
aktivitas seperti biasa selalu bersama orang tuaku pagi-pagi menyiapkan sahurnya kebangunkan orang tuaku untuk bertahun hari ini agak telat biar mendaku terlalu lelah dan aku juga merawat orang tua bukan hal yang gampang untuk semua orang ada yang merasa biasa saja ada yang merasa pribadi kondisi pun tak sama orang tua kami Dan orang tua lainnya orang tua kami punya sifat yang keras jadi merawatnya harus dengan penuh bersaudara tapi keberadaanku di sini aku menjauhi untuk lepas kontak memang sengaja aku tidak mau menghubunginya saya pikir dia mengerti tapi pikiranku salah, terdengar suara saya kamu lagi apa dan aku boleh ternyata anak dari mbakku, emangnya berbicara panjang lebar karena kami tidak pernah berjumpa saat itu terpisah jarak dan waktu yang selalu membuat kita tidak pernah berjumpa ya almarhumah adalah ponakan dari umi atau orang tuaku yang dua bulan lalu telah meninggalkan kami semuanya dan hubunganku dengan suamiku saat ini agak renggang karena setelah orang pertama yang menghianati ternyata ada beberapa lagi langsung aja membuat permasalahan di dalam rumah tangga kami apa tujuan mereka pun saya tidak mengerti, tiba-tiba suamiku menelpon berdiri dengan suara telepon halo apa kabar, saya baik seperti berangkat saat ini pun saya baik tiada masalah buat saya apapun yang menghalangi keadaan saya emangnya kenapa, saya bertanya tentang keadaanmu memang ada salah dengan pertanyaan saya saya bertanya kenapa sih kamu keadaan aku seperti itu tidak kangen kau merindukan aku kasih sayangku melayaniku agar engkau sudah ada yang lain di hatimu sehingga engkau sudah tidak memperdulikan aku lagi, kenapa engkau bertanya seperti itu terhadap aku bukan sebaliknya di hatimu sudah ada banyak wanita yang mengelilingi kamu jangan bertanya mengapa dan kenapa apa yang terjadi ini terhadap aku saat ini aku it's oke dan aku selalu belajar dari apa yang kau lakukan terhadap aku engkau bersifat acuh tak acuh ketika ada wanita lain di dalam hatimu engkau sibuk dengan wanita lain chatting-an sedangkan saat itu aku sibuk mencari kerja untuk kebutuhan kita sehari-hari kamu tahu hujan aku lampaui sampai air mata anakmu menetes kita pak kasihannya seorang mama yang berjuang untuk anaknya dan keluarganya gimana perasaanmu saat itu di mana hatimu di mana rasa simpatimu terhadap aku yang selalu berharap kebaikan dalam berumah tangga apa salahku apa dosaku sehingga berbuat seperti itu terhadap aku bukan kang engkau yang meminta hubungan ini supaya menjadi baik kita akan menjadi yang lebih baik apa salahku apa, kamu jangan selalu kaku terhadap aku aku ini suamimu aku ini imanmu yang harus engkau hormati apa yang aku ucapkan, tiba-tiba ada suara itu kan pintu dari luar rumah ternyata tetangga sebelah mendatangi aku dan memberikan sesuatu untuk berbuka puasa sehingga percakapan kami terputus walaupun hanya lewat chattingan lewat telepon tapi suami saya berusaha untuk memperbaiki dirinya, assalamualaikum mbak waalaikumsalam lagi masak apa nih untuk berbuka puasa ah ini mau masak opor kesukaan bapak sama Ibu nanti untuk berbuka puasa dan ibu kan tidak minum es jadi aku nggak menyiapkan es karena kondisi Ibu kurang baik makasih ya Mbak udah dianterin makanan saya belum bisa membalas apapun untuk Mbak oh ya sama-sama.