Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 4


__ADS_3

Setelah mereka semua sampai dikantin, Intan langsung mengambilkan makanan untuk Tegar dan langsung ditaruh didepannya. Setelah itu Intan langsung duduk didepan Tegar laku membuka bungkus makanan itu, tanpa disuruh Intan pun langsung menyuapi Tegar sambil bilang "Aaakk... buka mulutnya"


Tegar tengah melamun langsung tersontak kaget karena Intan hendak menyuapinya, tanpa basa basi Tegar pun langsung membuka mulutnya dan Intan pun segera memasukkan makanan yang ada disendok kemulut Tegar.


"Ekhem... ekhem.. " suara Viana memecahkan keromantisan Intan pada Tegar. "Katanya ditraktir eh sampek sini cuma suruh liat orang mesra mesra'an" ucap Viana dengan sedikit ngedumel.


"Kalau mau ya ambil aja kali masa iya suruh ngambilin? Udah ditraktir masa suruh ngambilin juga? toh ini semua juga belum aku bayar jadi ya ambil aja" jawab Tegar kesal karena Viana telah mengganggu keromantisan Intan padanya.


"iya... iya gitu aja ngambek" jawab Viana sambil berdiri hendak mengambil makanan.


Setelah mengambil makanan Viana langsung duduk disebelah Intan dan langsung menyantap makanan yang telah diambilnya tadi.


"Kamu juga makan dong jangan cuma aku terus yang kamu suapin" perintah Tegar pada Intan yang sembari tadi hanya menyuapinya saja.


"Aku sebelum berangkat tadi udah sarapan kok jadi aku masih kenyang" Jawab Intan sambil terus menyuapi Tegar.


"Bener nih udah kenyang" Tanya Tegar memastikan.

__ADS_1


"Iya Tegarr... beneran" jawab Intan memperjelas.


"Hmm... yaudah kalau begitu" ucap Tegar


Setelah selesai makan, Tegar langsung ke kasir untuk membayar semua makanan yang diambil tadi dan langsung berjalan menuju kelas mereka. Ketika mereka semua telah sampai dikelas bel masuk baru berbunyi. Tak lama kemudian guru pun masuk untuk mengajar.


Semua murid duduk diam mengikuti alur pelajaran yang diberikan oleh guru mereka. Setelah guru itu selesai menjelaskan materi, beliau bertanya pada murid muridnya "Bagaimana murid murid paham semua?" Tanya guru itu pada muridnya.


"Pahamm.... " jawab semua murid bersamaan.


Setelah guru itu pergi banyak murid yang keluar dari kelas untuk kekantin membeli makanan. Tegar yang masih dikelas berjalan menghampiri Viana dan Intan yang masih dikelas juga. Dan berniat untuk mengajak keduanya turun dan pergi kekantin.


"Hey.... " kejut Tegar dari belakang


"Eh.. apaan sih ngagetin aja deh" jawab Viana sewot karena kaget.


"Yeee.... gitu aja kaget dasar lebay"jawab Tegar, "Eh Tan kekantin yuk" ajak Tegar pada Intan yang dari tadi hanya tersenyum melihat keduannya selalu ribut saat ketemu.

__ADS_1


"Ayok deh daripada disini kamu ribut terus sama Viana" jawab Intan mengiyakan ajakan Tegar.


"Dih gitu sekarang gak pernah ngajak aku kemana mana, yang diajak Intan melulu" ucap Viana dengan rasa kesal.


"Dih.. Dih ngarep aku ajak?" ejek Tegar pada Viana sambil ketawa.


"Oke... oke kalo ada apa apa gak usah ke aku lagi!" jawab Viana marah.


"Yeee... marah terus kerjaannya, udah ayok ikut sekalian aku traktir lagi" ucap Tegar membujuk Viana agar tidak marah lagi.


Mendengar kata TRAKTIR Viana pun langsung bertanya "Beneran ditraktir lagi nih?"


"Iya bener udah ayok bawel banget sih" jawab Tegar yang merasa lega karena Viana sudah tidak marah.


"Tapi jangan ribut lagi Lo ya awas aja kalau ribut lagi" ucap Intan memperingatkan.


"Nggak kok.. kita duduk berdua aja biar dia gak ganggu terus" jawab Tegar sambil berbisik pada Intan.

__ADS_1


__ADS_2