamu jahat Mas kenapa kamu hanya mau menikahiku secara siri? Apa kurangnya aku untukmu?" tanya Andini sembari menangis..
Rudi pun terdiam hatinya berkecamuk,dalam ingatannya hanyalah Lili wanita yang tak bersalah yang harus menjadi korban atas kesalahannya..
"Sudahlah kalau kamu setuju oke aku akan menikahinya segera tapi kalau gak mau ya enggak gak apa apa." jawab Rudi dengan entengnya..
Andini pun hanya terdiam sejenak kemudian menatap wajah Rudi dengan tatapan yang tak bisa di gambarkan dengan apapun..
"Kamu egois Mas kamu memerlakukanku seenak kamu sendiri apa salahku Mas apa?" Andini kini berteriak tak perduli lagi dengan dirinya hatinya benar benar kecewa..
Rudi pun langsung bangun dari duduknya dan menutup mulut Andini dengan satu tangannya.
"Hentikan ini kantor jangan kamu bersikap seperti orang yang gak punya harga diri." ucap Rudi dengan mata yang melotot..
Andini pun semakin dilema karena perbuatan Rudi yang hanya menganggapnya sebagai pelampiasan saja sebegitukah dia di mata Rudi..
"Kamu ketelaluan Mas kamu kejam kamu tega." pekik Andini sembari berlari keluar dari ruangan Rudi..
Rudi pun hanya menatap Andini tanpa merasa bersalah sedikitpun. Dalam hatinya masih berharap bisa bertemu dengan Lili wanita yang telah di khiantinya...
Pada malam harinya keluarga Rudi beserta kedua orang tuanya pergi kesebuah acara pernikahan salah satu kolega mereka dan disana tanpa di sengaja mereka bertemu dengan Tuan Anggara dan sang istri Nyonya Jenifer.
Rudi pun menatap wajah Tuan Anggara yang tak lain dan tak bukan adalah mantan mertuanya..
Ingin rasanya Rudi mendekati Tuan Anggara dan menanyakan kabar Lili namun nyali Rudi terlalu ciut untuk melakukannya.
__ADS_1
Sementara Tuan Anggara menatap mantan keluarga dari putri kesayangannya Nadia..
Tuan Anggara pun menatap kearah Tuan Alexander dan juga Rudi dengan tatapan yang tak biasa ingin rasanya Tuan Anggara mendekati Rudi dan menampar wajah lelaki itu karena telah menyakiti hati putrinya...
Setelah selesai acara kini Tuan Anggara dan Nyonya Jenifer pun pulang tanpa menoleh kearah Rudi dan juga keluarganya karana kebenciannya itu sangat membuatnya ingin menghancurkan keluarga itu...
"Ayah tenang saja sekarang Nadia sudah bahagia bersama Kayla dan Bunda harap Ayah bisa melupakan semuanya."ucap Nyonya Jenifer sembari menatap kearah suaminya yang masih nampak emosi..
Tapi kini Tuan Anggara mencoba untuk tersenyum kemudian dia memeluk istrinya dan mangatakan bahwa mereka akan segera bertolak ke Australia untuk mengunjungi Nadia dan Kayla..
Kehidupan baru pun di lalui oleh Nadia kini dia sudah mulai aktif di perusahaan untuk memegang beberapa cabang yang ada di Australia.
Nadia nampak cantik sedangkan Kayla kini sudah berusia enam bulan.
"Putri Bunda cantik sekali hari ini?" ucap Nadia semabri mencium kening Kayla yang baru saja selesai di mandiin..
Kayla hanya tersenyum manja melihat sang Bunda yang sedang tersenyum kearahnya dia pun menjadi gadis kecil yang sangat menggemaskan..
"Nad kamu mau ke kantor hari ini?" tanya Wisnu yang tiba tiba saja ada di belakang mereka..
Nadia pun menatap kearah Wisnu yang tengah berdiri dengan gagahnya..
"Mas kapan datang? Kok gak sama Ayah dan Bunda?" tanya Nadia sembari membenarkan pakaiannya..
Wisnu pun langsung memeluk Kayla karana Wisnu sangat merindukannya..
"Kesayangannya Om Wisnu.." ucap Wisnu sembari menggendong Kayla kemudian menghujani Kayla dengan beberapa ciuman yang mendarat di pipi gemoy Kayla..
__ADS_1
"Aduh Om nanti pipi Kayla kempes." ucap Nadia seraya menirukan suara anak kecil hal itu membuat Wisnu tertawa..
"Kamu ini Nad bisa saja ya? Ya sudah kalau kamu mau ke kantor pergi saja biar Kayla aku yang jaga. kebetulan hari ini juga Ayah dan Bunda mau datang." ucap Wisnu sembari menggendong Kayla..
Nadia pun tersenyum senang karena kedua orang tuanya akan datang untuk mengunjunginya dan juga Kayla.
"Iya deh Mas aku titip Kay ya aku mau ke kantor dulu soalnya aku ada metting penting dan ini gak bisa di wakilkan." ucap Nadia sembari mengemasi barang barangnya..
Wisnu pun hanya mengangguk dan tersenyum...
"Iya sudah sana berangkat kamu hati hati ya di jalan jangan ngebut ingat kamu sekarang gak sendiri." ucap Wisnu sembari tersenyum dengan sangat manis..
Nadia pun mengangguk dan kemudian dia pergi karana waktu sudah mepet..
Setengah jam kemudian Nadia sudah sampai di kantor miliknya dan kebetulan Jeffry adalah salah satu kolega yang akan metting dengan Nadia..
Jeffry pun menatap Nadia seolah tak percaya jika yang di hadapannya benar benar Nadia wanita yang sangat di cintainya semenjak lama.,
"Nadia?" sapa Jeffry hal itu membuat Nadia pun menatap Jeffry...
"Mas Jeffry? Wah sudah lama sekali ya kita tak bertemu? bagaimana kabar kamu Mas?"tanya Nadia sembari menjabat tangan Jeffry...
Jeffry pun tersenyum...
"Seperti yang kamu lihat aku baik dan kamu bagaimana?" tanya Jeffry lirih..
Nadia pun mengangguk dan tersenyum senyuman yang tak pernah bisa Jeffry lupakan dalam hidupnya.
__ADS_1
"Aku juga baik Mas bahkan sangat baik.Oh iya Mas kok bisa ada di sini? Apakah Mas selama ini tinggal disini?" tanya Nadia sembari tersenyum..
Jeffry pun tersenyum dan tak bisa di pungkiri bahwa dia senang bisa bertemu lagi dengan Nadia bahkan kini mereka tengah menjalin hubungan kerja sam sehingga hal itu akan membuat keduanya sering bertemu...