Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 17


__ADS_3

Selesainya Intan dan Tegar bersiap diri mereka langsung turun menuju meja makan. Di sana sudah ada Pak Yusuf dan juga Bu Nunik yang menunggu mereka berdua turun untuk makan. Intan dan Tegar pu. langsung duduk di meja makan lalu berpamitan pada keduanya untuk pergi menemui temannya.


"Ma kita minta ijin ya untuk pergi buat menemui teman kita karena sudah ada janji tadi" ucap Tegar sambil memelas pada kedua orang tuanya.


"Hmmm... kasih ijin nggak ya? hahaha" goda Bu Nunik sambil ketawa.


"Ayolah Ma" rengek Tegar.


"Kasih ijin nggak Pa?" ucap Bu Nunik bertanya pada Pak Yusuf suaminya.


"Hmmm... boleh lah mungkin mereka mau merayakan hubungan mereka dengan teman temannya" ucap Pak Yusuf sambil tersenyum.


"Yaudah boleh tapi ingat jangan ikut ikutan balapan atau gank motor tambah satu lagi jangan pulang terlalu larut malam" pesan Bu Nunik memperingatkan Tegar setelah memberinya ijin untuk pergi.


"Yeayyy.... makasih ya Ma Pa kalian memang orang tua terbaik deh" ucap Tegar sambil berjalan mendekati orang tuanya lalu memeluk mereka berdua.


"Iya sama sama" ucap orang tua Tegar hampir bersamaan.

__ADS_1


"Yaudah ini sudah disiapin makan yuk kita makan bareng dulu" ucap Bu Nunik.


Selesainya mereka semua makan Tegar dan Intan pun langsung berpamitan dan bergegas menuju garasi untuk mengambil sepeda motornya. Setelah itu Tegar langsung melajukan sepeda motornya ke cafe dimana mereka janjian tadi. Sesampainya di cafe itu Viana dengan pasangannya sudah menunggu di tempat duduk yang berada di dekat kasir.


"Heyyy Viana" sapa Intan pada sahabatnya itu.


"Ohh haii Intan wahhh kamu cantik banget kalau berpakaian seperti ini" ucap Viana memuji kecantikan Intan.


"Ahhh kamu bisa aja deh, kamu juga cantik Lo pakai pakaian seperti ini" ucap Intan sambil balik memuji Viana.


"Ehhh... kalian pesen aja dulu terus kita pindah ke ruangan VIP" ucap Tegar sambil memberikan selembar menu makanan dan minuman yang ada di cafe itu.


"Emmm... namaku Deo" ucap Deo sedikit grogi.


"Hmm.. Lo siapanya Viana?" Tanya Tegar lagi.


"Aku pacarnya" ucap Deo dengan yakin.

__ADS_1


"Beneran kamu pacarnya? Coba buktikan nanti di ruang VIP kelas tinggi yang sudah aku pesan.


"Gila nih anak memesan ruangan VIP kelas tertinggi" batin Deo. "Buktiin apa coba" ucap Deo pada Tegar dengan sedikit bingung.


"Hmmm.... Lo berciuman dengan Viana gimana?" ucap Tegar menantang Deo.


"Hishhh apaan sih Yank kok gitu banget" ucap Intan berbisik sambil mencubit pinggang Tegar.


"Awwww.... sakit Yank, gapapa lah ntar kita ikutan aja kalo kepingin wkwkwk" ucap Tegar berbisik pada Intan sambil ketawa tipis.


Intan pun hanya mengikuti kata Tegar saja, tak Lama kemudian Viana memberikan kertas pesanan yang sudah diisi dengan menu makanan dan minuman yang dipilih oleh Viana juga Deo.


"Nih udah" ucap Viana sambil menyodorkan kertas yang berisi menu makanan tersebut.


"Okey giliran kita yang milih nih Yank" ucap Tegar sambil melihat menu yang ada.


"Punyaku samain aja lah kayak kamu aku bisa makan semua jenis makanan kok" ucap Intan pada Tegar.

__ADS_1


Selesainya memilih Tegar pun langsung ke kasir membayar yang mereka pesan karena di cafe itu harus membayar dahulu sebelum pesanan diberikan.


Tegar pun menyebutkan satu per satu pesanan yang telah dipesan mereka berempat yaitu Steak 2, Kerang pedas 2, Ayam Bakar madu spesial 2, minumnya kopi arabika 2, dan vanilla latte 2. Setelah selesai urusan administrasi, Tegar pun langsung mengajak Intan, Viana, dan Deo ke ruang VIP yang sudah dipesannya tadi.


__ADS_2