Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 7


__ADS_3

Saat Tegar sampai diruang guru, semua guru memandang kearah Tegar. "Ngapain dia kesini? Biasanya murid yang kesini adalah murid yang bermasalah, apa mungkin dia ada masalah?" bisik salah seorang guru kepada guru yang lain.


"Sini kamu duduk disini!!!" perintah guru yang menyuruh Tegar untuk keruang guru untuk menemui beliau.


"Oke" jawab Tegar singkat.


Setelah Tegar duduk guru itu pun langsung memarahi Tegar dan mengancam akan mengeluarkan Tegar dari sekolahan.


"Kamu itu ya dibilangi guru malah ngelawan mau jadi apa kamu? Masih jadi murid baru aja udah terlambat masuk kelas udah gitu dimarah i bukannya minta maaf tapi malah ngelawan mau dikeluarkan kamu?" ancam guru itu sambil marah dan perkataan yang keluar dari mulutnya itu pun terdengar oleh semua guru.

__ADS_1


"Hmmm... kan dari awal saya sudah bilang, bahwa saya tidak terlambat namun anda saja yang masuk kelas lebih cepat, saya kan sampai dikelas pukul 09.35 sedangkan pelajaran dimulai pukul 09.40 jadi kan saya tidak terlambat" ucap Tegar menjelaskan.


"Kamu kok masih ngeyel banget sih dibilangi salah gak mau disalahin, eh bapak ibu guru ini nih contoh murid yang kurang ajar ngelawan sama guru" ucap guru itu sambil mengumumkan kepada rekan rekan guru.


"Emmm... Bu apakah anda yakin bahwa anda benar? Karena saya tadi melihat anda pukul 09.30 sudah berjalan kekelas itu untuk mengajar padahal waktu istirahat masih tersisa sekitar 10 menit, dan saya tadi juga melihat bahwa anda memarahi murid yang duduk dibangku, depan entah kenapa anda begitu marah, namun jika anda memarahi murid murid dengan alasan mereka telat itu salah besar karena saat saya lewat depan kelas tempat anda mengajar jam masih menunjukkan pukul 09.35" ucap salah satu guru yang ada didalam ruangan itu.


"Jadi kamu membela murid ini?" Tanya guru itu sambil melotot kearah rekannya yang bicara tadi.


"Emang siapa dia? Dia adalah murid biasa seperti yang lainnya dan saya berhak untuk marah kepada murid ini" tanya guru yang mempunyai masalah dengan Tegar sambil matanya melotot memandang kearah rekannya tadi.

__ADS_1


"Emmm... Bu dia itu adalah anak dari bapak kepala sekolah disini jangan macam macam dengan dia karena ada saksi mata yang melihat bahwa anak ini salah atau tidak, apalagi anda tadi mengancamnya untuk dikeluarkan dari sekolahan bisa bisa anda sendiri yang diberhentikan menjadi guru ditempat ini" jawab rekannya itu.


Guru yang tadinya marah marah pada Tegar kini langsung terdiam dan meminta maaf lalu menyuruh Tegar untuk kembali kekelas, "Maaf ya nak saya yang salah tidak melihat jam sekarang kamu boleh kembali kekelas kamu" ucap guru itu sambil menahan rasa malu atas semua yang dilakukan.


"Hadeh... yasudahlah" jawab Tegar sambil berdiri dan langsung berjalan keluar menuju kelas.


Dikelas sudah ada Intan dan Viana yang menanti kedatangan Tegar, sesampainya Tegar dikelas, Intan langsung memeluk Tegar dengan air mata yang mengalir dipipinya. Dengan air mata yang mengalir dia pun bertanya "Apakah kamu akan dikeluarkan dari sekolah ini? aku tidak mau kehilangan sosok seperti kamu" tanya Intan dengan terus menangis.


"Tenang aja aku gak bakal dikeluarin kok dari sekolah ini, karena ada guru yang melihat pukul berapa kita kembali kekelas jadi aku tak bersalah, dan sebenarnya sih aku adalah anak dari kepala sekolah disini" jawab Tegar sambil memeluk Intan balik.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Intan kaget dan melepaskan pelukannya dari Tegar.


"Iyaa beneran... udah jangan nangis aku tetep disini kok bersama kamu" jawab Tegar sambil mengusap air mata yang ada dipipi Intan.


__ADS_2