
***
Aku masih termenung melihat apa yang telah melewatkan ku. Sosok yang aku benci, menyatakan isi hatinya padaku. Dia mengira bahwa aku memang koma, tapi memang benar aku koma. Namun aku bisa melihat kalian di sekelilingku
Kali ini aku memutuskan untuk jalan jalan di taman belakang rumah sakit. Aku sangat bosan disini, kulihat ada ayunan disana lalu aku pun duduk disana.
Ayunan itu membuatku sedikit tenang, sejenak melupakan apa yang menimpaku. Aku terus mengayun dengan lebih kencang,hingga ada sosok yang memanggilku. Ya, gadis itu lagi, aku segera berbalik badan lalu dia menghampiriku.
Kini kami duduk di ayunan itu yang bersebelahan. Aku bisa melihat sosok gadis cantik itu adalah anak yang baik, namun sayang hidupnya begitu menyedihkan untuknya. Aku kembali tersadar dari lamunanku setelah dia menepuk bahuku.
" kak, ayo main sama lily " ucapnya padaku
Oh jadi namanya lily, batinku.
Aku pun mendorong ayunan lily itu sedikit kencang, dia pun tertawa lepas membuatku ikut bahagia
__ADS_1
Namun lama kelamaan aku melihat lily di kelilingi cahaya putih dan sosok nya semakin memudar. Dia melambaikan tangan padaku. Aku bingung ada apa dengan nya
"Kemari lily kamu mau kemana?" teriak ku melihat lily yang semakin jauh dariku
Aku terus mengejarnya namun dia begitu cepat menghilang dariku. Aku panik lalu kucari dirinya kedalam setiap sudut rumah sakit , hinga aku melihat sekelompok orang menangis histeris menyaksikan seseorang yang sudah ditutup kain putih itu
Aku berusaha mendekatinya, wanita itu membuka kain putih yang menutupi sosok yang tengah terbaring itu
Kain itu perlahan ia buka dan aku sontak menjerit. Lily, panggil ku. Gadis itu telah meninggalkan ku. Aku syok, gadis cantik satu satunya yang bisa mengerti diriku.
Aku kian terguncang. Aku belum pernah melihat seseorang neninggal sebelumnya, apalagi lily menemui ku sebelum pergi
Aku pun berlari meninggalkan sekelompok orang yang menangisi kepergian lily. Aku berniat kembali keruanganku.
Kulihat papa dan mama masih disana, aku sedikit lega. Namun karena begitu kecapekan mereka memutuskan untuk pulang dan mengunjungiku besok.
__ADS_1
Aku kesepian lagi, tanpa mama dab papa tanpa lily sahabatku. Aku mulai takut ditinggal sendiri. Mereka pergi dari ruangan itu namun aku harus tetap tinggal di ICU.
Aku kembali duduk di kursi yang ada di ruangan itu, duduk di sebelah diriku tengah terbaring disana. " Ayo aless bangunlah, aku tidak mau berada disini lebih lama. Kumohon bangunlah " aku terus berbicara sendiri diruangan yang sepi, hari yang semakin gelap membuatku semakin takut berada disana.
Kemudian pintu itu terbuka, tampak dua orang perawat wanita memeriksa keadaan ku. Perawat berkulit putih dan hidung mancung seperti orang blasteran itu memeriksa denyut jantung ku, dan perawat bertubuh sedikit berisi itu mengecek mata ku sambil nenyorotkan senter membuatku sedikit silau.
Tak ada siapapun disana kecuali aku dan tenaga medis yang selalu mengunjungiku setiap beberapa jam.
Aku mencium aroma tubuhku yang sudah tak lagi wangi, karena sudah beberapa minggu aku tidak mandi membuatku sedikit jijik
Parfum dengan merk ternama yang selalu aku gunakan saat berpergian kini tak bisa lagi aku gunakan
Makanan favorit buatan mama yang selalu aku inginkan setiap pulang kuliah kini tak lagi aku nikmati
Aku menangis hingga kurasa mataku bengkat dan lama kelamaan aku tertidur
__ADS_1