Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 8


__ADS_3

Intan pun langsung tersenyum bahagia karena dia takut kalau Tegar dikeluarkan dari sekolah "jujur sebenarnya aku itu suka kamu Gar tapi aku malu buat bilang" ucap Intan dalam hati.


"Nah gitu dong senyum kan cantiknya kelihatan, kalau nangis gak kelihatan cantiknya" ucap Tegar dengan tersenyum karena melihat Intan sudah berhenti menangis.


"Ihhh.. apaan sih kamu ngegombal aja deh" jawab Intan sambil tersenyum malu.


"Dih dari tadi kalian mesra mesraan mulu jadi iri aku ngeliatnya, habisnya tiap hari cuma liat orang mesra mesraan terus sih" ucap Viana memecahkan kemesraan Tegar dan Intan.


"Makannya cari dong kamu masa seorang Viana gak bisa nyari cowok dalam waktu beberapa hari disekolah sebesar dan terfavorit seperti ini?" Tanya Tegar sambil meledek Viana yang tengah cemberut.


"Emangnya nyari cowok segampang nyari tempat makan apa? Lagian masih berapa hari sih aku disini itu pun aku gak kemana mana, keluar cuma suruh ngeliat kalian bermesra mesraan doang" ucap Viana sambil merasa kesal.


"Hmm... yaudah deh mulai sekarang aku gak ngajak kamu lagi, lagian kan kamu sendiri yang mau ikut aku gak maksa" ucap Tegar.


"Ya kan kalau ikut kamu makan gratiss hehehe" jawab Viana sambil tertawa.


"Hadeh.... yaudah mulai sekarang kita bareng ke kantin setelah aku selesai membayar kita pisah tempat aku sama Intan kamu terserah mau kemana" ucap Tegar membuat perjanjian antara dia dan Viana.


"Oke deal" jawab Viana kegirangan.


"Hadeh Viana... Viana masalah makan, uang, sama gratisan aja kamu cepet banget nyautnya" ucap Intan meledek Viana.

__ADS_1


"Biarin wlek" jawab Viana singkat.


"Udah udah aku laper nih mana makanan yang aku suruh beli tadi?" Ucap Tegar menanyakan makanan yang dimintanya untuk dibelikan tadi sebelum dia ke ruang guru.


"Oh iya itu dimejaku" jawab Intan lalu berjalan menuju mejanya dan mengambil makanan yang dia belikan untuk Tegar.


Intan pun segera duduk dan membuka bungkus makanan yang dia beli tadi lalu menyuruh Tegar untuk duduk di sebelahnya "Duduklah disini" ucap Intan sambil menunjuk kursi yang ada disebelahnya untuk Tegar duduk.


Tegar pun langsung menuruti perintah Intan dan duduk disebelah Intan. "Sini makanannya aku udah laper nih" ucap Tegar Yang meminta makanannya.


"Udah kamu duduk aja aku suapin" ucap Intan.


Tegar pun menuruti saja kemauan Intan bagaimana.


"Heiiii... itu kan minumku kenapa diminum?" teriak Viana pada Tegar.


"Aku haus habis makan" jawab Tegar singkat.


"Kan bisa minta ke Intan masa punyaku juga yang diambil?" ucap Viana dengan muka cemberut.


"Ishhh... kamu ini bilang dong kalau haus nih punyaku juga ada" ucap Intan memarahi Tegar.

__ADS_1


"Hmmmm... iya iya" balas Tegar pada Intan.


"Yaudah minta maaf sekarang ke Viana!!!" perintah Intan.


"Na... aku minta maaf ya udah lancang" ucap Tegar meminta maaf pada Viana.


"Hmm... ya aku maafin tapi gausah diulangi" ucap Viana sambil melotot.


Setelah selesai semua Tegar tetap duduk dikursi dimana dia makan tadi sambil melihat Intan yang duduk disebelahnya. "Kamu cantik Tan, aku suka kamu walaupun baru beberapa hari kita bersama tapi aku sudah nyaman sama kamu" ucap Tegar dalam hati.


"Ngapain kamu liatin aku?" Tanya Intan memecahkan lamunan Tegar.


"Enggak kok cuma suka aja liat kamu mungkin aku suka kamu" ucap Tegar tanpa sengaja keceplosan.


"Ha? apa kamu bilang tadi?" ucap Intan menanyakan perkataan Tegar yang barusan diucapkannya untuk memastikan.


"Ehhh... enggak kok enggak apa apa" jawab Tegar kaget dan panik karena keceplosan.


"Aku denger kok ucapan Tegar barusan, dia suka kamu makannya dia liatin kamu terus dari tadi" ucap Viana membeberkan semuannya.


"Apaan sih" ucap Tegar mengalihkan perhatian.

__ADS_1


"Gapapa kok jujur aja" ucap Intan.


"Enggak kok" ucap Tegar menutupinnya. Tegar akan mengungkapkan perasaan yang ada dihatinya untuk Intan namu tidak sekarang dia masih mencari waktu yang tepat untuk mengucapkan itu semua.


__ADS_2