
Lili pun menghapus airmatanya dan kemudian pergi meninggalkan rumah yang telah begitu menyakiti hatinya. Dia lebih memilih untuk meninggalkan semuannya dan kini Lili akan berusaha untuk keluar dari keterpurukannya.
Lili melepaskan segala tangisnya dan kemudian pulang kerumah kedua orang tuanya...
Sesampainya di rumah orang tuanya Lili langsung menangis sesegukan mencurhakan segala rasa di hatinya kepada kedua orang tuanya...
"Ayah.. Bunda maafkan Nadia." ucap Lili sembari memeluk sang Bunda..
Nyonya Jenifer dan Tuan Anggara pun bingung melihat Lili begitu terpuruk..
"Sayang kamu kenapa? Kenapa kamu menangis dan kenapa juga kamu kesini membawa koper?" tanya Nyonya Jenifer sedikit cemas melihat kondisi sang putri..
"Ayah maafkan Lili,dulu Lili mengabaikan ucapan Ayah." ucap Lili di sela isak tangisnya.
Tuan Anggara pun bingung dengan maksud sang putri belum juga dia bertanya tiba tiba saja Wisnu keluar dari dalam kamarnya..
"Ayah.. Bunda.. Rudi laki laki sialan itu dia berselingkuh dan parahnya lagi mereka menuduh bahwa Lili lah yang berselingkuh? Ayah tahu siapa selingkuhan Rudi?Dia adalah Andini sahabat baik Lili yang Ayah angkat derajatnya namun dia justru memberikan luka yang begitu parah pada Lili." terang Wisnu hal itu tentu saja membuat Tuan Anggara meradang..
"Berani beraninya mereka menyakiti putri kesayanganku mereka akan menyesal telah melakukan ini.."teriak Tuan Anggara dengan sangat lantang.
Lili pun menatap kearah Wisnu karena telah membuat sang Ayah benar benar begitu emosi..
"Nad maafkan Mas Wisnu ya,tapi Mas cuma mau kamu mendapatkan keadilan? Bagaimana bisa mereka membuangmu begitu saja dan sebagai seorang kakak Mas sungguh tak rela melihat kamu di sakiti seperti ini." jelas Wisnu hal itu membuat Lili menangis terharu...
Lili pun tersenyum sembari menangis..
"Terima kasih ya Mas karena Mas paling mengerti aku,aku bersyukur memiliki Mas sekarang!" ucap Lili sembari tersenyum..
Wisnu pun mendekati Lili lalu mengacak rambutnya.
"Jangan cengeng kamu masih memiliki keluarga yang begitu mencintaimu kamu gak mau kan melihat Ayah dan Bunda sedih." ucap Wisnu lirih...
Tuan Anggara yang tadinya emosi pun menjadi sedikit lembut melihat pemandangan yang begitu dia rindukan di mana anak kandungnya mendapatkan kasih sayang yang benar benar tulus dari kakak angkatnya.
__ADS_1
"Ayah senang melihat ini,Nad kamu mau bagaimana selanjutnya?" tanya Tuan Anggara mencoba bersikap lembut dan juga tenang walaupun pada awalnya hatinya begitu terluka melihat airmata sang putri..
Nadia pun tesenyum...
"Ayah dan Bunda sebentar lagi akan menjadi kakek dan nenek." ucap Nadia sembari mengelus perutnya yang masih rata..
Nyonya Jenifer pun langsung menatap Nadia dia tak percaya dengan apa yang dia dengar bahwa dirinya akan segera menimang cucu..
"Apa sayang kamu serius?" tanya Nyonya Jenifer sembari memeluk Nadia..
Nadia pun hanya mengangguk dan kemudian membalas pelukan hangat sang Bunda..
"Iya Bunda sekarang Nadia sedang mengandung, dan Nadia ingin membawa pergi jauh anak ini dari laki laki yang tak memiliki perasaan itu. Aku ingin kelak anakku hanya akan mengenal aku sebagai orang tuanya." ucap Nadia dengan raut wajah yang penuh dengan kekecewaan..
Airmata Nyonya Jenifer pun tumpah setelah mendengar ucapan Nadia sebagai seorang Ibu Nyonya Jenifer sangat paham dengan perasaan yang sedang melanda Nadia saat ini...
"Kamu boleh kemana saja yang kamu mau Nad,bukankah kita memiliki banyak perusahaan di luar negri. Lagi pula pendidikanmu sangat tinggi dan kamu adalah penerus Cakrawala grup dan Ayah minta kamu harus mulai belajar dari sekarang. Kamu bisa belajar dengan Mas Wisnu."ucap Tuan Anggara sembari menatap mata sang putri..
Nadia pun masih terdiam karena lamban laun Nadialah pewaris semua kekayaan Cakrawala grup walaupun ada Wisnu namun Wisnu hanya seorang anak angkat dan Wisnu juga keberatan jika harus mengurus semua hak milik Nadia karena menurutnya Nadia lah yang pantas menggantikan posisi Anggara Pramudibyo sebagai pewaris tunggal Cakrawala grup....
"Tapi Ayah kan ada Mas Wisnu yang bisa menggantikan posisi Ayah kelak." ucap Nadia sembari menundukkan kepalanya..
Wisnu pun menatap kearah Nadia dia tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh adiknya itu..
"Enggak Nad itu hak kamu,Mas hanya akan membantu saja. Lagipula Mas sudah senang dengan posisi Mas sekarang." ucap Wisnu lirih..
Tuan Anggara pun tersenyum..
"Kalian gak perlu saling memojokan satu sama lain, Wisnu juga akan mendapatkan hak yang sama seperti Nadia jadi Ayah minta kamu Wisnu kamu harus menjaga dan melindungi adikmu." perintah Tuan Anggara kepada Wisnu yang hanya di jawab dengan sebuah anggukan...
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Pada keesokan harinya Rudi merasakan kesedihan di dalam hatinya atas peristiwa yang menimpanya dimana dia merasa di khianati padahal dirinya sendiri yang telah mengkhianati kesucian pernikahan mereka..
__ADS_1
"Li dimana kamu sekarang? Li aku merindukanmu dan aku membutuhkanmu?" ucap Rudi dalam hatinya kini kamar yang kemarin masih terlihat ramai dengan kehadirin Lili yang selalu sibuk mondar mandir setiap pagi hanya untuk memastikan semua keperluan Rudi kekantor namun kini kamar itu serasa sepi bagaikan di dalam penjara..
Rudi pun menatap kearah nakas di bukanya buku harian milik Lili dan dari sana Rudi tahu bahwa selama ini Lili telah mengetahui bahwa Rudi telah berselingkuh bahkan dengan sahabatnya sendiri..
"Apa jadi Dini adalah sahabatnya Lili? Dan ini apa?" Rudi pun kaget ketika melihat sesuatu sebuah foto keluarga yang menunjukan Lili begitu dekat dengan pengusaha sukses Anggara Pramudibyo..
Rudi pun hanya bisa menatap foto Lili dan ada sedikit penyesalan yang kini menghiasi relung hatinya..
Sementara itu Nadia atau Lili kini memutuskan untuk meninggalkan Indonesia,Nadia lebih memilih untuk tinggal di Melbourne Australia untuk membesarkan anak yang ada di dalam kandungannya.
"Kamu hati hati ya disana,Bunda dan Ayah beserta Mas Wisnu akan mengunjungimu setiap Minggu,kamu juga harus menjaga baik baik calon cucu Bunda." ucap Nyonya Jenifer sembari memeluk Nadia dengan sangat erat..
Nadia pun tesenyum dan mengangguk kemudian mereka pun berpisah Nadia dan Wisnu berangkat ke Melbourne Australia.
Selama di dalam pesawat Nadia terdiam saja tanpa berkata apa apa hal itu membuat Wisnu pun bertanya..
"Hei are you oke?" tanya Wisnu sedikit cemas melihat Nadia yang nampak sedih....
Nadia pun menatap kearah Wisnu sembari menitikan airmata..
"Mas nanti jika anak ini sudah lahir dan dia menanyakan Ayahnya aku harus menjawab apa?" tanya Nadia sedikit gusar..
Wisnu pun tersenyum..
"Suatu saat nanti anak kamu akan mengerti dan bukankah masih ada aku? Biarkan nanti kalau anak yang ada di dalam kadunganmu sudah lahir bairkan dia menganggapku sebagi Papa untuknya." ucap Wisnu sedikit membuat Nadia tenang..
Sesampainy di Melbourne Australia Nadia dan Wisnu langsung pergi menuju apartemen mewah milik Cakrawala grup..
"Li ini apartemen kamu jika kamu perlu sesuatu nanti kamu tinggal bilang saja sama Mas ya."ucap Wisnu sembari tersenyum..
Nadia pun mengangguk dan nampak senang berada di apartemen baru miliknya dan suasana disana membuatnya sedikit tenang..
"Terima kasih Mas Wisnu you the best." ucap Nadia sembari memeluk kakak angkatnya itu.
__ADS_1
Jantung Wisnu pun berdetak sangat kencang mendapatkan pelukan dari Nadia pasalnya ini yang pertama mereka kontak secara fisik...