
***
Salah satu dokter itu pun kembali masuk dan membawa beberapa kantung darah untuk ku. Aku sedikit lega, mungkin sebentar lagi aku akan sadar pikirku sedikit tenang
Kini aku berada di koridor rumah sakit. Kulihat mama dan papa yang masih menungguku, aku terus mendekat dan mencoba memegang tangan nya namun tak bisa
Aku menyerah untuk itu. Aku sedikit menjauh dari mama dan papa berniat untuk keluar dari rumah sakit itu dan pergi ke sebuah mall dan bersenang senang.
Aku pun terus berjalan , namun tiba tiba ada yang menabrak tubuhku. Aku terjatuh, ternyata dia adalah anak kecil yang pernah aku lihat beberapa kali
Dia lari, namun karena penasaran akhirnya aku pun ikut mengejarnya. Sampai pada akhirnya dia berhenti disalah satu ruang ICU
Aku ikut masuk kedalam, kulihat ada seorang anak kecil yang terbaring disana, lebih dekat dan ternyata orang itu adalah anak kecil yang menabrak ku. Aku terus berfikir, anak ini ternyata sedang koma namun mengapa dia seperti diriku
__ADS_1
Aku mencoba mendekatinya ku pegang tangannya namun juga tak bisa. Aku kaget, dia mengalami nasib seperti diriku. Gadis itu cantik, kurasa sekitar umur 8 tahun. Rambutnya sedikit panjang dan memiliki poni depan. Matanya yang bulat seperti panda membuat ku merasa senang melihat nya
" apa kamu bisa bicara?" tanya ku padanya. Sedikit lama menunggu jawaban nya namun tiba tiba dia menjawab
" iya " dia benar benar bisa menjawabku astaga,, ternyata aku tidak sendiri! namun, aku juga kasihan dengan nya. Umurnya masih terlalu kecil untuk ini
" kenapa kamu bisa disini ?" Aku pun bertanya lagi karena juga penasaran
" aku ditabrak mobil saat sedang bermain bersama ayah dan ibu " jawabnya
Aku pun bingung, kenapa nasib ini menimpa kami? kenapa aku dan anak ini bisa terlepas dari tubuh ku sendiri? apa kami ini mati suri? atau malah hantu? Kini aku mengacak acak rambutku frustasi berasa hanya sebuah mimpi buruk dan ingin segera sadar
Kini aku memiliki teman baru, gadis itu. Namun aku lupa menanyakan mana nya karna dia sudah buru buru meninggalkan ku. Aku pun kini kembali menemui mama dan papa.
__ADS_1
Kulihat dari jauh mama berajak dari kursi dan meninggalkan papa disana. Aku mencoba mengikutinya dan ternyata mama pergi ke mushola rumah sakit. Aku sedikit lega. Rupanya mama mau sholat batin ku
Namun aku kini lebih memilih kembali menemani papa, kasihan menunggu sendiri tanpa mama, aku duduk di samping papa. Aku mengajaknya berbicara namun dia sama sekali tak mengetahui keberadaan ku. Aku malah seperti seorang reporter yang mengoceh sendiri
Tak lama setelah itu mama kembali lagi, dengan wajah yang sedikit lebih tenang dari yang ku lihat sebelumnya yang tampak begitu kacau.
Ia pun duduk kembali disebelah papa dan dengan penuh kekhawatiran kepadaku. Dokter pun keluar dari ruang oprasi dengan masij menggunakan pakaian serba hijau lengkap dengan sarung tangan dan masker medis
Dia berjalan menuju mama dan papa ku.
dia mencoba menjelaskan bagaimana kondisiku saat ini
" bagaimana dok?" tanya mama yang tampak begitu tegang menunggu jawaban dokter
__ADS_1
" alhamdulillah, oprasinya berjalan lancar, namun pasien masih koma belum sadar sampai sekarang. Kita doa kan semoga pasien segera sadar" jelasnya
Mendengar itu aku merasa kembali takut, kenapa begitu lama aku koma? aku ingin segera pulang kerumah, kuliah karna sebentar lagi aku wisuda