Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 14


__ADS_3

"Makanya jangan suka nyubit nyubit seenaknya, tau kan gimana sakitnya rasain!! hahaha" ucap Intan sambil tertawa puas.


"Iya iya minta maaf, oh iya Yank nanti pulang sekolah suruh sopir kamu gausah jemput ya, kamu mau aku kenalin ke orang tuaku" ucap Tegar menjelaskan.


"Hmmm.... gimana ya" ucap Intan sambil berpikir.


"Ayolah Yank mau dong aku udah janji ke orang tuaku looo" ucap Tegar memelas berharap Intan mau diajaknya.


"Hmm... iya deh mau nanti aku bilang ke Mama buat nyuruh sopir gausah jemput, tapi masa iya aku pulang sama kamu juga Papamu?" ucap Intan.


"Ya enggak lah aku bawa sepeda motor sendiri kok" ucap Tegar menjawab pertanyaan Intan.


"Terus Helm nya? Kan aku gak bawa gimana?" Tanya Intan lagi.


Tegar pun menarik nafas dalam dalam dan mengkembuskannya lalu berkata "Semua udah aku siapin Yank jadi santai aja" ucap Tegar.


"Oke deh Sayang, terus nanti yang janji sama Viana gimana kan aku harus mandi dulu dan juga ganti pakaian, sedangkan aku gak bawa baju ganti" ucap Intan kebingungan membagi waktu untuk perjanjian dengan Viana.


"Udah tenang aja nanti mandi di rumahku sedangkan untuk baju ganti nanti sebelum ke rumahku kita mampir toko pakaian dulu buat beli baju" ucap Tegar menenangkan Intan.


"Oke deh terserah kamu aja lah Yank aku ngikut" ucap Intan pasrah pada keputusan Tegar.


"Udah kalau sama Tegar gausah bingung dia mah sebelum bertindak udah dipikirin waktu sebelum tidur" ucap Viana sambil menepuk bahu Intan.


Sekian lama berbincang bincang kini bel masuk pun terdengar dan semua murid pun mulai duduk rapi di tempatnya masing masing.

__ADS_1




Setelah semua mata pelajaran selesai kini saatnya waktu yang dinantikan datang yaitu pulang. Semua murid pun merapikan alat belajarnya lalu dimasukkan ke tas mereka. Semua murid pun langsung bergegas menuju gerbang sekolah untuk menantikan jemputan mereka, sedangkan Tegar dan Intan berjalan menuju parkiran sambil memegang tangan Intan dengan erat seakan akan tidak mau lepas. Viana yang mengikuti di belakang merasa iri karena dia tidak bisa setiap saat bermesraan dengan pasangannya seperti Tegar dan Intan, karena pasangannya berbeda sekolah dengan dia.



Viana pun langsung berjalan mendekati Tegar dan Intan lalu berpamitan buat jalan duluan karena Viana sudah ditunggu oleh sopirnya, "Eh aku duluan ya udah ditungguin tuh sama sopir" ucap Viana sambil menunjuk ke arah sopirnya.



"Iya Na hati hati" ucap Intan dan Tegar hampir bersamaan.




"Hmm... dimana ya" ucap Intan berpikir, "Dimana Yank enaknya?" Tanya Intan pada Tegar.



"Di The Roll cafe aja deket taman gimana?" ucap Tegar menyarankan tempatnya.


__ADS_1


"Hmm oke juga tuh cafe bagus tempatnya" ucap Viana setuju dengan saran Tegar.



"Hmm oke deh aku juga setuju kan aku ngikut Tegar aja" ucap Intan sambil memeluk Tegar.



"Ishhh kamu itu ya sengaja apa pamer kemesraan ke aku?" ucap Viana sambil cemberut.



"Hahaha udah pulang sana ditungguin tuh sama sopir" ucap Tegar sambil ketawa.



Viana pun pergi meninggalkan Tegar dan Intan lalu masuk ke mobilnya untuk pulang. Seusainya Viana pergi Intan pun langsung mencolek hidung Tegar dan berkata "Kamu itu ya kalau sama Viana bawaannya berantem mulu" ucap Intan.



"Hahaha biarin aja aku suka kok ngejek dia tapi Viana gak pernah marah ke aku kok santai aja, tapi untuk kali ini bukan aku aja ya penyebab kemarahan Viana kamu juga ikut" ucap Tegar sambil mengacak acak rambut Intan.



"Ahhhh jangan diacak \- acak, kenapa kok aku ikut kan gak ngapa ngapain" ucap Intan kebingungan sambil merapikan rambutnya yang diacak \- acak oleh Tegar.

__ADS_1



"Ya iya dong kan yang meluk duluan tadi kamu, jadi kamu yang buat dia marah" ucap Tegar.


__ADS_2