
Setelah itu mereka pun kembali kekelas untul mengikuti pelajaran selanjutnya. Ketika sampai dikelas mereka melihat bahwa sudah ada guru yang duduk dikursi, mereka pun langsung bergegas duduk ketempat mereka masing masing. Setelah mereka duduk dibangku masing masing guru itu pun mulai bertanya kepada Intan, Tegar, dan Viana. "Dari mana kalian kok baru kembali kekelas?" Tanya guru itu kepada mereka bertiga. "Jawab!!!" gertak guru itu.
"Emm... Emm.. Dari anu Bu" jawab Intan dengan ekspresi ketakutan.
"Anu apa jawab cepat!!!" gertak guru itu lagi dihadapan Intan dan Viana.
"Bu... Bu... jangan marah i mereka ini semua salahku, aku yang mengajak mereka untuk kembali kekelas sedikit lambat" ucap Tegar dengan berani.
"Owh... kamu biangkeroknya, ya... ya... ya... anak baru kemarin sore aja udah berani buat ulah ya sama saya" ucap guru itu dengan menyombongkan dirinya.
"Iya saya, saya yang salah jangan marah pada mereka berdua" ucap Tegar pada guru itu.
"Hmmm... kamu ini baru masuk udah buat ulah saja mau kamu dikeluarin?" ancam guru itu pada Tegar.
"Loh saya kan udah minta maaf tadi lagipula istirahat kan pukul 09.00 sampai dengan pukul 09.40 dan saya kembali kekelas ini pukul 09.35 jadi sebenarnya saya gak salah dong" ucap Tegar menjelaskan.
__ADS_1
"Jadi kamu menyalahkan saya? Anak baru masuk beberapa hari aja udah buat masalah sama guru, temui saya diruang guru nanti!!" jawab guru itu dengan marah.
Guru itu pun kembali kemejanya dan langsung mulai menjelaskan materi. Setelah semua materi disampaikan guru itu langsung memberikan beberapa soal pertanyaan untuk PR. Saat guru itu selesai memberikan soal pertanyaan, guru itu langsung pamit keluar karena jam pelajaran sudah selesai dan diganti dengan jam istirahat karena disekokahan itu waktu istirahatnya 2 kali.
"Hey kamu.. jangan lupa temui saya diruang guru setelah ini" ujar guru itu sambil menunjuk kearah Tegar.
Setelah mengingatkan Tegar guru itu pun langsung berjalan menuju ruang guru.
"Gar... gimana kalau kamu dikeluarin nanti?" Tanya Intan khawatir kalau Tegar dikeluarin dari sekolah.
"Tenang gimana? kalau kamu dikeluarin gimana? malah disuruh tenang gimana sih kamu" jawab Intan sambil marah marah pada Tegar karena khawatir.
"Eh... khawatir ya? Ciee khawatirin aku nih ya ahaha" jawab Tegar sambil ketawa dan dihatinya bahagia karena Intan mulai perhatian pada Tegar.
"Ishh... apaan sih kamu aku khawatir beneran nihh" jawab Intan malu karena khawatirnya pada Tegar berlebihan, mungkin dia mulai ada perasaan pada Tegar sehingga khawatirnya berlebihan.
__ADS_1
"Gak akan terjadi apa apa kok sama aku tenang aja tanya tuh Viana" ucap Tegar menenangkan Intan lagi.
"Apa bener Na?" Tanya intan pada Viana.
"Udah tenang aja Tegar ini diam diam mengerikan tau" ucap Viana sambil menepuk bahu Intan yang benar benar khawatir kalau Tegar dikeluarin dari sekolah.
"Mengerikan gimana maksudnya?" Tanya Intan bingung.
"Udah ntar tau sendiri" ucap Viana merahasiakan identitas Tegar yang sebenarnya.
"Hmm... yaudah aku keruang guru dulu ya bye.. eh lupa... btw aku nitip makanan ya nih uangnya" pamit Tegar sambil mengambil uang dari sakunya dan menyerahkannya ke Intan.
"Makanan apa nih?" Tanya Intan pada Tegar.
"Udah samain aja kayak yang kamu beli kalau kurang kamu tambahin dulu ya ntar aku ganti" ucap Tegar sambil pergi.
__ADS_1