Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
26. TEBAR PESONA


__ADS_3

"Selamat datang di milenial cafe.. Mau pesan apa?" sambut Irene dengan senyum ramah.


Senyumnya hilang setelah sadar kalau yang berdiri dihadapannya adalah Yohan.


"Apa ini? Ngapain kamu kesini?" tanya Irene ketus.


"Pelayanan disini buruk sekali. Pegawainya tidak ramah sama sekali," ucap Yohan tersenyum mengejek.


Spontan Irene memaksakan senyumnya.


"Ada yang bisa saya bantu bapak? Silahkan dipilih menunya,"


Ppfft.. Yohan menahan tawanya.


"Ehemm.. Saya pesan ice americano panas," ucap Yohan memancing Irene.


Irene menahan emosinya sebisa mungkin, "Bapak.. Mohon pilih salah satu saja. Ice americano atau americano panas??"


"Saya kan sudah pesan ice americano panas.. Di amerika saya biasa meminumnya dan gak ada masalah," jawab Yohan tanpa dosa.


"Wah.. Cafe di Amerika sungguh hebat punya menu seperti itu ya," Irene tersenyum dibuat-buat.


"Bapak ingin minum disini atau take away?"


"Disini.. Saya sedang menunggu kekasih saya selesai bekerja," Yohan berlalu dan mencari tempat duduk.


Irene memincingkan bibirnya. Emosinya sudah ada diubun-ubun.

__ADS_1


"Hei senior.. Siapa cowok itu ganteng banget.." tanya Lea pegawai paruh waktu cafe.


"Bukannya kamu denger sendiri pesanannya tadi.. Kasih nama aja dia pelanggan nyebelin!" jawab Irene dan bersiap menyiapkan pesanan Yohan.


"Wow..wow..wow.. Lea.. Senior.. Bukannya dia Yohan Sebastian pewaris YS Group itu??!!" ucap Bobby pegawai paruh waktu yang memperlihatkan ponselnya pada mereka.


Lea terkaget dan semakin menambah ketertarikannya. Disisi lain Irene hanya cuek saja menanggapinya.


"Loh.. Ngapain pak bos kesini?" Kevin yang muncul tiba-tiba menimbrung obrolan mereka.


"Bos.. Bos.. Lihat itu.. Ada Yohan Sebastian.." tunjuk Lea kearah Yohan.


"Ah.. Kalian baru minggu ini balik kerja lagi ya.. Kalian belum tau kalo Yohan sama Irene pacaran.. Jadi wajar kalo Yohan kemari.." Kevin menjelaskan.


"APAAAA?????" Teriak Lea dan Bobby bersamaan.


Suasana cafe tak begitu ramai saat ini. Hanya beberapa orang yang sedang menikmati minuman dan dessert sore hari mereka. Karena letaknya dekat kampus, pelanggannya kebanyakan adalah mahasiswa yang tengah istirahat dan mengerjakan tugas.


Irene membawa nampan yang berisi pesanan Yohan yang random tadi.


"Silahkan pesanan anda.. Bapak!!" ucap Irene setelah meletakkan bawaannya dimeja Yohan.


"Apa ini?" Yohan terheran-heran dengan yang dilihatnya.


"Pesanan anda bapak.. ini ice.." kata Irene menunjuk segelas es batu, "Dan ini americano panasnya," tunjuknya pada segelas americano panas.


Yohan tak kuasa menahan tawanya. Padahal dia hanya iseng saja pada Irene. Tak disangka Irene tak kalah cerdik juga. Irene membuat segelas americano panas dan segelas es batu secara terpisah.

__ADS_1


"Aku akan menunggu sampai jam selesai kerjamu," kata Yohan, "Bantu aku memilih hadiah untuk Yonna".


"Aah.. Oke.. Tapi masih sejam lagi aku selesai.. Dan lihat! Kedatanganmu menarik perhatian semua orang di cafe ini," ucap Irene sambil menunjuk kearah semua orang yang memperhatikan mereka.


Yohan mengerti yang terjadi. Siapa yang tak mengenal dirinya. Yohan pun berdiri dan berbicara lantang.


"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.. Untuk menebusnya saya akan membayar pesanan semua yang ada disini!".


"What the ****!" ucap Irene lirih.


Semua orang bersorak dan berterima kasih pada Yohan.


Irene meninggalkan Yohan dan kembali ke pekerjaannya.


"Dasar orang kaya suka buang-buang duit! Ngapain coba cari perhatian kesemua orang kayak gitu.. Udah tebar pesona.. Tebar duit juga..," gerutu Irene.


"Semua orang senang.. Bos pun juga senang!! Hahahaha.." Kevin tampak kegirangan.


*


*


*


Irene dan Yohan keluar dari cafe menuju mobil Yohan diparkiran selesai jam kerja Irene.


Diseberang jalan, Jerry didalam mobilnya mengawasi mereka.

__ADS_1


"Sudah kuduga mereka menjalin hubungan.. Hah.. Irene.. Kamu bener-bener sesuatu ya.." gumam Jerry yang kemudian melajukan mobilnya.


__ADS_2