Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 15


__ADS_3

"Owhh itu... ya mungkin dia iri kali sama kita ahahaha" ucap Intan sambil ketawa.


"Ahhh sudahlah yuk ke toko pakaian buat beli baju ganti untukmu" ucap Tegar.


"Oke dehh berangkatt" ucap Intan menurut pada Tegar.


Sesampainya di toko pakaian Tegar langsung mengajak Intan masuk untuk memilih pakaian yang dikiranya pas dan cocok untuk dia. Intan pun langsung mencari dan memilih baju yang cocok, setelah menemukan sepasang pakaian, Intan pun langsung mencobanya dan menunjukkannya pada Tegar untuk meminta saran darinya.


"Ini gimana Yank? Bagus nggak?" ucap Intan setelah keluar dari tempat berganti.


Tegar yang melihat Intan langsung terkejut "Wow... kamu cantik banget Yank" ucap Tegar.


"Ahh kamu bisa aja ngegombalnya" ucap Intan sambil menutupi wajahnya yang kemerahan karena dipuji oleh Tegar.


"Loh beneran kok kamu cantik banget pakai itu" ucap Tegar sambil terus menatap Intan.


"Yaudah kalau gitu ini aja ya" ucap Intan sambil tersenyum.


"Ya terserah kamu" ucap Tegar.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu aku ganti dulu ya" ucap Intan sambil berbalik dan berjalan menuju kamar ganti tadi.


Setelah Intan selesai berganti pakaian mereka pun langsung ke kasir dan Tegar langsung membayar semua yang dibawa oleh Intan. Selesainya membayar mereka langsung berangkat menuju rumah Tegar, sesampainya di rumahnya Tegar pun memarkirkan sepeda motornya di garasi dan langsung mengajak Intan masuk. Setelah membuka pintu Tegar dan Intan pun langsung disambut oleh Ibu Nunik Mamanya Tegar di sofa yang ada didalam ruang tamu.


"Ahh Mama udah disitu aja, lagi apa Ma?" ucap Tegar basa basi pada Mamanya.


"Ya terserah dong mau dimana aja lagian Mama kan lagi nunggu calon mantu" ucap Ibu Nunik sambil celingukan, "Loh mana? Katanya mau diajak kesini, kamj bohong ya" ucap Ibu Nunik lagi menanyakan Intan, karena Intan belum kelihatan.


"Enggak aku nggak bohong" ucap Tegar pada Mamanya, "Eh Yank sini ayo masuk" ucap Tegar pada Intan sambil menarik tangan Intan.


"Iya iya ahh aku masih ngilangin ragu ini" ucap Intan sambil mengambil nafas dalam dalam lalu menghembuskannya.


"Ehhhh.... sore juga cantikk" ucap Ibu Nunik sambil tersenyum lebar, "Sini masuk duduk disebelah Tante" ucap Bu Nunik sambil menepuk sofa kosong disampingnya dengan maksud menyuruh Intan duduk disitu.


"Hehe... iya Tante" ucap Intan sambil berjalan mendekati Bu Nunik dan duduk di sebelahnya.


"Nama kamu siapa cantik" ucap Bu Nunik sambil tersenyum.


"Nama saya Intan Tante" ucap Intan lembut.

__ADS_1


"Owhhh... jangan dipanggil tante dong, panggil saja Mama seperti biasanya Tegar manggil" ucap Bu Nunik.


"Emang boleh Te? Eh... Ma?" ucap Intan masih kaku untuk memanggil Bu Nunik dengan sebutan MAMA.


"Boleh kok kan kamu sekarang pasangannya Tegar jadi boleh aja" ucap Bu Nunik.


Sembari Mamanya dan Intan mengobrol Tegar langsung berjalan menuju kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya dikasur.


"Ahhh akhirnya bisa rebahan juga" gumam Tegar sambil menghembuskan nafasnya.


Tak lama kemudian pintu kamar Tegar pun ada yang mengetuk, "Tok.... Tok.... Tok.... " suara pintu itu.


"Uhhh siapa sih yang ngetuk ganggu aja" gumam Tegar.


Tegar pun langsung berjalan dan membuka pintu kamarnya itu dan dia pun terkejut lagi karena Intan yang mengetuk pintu itu, "Ngapain kesini?" tanya Tegar.


"Tadi aku disuruh kesini sih sama Mama kamu soalnya kamar dirumah ini sudah penuh katanya" ucap Intan sambil nyelonong masuk.


"Owh gitu yaudah" ucap Tegar sambil menutup pintu kamarnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2