Come Back Again

Come Back Again
Kejutan Dari Mama


__ADS_3

***


Pagi mulai datang, aku begitu kesal dengan mama dan papa yang tak mengunjungiku tadi malam. Mungkin mereka lelah, pikirku namun aku merasa takut sendirian tanpa mereka


Pagi ini dokter dan perawat terus berdatangan keruangan ku. Mereka membuka kelopak mataku serta menggerak gerakan senter ke mataku, aku terus menatap perawat itu yang terus menatapku dengan rasa kasihan.


Ya, aku tau semua orang yang melihat kondisiku pasti begitu, secara aku sudah 1 bulan koma disini.


Aku kini telah terjaga. Aku berjalan menelusuri lorong lorong rumah sakit itu, teringat gadis itu aku langsung ke taman belakang rumah sakit


Aku duduk di ayunan itu kembali seorang diri. Lily yanf biasa bersama ku kini ia telah pergi duluan, apakah nasibku juga akan seperti nya?, aku menggeleng, itu semua membuat ku semakin takut


Aky membayangkan saat usia ku 5 tahun mama dan papa selalu membawaku ke taman untuk mainan ayunan.

__ADS_1


Dulu kami tinggal di rumah yang tidak terlalu mewah seperti sekarang, dulu papa membeli rumah kecil di daerah pedesaan yang terkesan minimalis, dan aku sangat suka. Hingga pada akhirnya kami pindah ke kota saat papa ku di angkat sebagai direktur utama di perusahaan


Setelah bermain sekitar 15 menit, aku melihat sosok angga menghampiri ku. Aku mengira dirinya tau aku disana ternyata dia hanya menikmati udara disini.


Angga memang belum diperbolehkan pulang karena saat kecelakaan itu tangannya patah dan harus di perban


Aku terus menatapnya, ternyata jika di amati begini angga keren juga, aku terus tertawa membayangkannya


Kulihat dia melihat diriku yang tengah terbaring disana. Ia menetes kan air mata, entah karna rasa kasihan atau apa aku juga tidak tau. Lalu ia pun kembali ke kamar rawatnya, aku tak lagi mengikutinya


Kini aku duduk di luar ruangan ku. Tak lama papa dan mama datang membuatku senang. Aku ingin memeluknya namun itu semua tak bisa ku lakukan.


Mama tampak membawa bingkisan tertutup dan masuk keruangan ku aku merasa heran. Aku ikut masuk kedalam

__ADS_1


Mama mulai membuka bingkisan berpita warna pink itu, ternyata kue ulang tahun cantik bertabur coklat keju kesukaan ku, aku sampai melupakannya.


Ya, hari ini aku ulang tahun. Mama mulai mencium pipi ku begitu pun dengan papa. Aku begitu sedih, hari ini seharusnya aku dirumah berkumpul dengannya, merayakan ulang tahun ku dan mengundang teman teman ku, menium lilin dan reques doa kepada Tuhan untuk itu, namun itu semua hanya khayalan untukku.


Kini semua seperti ada yang menghalangiku, aku seperti terjebak di alam yang seharusnya aku tak berada disini


Hari semakin larut, mama dan papa harus kembali kerumah setelah seharian menungguku. Papa besok mulai bekerja dan mama harus mengurus segala keperluan papa


Di ICU waktu berhenti seperti biasa. Hanya suasana hening dan suara monitor jantung yang terdengar membuatku bosan. Salah satu dokter yang selalu menanganiku sesekali menjengukku bersama dua orang perawat untuk memeriksa kondisiku serta menyuntikkan obat di infus ku. Mungkin bantuan makanan untukku


Malam itu aku tak bisa tidur, aku jalan jalan di luar, dan mengunjungi renata yang juga koma seperti diriku, namun dirinya tak bernasib sepertiku.


Mungkin ini adalah takdir yang Tuhan berikan untukku, berasa baru kemarin kami bersenang senang bersama namun dengan sekejap kebahagiaan itu berubah menjadi duka buat ku.

__ADS_1


__ADS_2