Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 10


__ADS_3

Setelah lelah jalan jalan Intan pun mengajak Tegar untuk pulang "Pulang yuk aku udah capek nih lagian hari juga mulai gelap" ajak Intan.


"Hmm... oke deh, kamu naik apa kesini?" jawab Tegar lalu bertanya.


"Aku kesini jalan kaki kan deket" jawab Intan.


"Yaudah aku anter ya biar tau rumah kamu sekalian kenalan sama orang tua kamu" ucap Tegar.


"Apa gak ngerepotin kan gak searah" jawab Intan.


"Enggak kok, apa sih yang nggak buat kamu" ucap Tegar menggoda Intan.


"Uchhh... sosweet" ucap Intan sambil tersenyum.


"Udah ayo ke parkiran buat sambil sepeda motorku" ucap Tegar sambil menarik tangan Intan.


Sesampainya di parkiran Tegar langsung menaiki sepeda motornya dan menyuruh Intan naik ke belakangnya.


"Ayu naik" perintah Tegar pada Intan.


"Iyaa" jawab Intan sambil naik ke belakang Tegar.

__ADS_1


Tegar pun langsung melajukan sepeda motornya ke rumah Intan. Sesampainya di rumah Intan Tegar langsung memarkirkan sepeda motornya di garasi. Intan pun langsung turun dan mengajak Tegar untuk masuk ke rumahnya.


"Ayok masuk ngapain di situ" ajak Intan


"Oh iya... gapapa kan aku masuk" Tanya Tegar sambil turun dari sepeda motornya.


"Gapapa lah ngapain gak boleh" jawab Intan.


"Oke deh" ucap Tegar sambil berjalan menuju pintu masuk dan melepas sepatunya.


Mereka berdua pun masuk dan Intan pun mempersilahkan Tegar untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu, "Kamu duduk di sini dulu ya aku buatin minuman sama aku panggil in Mamaku" perintah Intan.


Intan pun berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk Tegar, setelah selesai membuat minuman, dia pun membawa minuman tersebut ke ruang tamu untuk menyajikannya pada Tegar.


"Nih minum dulu aku yang buat" ucap Intan.


"Oke... mana Mamamu katanya kamu panggil in" ucap Tegar.


"Bentar ini mau aku panggil, tadi aku buat in kamu minum dulu biar gak kehausan" ucap Intan dengan nada lembut.


"Yaudah panggil gih biar aku cepet kenal trus pulang ke rumah udah mulai gelap nih aku belum mandi" ucap Tegar.

__ADS_1


"Ya mandi aja di sini gapapa kok" ucap Intan sambil berjalan pergi untuk memanggil Mamamya.


Sesampainya Intan di kamar Mamanya dia melihat bahwa Mamanya sedang duduk di tepi ranjang, Intan pun langsung menyapa Mamanya "Hai Ma..." sapa Intan.


"Eh kamu Tan... udah pulang? ada apa kesini biasanya langsung ke kamar" ucap ibu Esti Mamanya Intan.


"Hmm.... anu Ma ada temen laki-lakiku mau berkenalan sama Mama" ucap Intan.


"Temen apa pacar hayoo" ucap Mama Intan sambil tersenyum.


"Hmm... sebenarnya pacar sih Ma baru tadi jadian" ucap Intan jujur.


"Terus kenapa tadi kok ngomong temen?" tanya Mama Intan.


"Takut aja Mama marah kalau tau Intan pacaran, kan selama ini Mama gak ngebolehin Intan pacaran dan ini pertama kalinya aku pacaran" ucap Intan sambil tertunduk.


"Tann... Mama itu ngelarang kamu bukan tanpa maksud, Mama itu tidak mau kamu salah bergaul, tapi kini kamu sudah dewasa dan kamu sudah mengerti apa yang baik dan apa yang tidak baik buat kamu jadi sekarang Mama ijin in kamu berpacaran asalkan tidak aneh aneh" ucap Mama Intan sambil berjalan mendekati Intan dan memegang bahu Intan.


"Iya Ma Intan paham" ucap Intan dengan wajahnya yang masih tertunduk.


"Yaudah mana pacar kamu Mama akan temui dia dan Mama akan minta dia untuk selalu melindungi, menjaga, serta menyayangi kamu" ucap Mama Intan sambil mengajak Intan keluar dari kamar untuk menemui Tegar pacar Intan.

__ADS_1


__ADS_2