
***
Awalnya aku menyangka semua nya baik baik saja. Aku masih bisa mendengar suara musik yang hampir rusak itu menggema dan aku terua bisa mendengar musik itu
Namun kemudian aku sadar bahwa aku berdiri di luar bus yang tak jauh.
Aku melihat tubuhku dari atas sampai bawah, setelan celana jeans dan baju kemeja kotak kotak yang aku kenakan masih utuh
Aku bingung, apa yang sebenarnya terjadi , kini aku berjalan lebih dekat dengan bus yang sudah berantakan itu. Bus yang sudah tak bagus saat kami menumpanginya
Pandangan ku tertuju pada sosok wanita yang aku kenali, renata yang tubuhnya sudah tak utuh lagi, kaki nya patah yang tak jauh dari bus bertabrakan tadi
Kupanggil panggil dia. " Renata, re " namun tak ada jawaban darinya. Aku menangis, bingung harus berbuat apa, aku duduk di pinggir jalan itu dengan mendekap kedua tanganku
Kini jalanan itu sudah dilumuri banyak darah, bau arus yang begitu menyengat dari tempat kejadian itu membuat ku sedikit mual, rasanya ingin memuntahkan namun tak bisa
Jalanan itu langsung dikerumuni banyak orang, jalan yang seharusnya lalu lalang kini macet hingga beberapa meter.
__ADS_1
Semua orang turun, ikut menyaksikan apa yang terjadi, ada yang menangis melihat kejadian itu, ada yang langsung berputar balik arah. Ada juga yang rela ikut membantu polisi mengevakuasi kami
Ambulance pun segera datang, tenaga medis pun turun dan bergegas menolong kami
Aku melihat salah satu tenaga medis membawa tubuh renata dan di tutupi dengan kain dan segera membawa nya masuk ke dalam ambulance, setelah itu aku kaget
Aku melihat tubuhku tergeletak di badan bis yang telah ringsek itu. Tubuhku terjepit, sepertinya ada benda yang mengenai perutku.Perlahan mereka mengevakuasi tubuhku.
Mereka pun membawa kami kerumah sakit yang lumayan jauh dari kejadian itu
Sesampai dirumah sakit dokter itu segera memeriksaku, tubuhku di baringkan disana.
Aku melihat nya sedikit lebih dekat, kulihat darah yang keluar dengan begitu deras dari perut ku, sampai merembes ke kemeja yang aku kenakan. Mungkin darah yang keluar itu bisa di peras sangking banyaknya
Ada 3 dokter yang menangani ku. Ada yang menempelkan kain kasa kedalam luka ku. Ada yang mulai menyuntikkan jarum ke tangan ku, dan ada yang mulai mengecek detak jantungku.
Aku bisa melihat semuanya? aku terduduk frustasi. Aku mulai mencubit diriku sendiri, semakin kencang namun aku tidak merasakan apa apa
__ADS_1
" mengapa ini seperti mimpi buruk! pasti aku sedang mimpi buruk , ku mohon bagunlah, aku ingin pulang kembali bersama papa dan mama ku!" ucapnya sambil terus tertunduk di dalam ruangan itu
Yang membuat ku semakin yakin bahwa aku sudah mati adalah tubuhku seakan mati rasa, aku tak bisa merasakan apa apa, aku hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi di depan mata ku sekarang
Semua orang sibuk mondar mandir namun sama sekali tak menghiraukan diriku?
***
Mariana dan roy saat itu tengah melihat berita, terjadi tabrakan bus pariwisata dengan truk bermuatan batu bara
Mariana pun kaget mengetahui bahwa bus itu adalah bus yang membawa rombongan mahasiswa kedokteran untuk liburan ke Malang
" pa.. alessia pa " ia menangis histeris mendengar berita yang ia saksikan
" yang sabar ma, semoga anak kita baik baik saja "
Mereka pun memutuskan untuk pergi kerumah sakit yang menangani korban kecelakaan itu
__ADS_1