
***
Aku pun kembali frustasi, kuacak acak lagi rabut panjangku. Pikiranku kembali berkecambuk
Aku kembali kembali keruangan ICU tempat tubuhku terbaring disana. Kulihat lebih intens wajahku sendiri, aku masih belum sadar? ahhhh tolong aku
Aku kembali keluar dari ruangan sumpek itu. Berjalan keluar rumah sakit namun kini aku melihat seseorang yang aku kenali, ya Angga. Bukan kah itu angga? pria yang begitu rese selalu ikut campur urusan ku. Tapi dia masih hidup? Melihat sosok angga dengan masih menggunakan baju pasien rawat inap, sambil mendorong infus dan berjalan
Aku pikir kini aku sedang berkhayal kembali. Berarti angga benar benar masih hidup, buktinya dia ada di depan ku sekarang! Semoga dia bisa membantuku, pikirnya
Aku mencoba mengikutinya dari belakang. Sebenarnya aku masih kesal sama dia tapi mau bagaimana lagi mana tau dia bisa membantuku disini, ucapku begitu saja
Aku mulai mengoceh, aku terus berbicara panjang lebar namun tak ada respon darinya. Aku terus berusaha, agar Angga bisa menolongku dan bisa menyadarkan ku kembali
Namun tiba tiba mama dan papa ku datang, angga langsung berdiri seketika saat melihat mama sama papa.
__ADS_1
Ya, beliau baru saja pulang untuk berganti pakaian dan kembali kerumah sakit menungguku.
" assalamualaikum om tante.." ucap angga kepada orangtua ku
Aku melongo heran melihat itu. Angga kenal sama orangtuaku? sejak kapan? tapi aku tidak pernah tau itu!"
" waalaikum salam.. ini angga kan teman nya alessia ya ?" tanya papa ku
" iya om saya temannya aless, hanya saja kami tidak satu kelas, bagaimana keadaan aless om?"
Orangtuaku kembali masuk kedalam ruangan tempat tubuhku terbaring disana. Angga pun ikut menjenguk ku. Ternyata dia tak seburuk apa yang aku pikir, berarti benar ucapan renata tentang angga
Aku mengikuti dari belakang. Di buka lah pintu itu, tampak aku terbaring disana, aku kembali pasrah.
Begitu banyak alat yang terpasang di tubuhku, sehingga aku tak bisa menghitungnya. Satu selang dimasukkan kedalam kerongkongan untuk membantuku bernafas , satu nya di dadaku, untuk merekam detak jantungku, dan jariku pun juga ikut di jepit untuk merekam denyut nadi
__ADS_1
Kini mama papa dan angga telah berganti menggunakan baju khusus untuk menjengukku.
Kulihat wajah angga seperti tidak tega melihatku terbaring disana. Aku terus berdiri di sudut ruangan itu
Setelah beberapa menit mama dan papa mengajak angga untuk keluar namun ia menolak nya dengan alasan masih ingin menjenguk ku
Hah, seperti nya dia memang sedikit tidak waras, saat di kampus dia begitu cuek, kami selalu bertengkar saat bertemu . Namun sekarang berbeda 180 derajat seperti bukan dirinya
Terus kuamati dirinya, kini aku sedikit mendekat dengan tubuhku. Angga yang duduk di sebelah dimana tubuhku terbaring disana
Dia mulai berbicara sendiri menatapku, aku sedikit malu melihat angga menatapku dengan begitu lama.
" aless, cepat lah sadar. aku selalu menunggumu disini, aless apa kamu tau kalau aku begitu mengagumi dirimu? aku nyaman saat berada di dekatmu. Aku mencintaimu less selalu " Angga pun mencium keningku sangat lama
Aku menutup wajah ku malu, apa? dia mencium ku? apa dia menyukaiku, yang benar saja ucapku
__ADS_1
Tak lama setelah itu angga keluar dari ruangan ku. Kulihat langkahnya terus menuju keluar, hingga tak terlihat lagi. Aku memegang keningku lagi , angga menciumku? ah aku seperti di film film saja, ucapku sambil tersenyum