
Setelah itu mereka keluar dari kelas menuju luar sekolah untuk menunggu jemputan masing masing. Saat itu Intan sudah ditunggu oleh sopirnya didepan sekolahan jadi Intan langsung berpamitan pada Viana dan juga Tegar.
"Eh... aku udah dijemput nih aku duluan ya" ucap Intan sambil berjalan ke arah mobilnya.
"Iya Intan hati hati ya." balas Viana pada Intan
Setelah kepergian Intan kini tinggallah Tegar dan Viana yang belum dijemput, mereka duduk didepan halaman sekolah sambil melihat lihat sekelilingnya.
Tak lama kemudian mobil jemputan Tegar datang dan sopirnya pun turun membukakan pintu untuknya.
"Gak mau nebeng nih?" tanya Tegar pada Viana memberi tawaran.
"Ngerepotin gak nih?" tanya Viana balik.
"Yaelah rumah sebelahan aja ngerepotin gimana coba?" jawab Tegar sambil ketawa.
"Siapa tau gak ikhlas gitu" jawab Viana sambil cemberut.
"Udah lah naik aja daripada nunggu kelamaan disini" perintah Tegar pada Viana yang dari tadi masih duduk ditempat nunggu.
"Iya deh iya" jawab Viana sambil berjalan dan masuk menuju mobil Tegar.
Setelah sampai dirumah Tegar, Viana langsung turun dan mengucapkan terima kasih pada Tegar.
__ADS_1
"Makasih ya Gar.." ucap Viana berterima kasih
"Iya sama sama Vi.." jawab Tegar
Setelah itu Tegar masuk kerumah dia melepas sepatu melepas baju lalu membaringkan tubuhnya diatas sofa yang ada diruang tamu. Dia merasa suntuk karena tidak ada teman yang bisa diajak bicara dirumahnya. Sehingga dia memutuskan untuk pergi jalan jalan ke taman kota.
Di taman dia jalan jalan sambil olahraga melepas kesepiannya. Saat dia jogging mengelilingi taman dia melihat sosok wanita yang rasanya dia kenal, tak lama kemudian dia mencoba mendekati wanita itu yang tak lain adalah Intan.
"Loh Intan..." sapa Tegar pada intang yang tengah jogging juga.
"Eh.... Tegar, ngapain disini?" jawab Intan kaget karena tiba tiba Tegar menyapanya.
"Hmm.... ya olahraga lah mau ngapain lagi?" ucap Tegar dengan sedikit nyinyir.
"Uluh jangan marah dong." rayu Tegar.
"Tau ah capek.." jawab Intan sambil berhenti lalu duduk di tempat duduk yang tersedia.
Saat Intan berhenti dari joggingnya Tegar pun juga berhenti lalu duduk disebelah Intan. Lalu dia membuka botol minum yang dari tadi dibawanya lalu dia meminum minuman itu. Dia melihat Intan yang kelelahan dan kelihatan haus Tegar pun menawarkan minumannya itu pada Intan.
"Nih minum aku tau kamu haus dan capek" ucap Tegar pada Intan sambil memberikan botol minumnya.
"Oh.. makasih" jawab Intan sambil menerima botol minuman yang diberikan oleh Tegar.
__ADS_1
"Eum.. btw kamu tiap hari jogging disini ya?" tanya Tegar sedikit kepo tentang keseharian Intan.
Intan pun berhenti minum dan menjawab pertanyaan Tegar "Hmm... iya sih kalau gak kepentok jadwal sekolah" ucap Intan sambil menutup botol minuman.
"Owh.. gitu ya" ucap Tegar sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Iya... eh ngomong ngomong Viana itu tetanggamu ya?" tanya Intan pada Tegar sedikit kepo
"Iya.. dia sahabatku dari kecil sampai sekarang, dan cuma dia saja yang tau betul sifatku" ucap Tegar menjelaskan.
"Owh... gitu, eh ngomong ngomong boleh minta nomor handphone gak?" tanya Intan sedikit ragu karena gengsi.
"Boleh lah ngapain nggak boleh masa temen mau punya nomor handphonku aku larang sih" ucap Tegar dengan sedikit menahan tawa
"Ya mungkin kalau nomor handphone kamu gak mau kamu sebar sebarin kan bisa jadi, makanya aku tanya!" ucap Intan sedikit malu.
"Nggak kok, nomor handphone mah ya siapa yang minta aku kasih, yaudah cepet catet nomor handphone ku!" perintah Tegar pada Intan dan Intan pun segera mengeluarkan ponselnya untuk mencatat nomor handphone Tegar.
Setelah mendapatkan nomor handphone Tegar, Intan berpamitan pada Tegar untuk pulang karena hari sudah mulai gelap.
"Eh.. udah mulai gelap nih aku pulang dulu ya takut dicariin" ujar Intan berpamitan pada Tegar.
"Iya... aku juga mau pulang kok sampai ketemu besok ya disekolah" jawab Tegar sambil berdiri dan berjalan menuju tempat parkir sepeda motor.
__ADS_1