
***
Tak terasa sudah hampir tiga jam aku meninggalkan ICU. Aku terus berjalan menelusuri lorong rumah sakit , aku berniat menjenguk sahabatku namun saat tiba di depan ruangan itu tampak ramai orang yang menunggu disana
Aku panik, pikiranku melayang kemana mana, re,, kamu kenapa? aku masuk kedalam ruangan nya. Dokter dan beberapa perawat sibuk mondar mandir, dokter itu terus memompa denyut jantung renata yang sepertinya sudah tak terdengar lagi. Semua orang diluar panik setelah renata mengalami kejang kejang. Perawat itu terus memasangkan oksigen dengan kecepatan tinggi untuk membantunya bernafas. Aku berada disudut ruangan itu, hilir mudik para medis itu tak menggentarkan ku untuk terus berada didekat renata
Hingga pada akhirnya dokter itu menyuruh para perawat melepas semua alat yang menempel di tubuh renata.
" lepas semuanya " ucap dokter itu kepada para perawat sambil menggeleng kepalanya pasrah
Mulai dari infus itu dilepas dari tangan renata, oksigen kini telah dilepas dan alat detak jantung yang menempel di dadanya kini juga dilepas
" kumohon jangan dilepas,, dokter kunohon pasang kembali " Aku terus berteriak melihat seluruh perawat itu melepas alat alat medis dari tubuh renata, tubuhnya kini telah ditutupi dengan kain putih
Aku menangis sejadinya, melihat wajah renata yang sudah pucat tak seperti biasanya yang selalu memakai lipstik tebal menjadi ciri khas dirinya
__ADS_1
Kini perawat mendorong jenazah renata keluar menemui keluarganya. Mereka menagis histeris melihat jenazah renata, kini renata di bawa ke kamar jenazah untuk dimandikan dengab keluarganya
" *stop, kumohon jangan bawa renata pergi!"
" dia tidak meninggal, re kamu bangun re* " aku terus teriak namun mereka tak mendengarku
Aku terus mengikutinya, setelah dimandikan dan di balut kain kafan aku memeluk tubuh sahabatku yang terakhir kalinya
Aku menyudahinya setelah tak tahan menahan tangis ku. Aku pergi meninggalkan renata, kini aku mulai berkeliaran dengan kalut di rumah sakit.
Aku terus menerobos lorong lorong melewati kamar bangsal anak itu. Aku terus berlari ntah kemana arah tujuanku namun aku terus berlari
Hingga aku terhenti tepat di lorong panjang rumah sakit itu aku melihat sosok anak yang aku kenal ya, lily sahabat kecilku.
" lily" aku terus memanggilnya tampak dirinya begitu bahagia
__ADS_1
Namun kini aku melihat renata bersamanya. Dia tersenyum lembut padaku. Aku terus memanggilnya
" re kamu mau kemana? tinggalah disini re " aku terus berteriak melihat renata menggandeng tangan lily yang memakai baju serba putih itu terus berjalan pergi meninggalkan ku
" kak, aku sudah punya teman baru , ayo ikut kami kak supaya kita bertiga bisa bermain sama sama " ucap lily
" sini aless ikut aku, kita akab selalu bersama, yuk " ucap renata sambil mengulurkan tanganya kepadaku
Aku bingung apa yang harus ku perbuat. Namun mereka semakin menjauh dariku. Aku pun masih terus mengikutinya
Namun aku tersadar bahwa mereka sudah tiada. Aku berhenti
" aku pasti merindukan kalian, tenanglah disana tunggulah saatnya kita akan bertemu " ucap ku sambil melambaikan tangan ke mereka
Mereka pun hilang ntah kemana, dalam sekejap mereka hilang dari pandanganku. Aku kembali menangis, kini aku ingin kembali ke kamarku
__ADS_1
Sudah 6 tahun bersama nya, dari SMA sampai kuliah, namun kini dia telah dulu meninggalkan ku membuatku seperti belum bisa menerimanya. Jika salah satu harus pergi maka aku harus tetap tinggal kebih lama disini