
Sesampainya di kediaman Pramudibyo keluarga Jeffry pun langsung di sambut hangat oleh keluarga Anggara.
"Selamat datang calon besan mari silahkan masuk. Wah Jeffry calon menantuku terlihat sangat tampan sekali." ucap Tuan Anggara sembari tersenyum...
Tuan Yulius pun tersenyum dan senang karana di sambut hangat oleh keluarga dari calon menantunya..
"Tuan Anggara sangat berlebihan." ucap Tuan Yulius sembari tersenyum tak lama kemudian Kayla pun keluar dan gadis kecil itu nampak sangat cantik dan juga imut dengan gaun yang di pakainya.
Semua mata tertuju pada gadis kecil itu..
"Subhanallah cucu Nenek Berta cantik sekali."ucap Nyonya Berta sembari menghampiri Kayla..
Tak lama kemudian Nadia pun keluar dengan mengenakan gaun berwarna putih karena acara pertunangan mereka akan segera di lakukan Jeffry nampak menatap Nadia tanpa berkedip...
__ADS_1
"Cieee sabar Jeff sebentar lagi dia akan menjadi milikmu tunggu tiga bulan lagi."Raihan pun menggoda sepupunya itu.
Jeffry pun menatap Raihan dan tertawa..
"Rai kamu tahu aku seperti bermimpi tahu gak bisa menatap Nadia seperti ini dan apalagi kamu akan segera menikah." ucap Jeffry sembari tersenyum...
Raihan pun tersenyum melihat Jeffry yang sedang nampak bahagia....
Nadia pun menatap wajah Jeffry sesekali dia tersenyum kearahnya hatinya bergetar melihat calon suaminya sedang menatap dirinya.
"Terima kasih ya Allah karana Engkau telah mempertemukan aku dengan lelaki yang benar benar tulus mencintaiku aku berharap Mas Jeffry yang terakhir untukku."ucap Nadia dalam hatinya.
Tak berselang beberapa lama acara pertunangan pun akan segera di lakukan Nadia dan Jeffry saling menatap dan menyematkan cincin sebagai tanda ikatan keduanya,sorak gembira melihat di keluarga mereka...
__ADS_1
Sementara itu Rudi yang masih merasa hancur pun tak terima dengan pertunangan mereka,Rudi masih berharap bisa hidup bersama dengan Nadia dan Kayla namun semua itu pupus karena Nadia lebih memilih Jeffry..
"Kamu boleh menang Jeff tapi jangan harap aku akan membiarkanmu hidup bahagia dengan Lili dan Kayla. Meraka itu milikku hanya milikku."Rudi pun semakin membenci Jeffry..
"Aku tahu sejak dulu kamu itu sudah mencintai Nadia dan aku pun gak mau kamu bisa memiliki Nadia untuk itu aku menyakinkan Nadia bahwa aku sangat mencintainya dan akupun mendapatkannya. Dan untuk sekarang aku pun akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi memilikiku."gerutu Rudi dalam hatinya.
Rudi pun terlihat memprihatinkan, bahkan Nyonya Utami dan Tuan Alexander pun tak bisa berbuat apa apa,mereka sedih melihat Rudi saat ini namun keduanya tak bisa melakukan apa apa karena kesalahan ada pada Rudi..
"Ayah.. Gimana dengan Rudi kenapa sikapnya semakin aneh Bunda takut mental Rudi akan terganggu." Nyonya Utami pun menitikan airmata..
Tuan Alexander pun hanya bisa menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..
"Kita tak bisa melakukan apa apa Bunda, ini kesalahan Rudi sendiri dan kita sebagai orang tua bisa apa? Kalau kita melawan Cakrawala grup itu tak mungkin karena Cakrawala grup adalah perusahaan yang besar dan kita bisa gulung tikar kalau melakukan itu." Tuan Alexander pun semakin dilema ada penyesalan dan rasa bersalah yang sulit untuk di ungkapkan...
__ADS_1