Cinta Yang Ternoda

Cinta Yang Ternoda
Capture 15


__ADS_3

Wisnu pun hanya menatap sinis kearah Andini.


"Aku yakin kamu paham dan mengerti? Aku benar benar mau bertanya sesuatu apa salah Lili terhadapmu sehingga kamu tega membuat dia terluka seperti ini? Apa kurangnya Lili terhadapmu? dia telah memberikan apapun untukmu bahkan sampai biaya kuliah pun dia yang tanggung tapi ini balasan kamu? Kamu dengan begitu kejamnya mengambil laki laki sampah itu." ucap Rudi sembari pergi meninggalkan Andini yang masih mematung.


Andini pun syok setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Wisnu? Andini pun langsung pulang dan bertanya kepada Rudi tentang Lili sahabatny...


"Apa si yang kamu maksud Mas? siapa yang kamu maksud merebut dan siapa yang kamu bilang membiayai kuliah aku bukankah aku mendapatkan bea siswa?" tanya Andini dalam hatinya...


Andini pun langsung mengendarai mobil miliknya dan pulang menuju rumahnya dan Rudi untuk menanyakan langsung perihal Lili sahabatnya yang tiba tiba saja pergi meninggalkannya tanpa adanya kabar..


Sesampinya di rumah mereka Andini langsung mencari Rudi dan ketika melihat Rudi sedang menatap foto Lili sahabatnya di layar laptop miliknya....


"Mas aku minta penjelasan darimu?Apakah benar kamu adalah mantan suami dari Lili sahabatku? Ayo katakan Mas aku mohon?" ucap Andini sembari menitikan airmata.


Rudi pun hanya menatap kearah Andini dengan tatapan yang datar dan juga tak memiliki arti...


"Iya pantas kenapa?" tanya Rudi nyaris tanpa ekspresi..


Mata Andini langsung membulat ketika mendengarkan kebenaran dari mulut Rudi laki laki yang di cintainya.


"Mas kenapa kamu gak bilang sebelumnya? Cepat katakan dimana Lili sekarang?" tanya Andini semakin terlihat sangat sedih dan juga merasa sangat bersalah.


Rudi pun menatap Andini lalu tersenyum...


"Sudahlah gak usah berpura pura jika aku tahu dimana Lili aku sudah pasti akan mencari dan menyusulnya kemana pun dia berada seandihya aku tahu keberadaannya karena aku masih sangat mencintai Lili kamu paham dan tahu apa maksudnya?" ucap Rudi semakin membuat Andini merasa sangat bersalah..


Hati Andini pun semakin terasa hancur bekeping keping bagaimana tidak dia telah mencintai pria yang salah pria yang ternyata adalah suami dari sahabatnya sendiri dan hal itu membuat Andini meradang...


"Kamu benar benar keterlaluan Mas,aku benci sama kamu aku benci. Seandianya kamu jujur dari awal kalau kamu itu sudah menikah mungkin aku tak akan pernah jatuh cinta sama kamu dan aku tak akan pernah menyakiti hati sahabatku sendiri." ucap Andini setengah berteriak..

__ADS_1


Rudi pun terdiam apa yang di ucapkan oleh Andini ada benarnya seandinya saja dulu dia jujur mungkin semuanya gak akan terjadi Rudi tak akan pernah kehilangan Lili dan mungkin jika tak ada perselingkuhan itu Lili masih menjadi istrinya..


Rudi pun menatap kearah sebuah amplop yang dia terima satu tahun yang lalu sebuah amplop yang berisikan surat perceraiannya ternyata kini Lili sudah bukalah istrinya lagi hal itu membuat Rudi menjadi emosi dan semakin menyudutkan Andini..


"Seharusnya kamu tanya pada dirimu sendiri kenapa dulu kamu menggodaku? Seandinya saja kamu tak menggodaku mungkin semua ini tak akan pernah terjadi. Perselingkuhan ini dan aku tak akan pernah kehilangan Lili untuk selamanya." Rudi pun berteriak dan tak hanya itu bahkan kini Rudi dengan sengaja menampar pipi Andini hingga Andini meringis kesakitan...


Andini pun menatap kearah Rudi tak terasa air matanya pun mengalir dengan begitu derasnya hatinya benar benar hancur,dia yang menjadi korban keegoisan Rudi dan hal itu membuat Andini memutuskan untuk pergi meninggalkan Rudi...


Sementara itu Rudi pun hanya bisa tediam dunia seakan hancur sudah dan setelah sekian lama Lili pergi meninggalkannya kini Rudi baru sadar bahwa dia benar benar sangat mencintai Lili dan hanya Lili yang bisa mengerti akan dirinya.


"Li kamu menghilang kemana? Kenapa kedua orang tuamu begitu tega memisahkan kita? Bukankah kamu masih sangat mencintaiku maafkan aku yang telah melukaimu dan seharusnya aku tak melakukannya. Li aku mohon kembalilah bersamaku dan aku janji aku akan menjadi suami terbaik untukmu.." Rudi pun berbicara sendiri sembari menatap foto Lili...


""Ketika merasakan kehilangan baru kita menyadari bahwa orang yang berada di samping kita adalah orang yang berarti? Belajarlah untuk menghargai selagi dia ada dan jangan sampai jatuh di lubang penyesalan karena yang telah pergi tak akan mungkin kembali..""


❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️


Kayla kini tengah berusia dua tahun, semakin hari Kay semakin dekat dengan Jeffry hal itu membuat Nadia merasa senang...


"Kasihan sekali kamu Kay,disaat kamu sedang membutuhkan kasih sayang seorang Ayah justru kamu tak pernah tahu dimana Ayahmu dan disaat seperti ini justru Om Jeffry yang ada di sampingmu memperhatikanmu seandianya saja." ucapan Nadia terhenti seketika takkala melihat Jeffry tengah menatapnya...


"Kamu kenapa menatapku seperti itu? Awas nanti kamu bisa jatuh cinta kepadaku?" ucap Jeffry sengaja menggoda Nadia..


Nadia pun nampak malu namun dirinya berusaha untuk terlihat tenang walaupun hatinya terasa sangat malu karena ucapan Jeffry.


"Apaan si Mas jangan GR deh mana mau aku sama kamu?" ucap Nadia sembari menjulurkan lidahnya berbalik menggoda Jeffry.


Jeffry pun semakin gemes di buatnya ingin rasanya dia langsung memeluknya dan mencubit hidungnya namun Jeffry sadar mungkin Nadia belum bisa membuka hatinya kembali...


"Sekarang sudah pandai menggoda ya, awas saja nanti aku cubit pipi tembem kamu." ucap Jeffry gemes..

__ADS_1


Kayla pun hanya bisa tersenyum melihat Bunda dan Om Jeffry sedang bercanda..


"Daddy,, Kay mau balon." ucap Kayla sembari menarik kemeja putih Jeffry..


Jeffry pun dengan cepat langsung menatap Kayla dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Kayla yang baru saja bisa berjalan dan berlari..


"Kay mau balon,ayo beli sama Daddy." ucap Jeffry dengan lembut.


Nadia pun tersenyum melihat kedekatan putri kesayangannya dengan Jeffy. Nadia pernah berkeinginan seandinya saja Jeffry mencintainya Nadia ingin menghabiskan hidupnya bersama Jeffry.


"Seandinya saja kamu adalah Ayah kandung Kay mungkin aku akan sangat bahagia melihat kalian begitu dekat." Nadia tiba tiba saja merasakan kesedihan yang mendalam dan tanpa dia sadari airmtanya tengah tumpah di sudut kedua mata indahnya.


Jeffry yang baru saja datang melihat Nadia sedang menangis.


"Hei kamu kenapa? Kay aja gak nangis kok malah mamanya yang cengeng? Ada apa Nad ayo ceritakan saja siapa tahu aku bisa bantu?" tanya Jeffry sembari duduk di sebelah Nadia sembari menggendong Kayla..


Nadia pun menatap kearah Jeffry kemudian memeluknya..


"Terima kasih ya Mas karana kamu telah begitu menyayangi Kay,dan dengan itu aku bisa melihat Kay selalu bahagia tanpa harus memikirkan keberadaan Ayah kandungnya." ucap Nadia sembari menatap wajah Jeffry.


Jeffry pun langsung menghapus airmata yang menetas di kedua pipi Nadia..


"Jangan bersedih Nad,jika kamu seperti ini membuat aku juga merasa sedih. Kamu kan tahu aku benar benar tulus menyayangi Kay seperti aku menyayangi putriku sendiri jadi sudahlah hapus airmatamu dan mulai sekarang tesenyumlah." ucap Jeffry sembari menghapus airmata yang tengah menetes begitu derasanya..


Berapa hari kemudian sehabis jam makan siang Jeffry dan Nadia pun duduk di sebuah cafe karena keduanya harus menghadiri acara yang sangat penting bagi perusahaan mereka..


"Nad aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Jeffry dengan dengan tiba tiba...


Nadia pun menatap kearah Jeffry yang terlihat sangat serius ingin mengungkapkan sesuatu..

__ADS_1


"Nad sepertinya aku ingin menikah dan aku ingin hidup bahagia dengannya. Bagaimana menurutmu apakah aku terlalu kelewatan jika aku harus mengungkapkan perasaanku kepadanya tapi aku belum tahu apakah dia juga mencintaiku atau tidak." ucap Jeffry sembari menatap kearah Nadia...


Nadia pun syok setelah mendengar ucapan Jeffry dan entah kenapa hatinya merasakan sedikit sakit mungkinkah Jeffry akan menikahi wanita pilihannya lalu bagaimana dengan hatinya yang sudah terlanjur mencintai Jeffry..


__ADS_2