
Rudi pun merasa sangat kesal setelah dia bertemu dengan Nadia hatinya tak bisa menerima kenyataan setelah hampir tiga tahun dia terus mencari keberadaan Nadia tapi setelah mereka bertemu kembali ternyata Nadia telah bersama laki laki lain hal itu tentu saja membuat batin Rudi sangat hancur..
Rudi pun berteriak melepaskan semua yang sedang dia rasakan hatinya sungguh pedih namun dia tak bisa berbuat apapun untuk mengobati segala rasa di hatinya karena Rudi sadar semuanya terjadi atas kesalahan yang telah dia buat sendiri..
"Li kenapa kamu tak mau memberiku satu kesempatan lagi kenapa Li?" Rudi pun merasa down dan kini Rudi semakin terlihat sangat hancur..
Rudi pun pulang kerumahnya dengan keadaan yang sangat kacau dan juga Rudi terlihat sangat lusuh..
"Rudi apa yang telah terjadi kepadamu kenapa kamu terlihat sangat berantakan apa yang telah terjadi kepadamu??" tanya Nyonya Utami kepada sang putra..
Rudi pun hanya diam saja dia tak berkata apa apa hatinya masih belum bisa menerima semuanya dan kini dia benar benar sedang hancur..
"Rudi kenapa denganmu? Kenapa kamu diam saja? jangan bikin Bunda khawatir Rud?" tanya Nyonya Utami sembari menggoyahkan badan Rudi..
Rudi hanya menatap kearah sang Bunda dan kemudian memeluknya..
"Bunda... Rudi tadi bertemu dengan Lili dan Putriku Bunda?" ucap Rudi lirih..
Nyonya Utami langsung senang mendengar bahwa Rudi telah berhasil menemui Nadia apalagi Rudi menyebutkan tentang seorang cucu..
"Apa Rud Bunda punya cucu? Bunda punya cucu dari kamu dan Lili?" tanya Nyonya Utami dengan penuh kebahagiaan.
Rudi pun hanya mengangguk namun seketika airmatanya keluar membasahi kedua sudut pipinya .
"Bunda,,Lili tak mau memaafkanku dan dia juga melarangku untuk bertemu dengan Kayla Putri kandungku." ucap Rudi lirih..
Hati Nyonya Utami pun langsung terkulai mendengar bahwa Rudi telah memiliki anak dan kini Rudi di larang menemuinya oleh Nadia..
"Kenapa Rud bisa seperti Itu? Itu namanya sudah keterlaluan dia anakmu Rud dan kamu harus melakukan sesuatu untuk mengambil hak asuhnya? Dia juga akan menjadi pewaris semua kekayaan Nadia bukan?" ucap Nyonya Utami yang hanya memikirkan harta dan harta...
Mata Rudi langsung melebar mendengar ucapan sang Bunda yang menurutnya semakin memberikan beban buayanya..
__ADS_1
"Bunda ini bisa gak si jangan yang di pikirkan hanya harta dan harta. Rudi tahu Bunda Rudi tak pernah ada disaat mereka butuhkan apa pantas jika Rudi merebut hak asuh atas Kayla? Sedangkan sekarang Rudi dan Nadia sudah berpisah? Bunda juga seorang wanita apa pantas Bunda berfikir seperti Itu?" ucap Rudi sembari pergi meninggalkan Nyonya Utami yang masih mematung..
Apa yang di ucapkan oleh Rudi ada benarnya hal itu membuat Nyonya Utami menitikan airmata..
"Cucuku,seperti apa wajahnya? Aku sangat merindukannya dan aku ingin memeluknya?" ucap Nyonya Utami sembari menahan airmatanya.
""Penyesalan terberat adalah ketika telah kehilangan orang yang benar benar perduli dan menyayangi dengan sepenuh hati namun semuanya tak pernah di anggap ada dan nampak. Barulah terasa ketika Dia yang kamu sia siakan telah bahagia dengan pilihannya.""
Rudi pun masuk kedalam kamarnya dan melempar semuanya yang dia lihat. Rasa bersalah,menyesal dan juga rasa benci kepada dirinya sendiri membuat Rudi nyaris menjadi gelap mata.
"Hentikan Rudi apa yang tengah kamu lakukan?" teriak Tuan Alexander yang melihat Rudi hendak melompat dari balkon kamarnya..
Tuan Alexander dan Nyonya Utami pun langsung berlari untuk menghentikan tindakan bodoh yang akan dilakukan putra kesayangannya.
"Jangan hentikan aku Yah lebih baik aku tak ada di dunia ini lagi daripada aku harus melihat putri dan Lili bersama orang lain. Aku gak mau melihatnya biarkan aku pergi saja." ucap Rudi kekeh dengan aksi bodohnya..
Tuan Alexander langsung memberikan tamparan di pipi Rudi dengan keras..
"Sadar Rudi? Apa dengan kamu melakukan ini akan membuat Anak kamu dan Lili kembali? Apa dengan semua ini bisa membuat rasa di hatimu hilang kalau memang iya lakukanlah Ayah akan melihatnya." ucap Tuan Alexander dengan mata melotot..
Rudi pun mengurungkan niatnya dan tiba tiba saja langsung jatuh pingsan...
Di tempat lain Nadia terlihat murung setelah bertemu kembali dengan Rudi bukan karena dia ingin kembali namun Nadia takut jika Rudi akan mengambil Kayla darinya setelah tahu bahwa Kayla adalah putri kandungnya..
"Nad kamu kenapa kok diam saja? Apa kamu masih memikirkan Rudi? Gak apa apa kok jika memang hatimu masih ingin dengannya aku ikhlas." ucap Jeffry tiba tiba hal itu membuat Nadia langsung menatapnya dan kemudian menitikan airmata..
"Hei kenapa sekarang kamu menangis? Kamu kenapa? Ayo kamu cerita siapa tahu aku bisa membantumu?" ucap Jeffry sembari mengusap airmata yang membasahi kedua pipi Nadia..
Nadia langsung memeluk Jeffry dan kemudian menumpahkan segala rasa di hatinya..
"Mas aku hanya takut jika Mas Rudi akan mengambil Kay dariku? Dan tak pernah terlintas sedikitpun di benakku untuk kembali kepadanya aku mohon Mas jangan pernah berbicara seperti itu lagi aku gak suka."suara isak tangis Nadia pun semakin kencang..
__ADS_1
Jeffry pun merasa bersalah kepada Nadia karena tanpa dia sadari dia justru menambah rasa sakit di dalam hatinya..
"Maafkan aku ya Nad,kamu jangan khawatir aku akan melakukan apapun untuk menjaga kamu dan Kay dan akan aku pastikan bahwa Kay akan tetap bersama kita samapi kapanpun." Jeffry pun berusaha berjanji kepada Nadia agar Nadia merasa sedikit tenang...
Hati Nadia pun sedikit lega, Nadia tahu bahwa apapun yang di ucapkan oleh Jeffry tak akan pernah berdusta Jeffry pasti akan melakukan segala cara untuk menjaga dia dan Kayla..
"Terima kasih ya Mas kamu yang terbaik."Nadia pun mulai menghapus airmatanya dan kemudian tersenyum...
Jeffry pun senang karena pada akhirnya Nadia bisa tersenyum kembali dan bagi Jeffry senyuman Nadia adalah semangat untuknya..
"Kamu harus selalu tersenyum Nad jangan bairkan kesedihan menyelimuti hatimu karena kamu tahu sedihmu adalah sedihku." Jeffry pun memeluk Nadia untuk pertama kalinya.
Nadia pun merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dan kini keduanya pun terlihat sangat serasi..
"Bunda kenapa peluk Daddy aku? Daddy hanya punya aku?" ucap Kayla sembari menarik lengan baju sang Bunda..
Nadia pun sadar bahwa disana ada Kayla putrinya dan Nadia pun melepaskan pelukannya..
"Maaf ya sayang Bunda gak ambil Daddy kok tapi Bunda hanya pinjam Daddy sebentar saja? apakah Kayla menyayangi Daddy?" tanya Nadia sembari tersenyum..
Kayla pun mengangguk dan kemudian tersenyum..
"Kay sayang Daddy karena Daddy adalah segalanya." ucap Kayla dengan polosnya.
Nadia dan Jeffry pun sama sama tertawa namun di balik tawa Nadia tersimpan luka yang pedih bagaimana jadinya jika suatu saat nanti Kayla tahu bahwa Ayah kandungnya masih hidup dan dia ada apakah Kayla akan membencinya karena telah memisahkannya dengan sang Ayah?
"Kamu kenapa lagi?" ucap Jeffry saat melihat Nadia diam saja..
Jeffry pun kini sedang memeluk Kayla dan tersenyum..
"Daddy juga sayang banget sama Kay, Kay dan Bunda adalah segalanya buat Daddy." ucap Jeffry sembari tersenyum...
__ADS_1
Kayla pun menjadi kesal karena Daddy-nya juga menyayangi sang Bunda..
"Daddy gak boleh sayang Bunda,Daddy hanya boleh sayang sama Kay." ucap Kayla membuat Nadia yang tadinya murung langsung tertawa...