
***
Aku cukup yakin apa yang perawat itu pikirkan " kami sudah punya cukup banyak kesibukan tanpa perlu menenangkan orang gila di luar " ucap salah satu perawat laki laki disana. Aku ingin menjelaskan bahwa angga tidak gila. Bahwa dia tidak akan senekat itu berteriak kecuali dalam situasi situasi tertentu.
Aku melihat si perawat paruh baya dengan rambut sedikit kecoklatan yang sedang tidak merawat pasien tapi hanya duduk dan mengamati komputer yang ada di depannya serta menangani telepon, mengangguk kecil dan terkadang berdiri seolah akan menerima nominasi.
Sesekali dia merapikan celana panjang putihnya yang tampak sedikit kusut akibat terlalu lama duduk dan melangkah ke pintu. Dia bukan orang yang tepat untuk bicara pada angga. Angga yang tampak masih kesal dengan para perawat itu namun dirinya masih kekeh untuk dapat masuk dan melihatku
Tapi perawat yang ini hanya menambah buruk suasana. Aku terus mengikutinya. Kini angga sedang berdebat dengan petugas rumah sakit itu.
" aku sudah bilang dia tidak boleh masuk sembarangan di ICU ini " lelaki itu menjelaskan kepada perawat itu
__ADS_1
Para perawat itu menyuruhnya pergi dengan melambaikan tangannya.
" bisa ku bantu anak muda " tanya petugas laki laki itu yang tampak dengan suara kesal bertanya kepada angga
Angga berusaha menenangkan dirinya, perlahan ia melepaskan nafas kasar. " Aku ingin mengunjungi pasien, karena ini sudah masuk waktu jam besuk " katanya menunjuk pintu yang menghalanginya dari ruang ICU
" tapi ini masih belum jam nya" jawab si perawat yang sudah tampak tua itu kepada angga
" tapi dia sahabatku, alessia dia mu.."
" aku mengerti, dan sangat berterimakasih untuk itu, namun ini hanya sebentar tidak akan mengganggu pasien sedikitpun " kata angga. Dia berusaha sekuat tenaga mengikuti permainan si perawat itu
__ADS_1
" aku hanya ingin melihatnya sebentar, tidak lama" ucapnya lagi
" maaf, tapi kunjungan hanya dibatasi untuk keluarga inti saja "
Aku mendengar perawat itu berkata keluarga inti. Aku melihat angga terdengar dengan nafas tersentak. Namun bagiku perawat ini tidak bermaksud jahat. Hanya saja angga tak menyadari maksud perawat itu
Namun, karena sudah malas meladeni perawat itu akhirnya angga memutuskan untuk mengalah kali ini.
" baiklah, untuk kali ini aku mengalah. tapi tidak untuk selanjutnya " ucapnya seperti sedang menekan para perawat disana
Aku melihat angga yang menghilang ke ujung lorong dan mulai meninggalkan ICU. Aku bermaksud ingin mengikutinya namun aku masih terpaku dilantai, seperti tidak mampu menggerakkan kaki ku. Setelah mereka menghilang dari pandanganku, barulah aku dengan sekuat tenaga mengikutinya namun mereka sudah lenyap dalam lif rumah sakit.
__ADS_1
Sekarang aku tau bagaimana perasaan angga terhadapku. Kepeduliannya selama ini membuatku menyadari arti cinta itu. Dan kini aku juga tau bahwa aku tidak memiliki kemampuan supranatural dan menembus apa pun benda di depanku. Aku hanya bisa melakukan hal hal yang bisa kulakukan dalam kehidupan nyata, kecuali tampaknya apa yang kulakukan di duniaku sekarang tidak kasat mata bagi orang lain. Setidaknya aku masih hidup, hanya kini aku sedang dalam alam yang berbeda dengan mereka. Seperti mati suri, namun juga tidak.
Setidaknya begitulah yang terjadi padaku sekarang, aku bisa menggerakkan benda benda, namun aku tidak bisa merasakan apa apa seperti orang lain bisa saling bersentuhan. Tidak begitu masuk akal bagiku, tapi semua yang terjadi saat ini memang tidak masuk akal.