Cinta Yang Terpisahkan

Cinta Yang Terpisahkan
Bagian 5


__ADS_3

Setelah itu mereka pun berjalan menuju kantin, dan setelah sampainya dikantin mereka langsung memilih makanan yang diinginkan. Setelah selesai memilih makanan Tegar langsung membayar semua makanan yang dipilih oleh ketiganya. Setelah selesai dibayar, mereka keluar untuk mencari tempat duduk untuk makan. Viana pun menemukan tempat duduk terlebih dahulu, "Yeay... aku duduk disini kalian cari yang lain aja ya hahahaha" ucap Viana meledek Intan dan Tegar karena mereka berdua belum menemukan tempat duduk sedangkan Viana sudah mendapatkan tempat duduk.


"Hmm... Yaudah kita cari tempat duduk ditaman aja yuk Tan mau gak?" ajak Tegar.


"Oke deh aku terserah kamu aja" jawab Intan atas pertanyaan Tegar.


Setelah itu Intan dan Tegar berjalan menuju taman, disana mereka berdua menemukan tempat duduk yang dibilang cukup nyaman untuk berdua karena ada meja, ada kursi yang tempatnya berseberangan yang terpisahkan oleh meja, juga ada payung besar untuk melindungi barang atau makanan dari daun-daun kering yang berjatuhan karena dikelilingi oleh tumbuhan yang tinggi-tinggi.


Tanpa sadar Tegar langsung menggandeng tangan Intan dan mengajaknya duduk ditempat itu. Intan pun kaget karena Tegar tiba tiba menggandeng tangannya, namun Intan tak mempermasalahkannya dan langsung mengikuti Tegar.


"Tan kita duduk disini aja ya kayaknya nyaman tempatnya" ucap Tegar.


"Hmm... iya deh aku ngikut kamu aja" jawab Intan yang hanya mengikuti kemauan Tegar.


Setelah itu mereka langsung duduk dan membuka makanannya masing masing.


"Eh Tan... tadikan kamu yang suapin aku sekarang gantian aku yang suapin kamu ya, mau gak?" Tanya Tegar memberanikan diri.

__ADS_1


"Yaelah ngapain aku bisa sendiri kali" jawab Intan menolak tawaran Tegar namun sebenarnya dalam hati dia mau(masih malu malu kucing).


"Ayolah Tan mau dong aku maksa nih.. " rengek Tegar memaksa Intan untuk mau disuapi.


"Iya deh iya aku mau" jawab Intan sambil tersenyum malu.


"Nah gitu dong, aaaakkk buka mulutnya pesawatnya mau mendarat" goda Tegar pada Intan sambil memasukkan makanan kedalam mulut Intan.


"Dih gini amat nyuapinnya emangnya aku anak kecil apa?" Tanya Intan pada Tegar dengan muka cemberut.


"Aku malu tau diliatin banyak siswa" ucap Intan dengan muka Yang masih cemberut.


"Iya... iya udah jangan marah nih makan lagi biar kenyang setelah itu kita kembali ke kelas" ucap Tegar sambil menyuapi Intan lagi.


"Hmmm... kamu juga makan dong jangan aku aja nih makananku masih ada aku suapin biar kita sama sama kenyang" ujar Intan sambil membuka makanannya dan menyuapi Tegar.


"Ngapain kamu nyuapi aku? Aku udah kenyang dengan senyumanmu." Tanya Tegar sambil menggoda Intan.

__ADS_1


"Dih kamu gombal ah.." jawab Intan dengan malu.


"Beneran tau senyumanmu itu bikin perutku tiba tiba terasa kenyang loh.. " ucap Tegar menggoda Intan lagi.


"Udah ah ini makan cepetan!!!" perintah Intan pada Tegar untuk memakan makanan yang dia berikan untuk Tegar.


"Iya deh iya tuan putri" jawab Tegar sambil membuka mulutnya.


Sementara itu Viana melihat Intan dan Tegar dari kejauhan, dia merasa bahwa mereka berdua kini semakin mersa hubungannya. "Pasti dalam waktu dekat mereka akan berpacaran" ucap Viana dalam hati. Sebagai sahabat Viana terus mendukung hubungan mereka berdua karena bagi dia kebahagiaan sahabatnya juga bahagianya.


Tak lama kemudian Intan dan Tegar berjalan menuju tempat dimana Viana berada, setelah sampai didepan Viana, Tegar langsung mengajak Viana untuk kembali kekelas karena sebentar lagi pelajaran selanjutnya akan dimulai.


"Yuk balik kekelas ngapain diem disini aja?" ajak Tegar sambil mengejek Viana yang hanya duduk sendirian.


"Hmmm... mentang mentang habis bermesraan sampai lupa ada aku disini" ucap Viana dengan sedikit ngedumel.


"Udah udah yuk balik nanti kalian berantem malah gak jadi balik kekelas ntar!" ajak Intan untuk bergegas kembali kekelas supaya Viana dan Tegar tidak bertengkar.

__ADS_1


__ADS_2