Contract Dating (Pacaran Kontrak)

Contract Dating (Pacaran Kontrak)
48. ANGRY DAD


__ADS_3

Yohan sebenarnya sangat gelisah dan cemas. Tapi dia mencoba menguatkan hatinya. Pikirannya harus tetap berfikir rasional.


Mobil berhenti dikawasan tempat parkir yang sedikit usang. Disebelah tempat parkir itu ada tempat penampungan mobil-mobil bekas dan rosok.


Hari sudah gelap dan kawasan tersebut juga minim penerangan.


Mereka keluar dari mobil dan berpencar mencari mobil yang menculik Irene. Sedang Yohan dan ayah Yanto menuju ke tempat pemilik kawasan tersebut.


BRAAKK..


Ayah Yanto membuka pintu dengan kakinya. Yohan sedikit kaget dengan tindakan calon mertuanya itu.


"Siapa kalian? Datang-datang tidak sopan.." pemilik tempat itu berteriak tidak terima dengan tindakan bar-bar Yamato.


Ayah Yanto mencekik leher laki-laki paruh baya dengan codet dipipinya.


"Hah.. Aku ingat kau.. Kau agen penyelundupan ilegal.. Kau masih hidup sampai sekarang.. Pragos!!" ucap ayah Yanto geram.


"Kkkhh.. Ya.. Yamato.. Kau rupanya!" laki-laki yang dipanggil ayah Yanto dengan nama Pragos itu meronta mencoba melepaskan dari cekikan tangan ayah Yanto.


"Ayah kenal dia?" tanya Yohan keheranan.


"Ya.. Dulu dia pernah terlibat dalam kasus penyelundupan salah satu rekanku," jawab ayah Yanto mengingat kejadian tempo dulu.


"Jangan-jangan Jerry bermaksud kabur ke luar negri dengan cara ilegal," Yohan menebak apa yang direncanakan oleh Jerry setelah tahu siapa itu Pragos.


"Dengan statusnya yang sudah menjadi buron, gak heran dia merencanakan untuk kabur.. Tapi dia mau membawa Irene!!" ayah Yanto makin menguatkan cekikannya, "JAWAB!! KEMANA JERRY MAU KABUR??!!"


"Le.. Lepaskan dulu ini kkhh Yamato kkhh," Pragos sudah kesakitan dan matanya sudah hampir juling.


Ayah Yanto melepaskan cekikannya dan melemparkan tubuh Pragos.


Pragos tersungkur ketanah dan terbatuk-batuk.


"Ke negara mana tujuan Jerry? CEPAT JAWAB!!" teriak ayah Yanto sambil menekan tubuh Pragos dengan kakinya.


"Fi.. Filipina.." jawab Pragos setengah ketakutan.

__ADS_1


Ayah Yanto tak berhentinya mengumpat.


Yohan menerka-nerka kalau Jerry membuat identitas palsu melalui Pragos. Dan Pragos juga membuka jalan untuk kabur ke Filipina.


"Tapi kenapa Jerry harus menculik Irene?" batin Yohan masih bertanya-tanya dengan jalan pikiran si psikopat Jerry.


"Apa kamu juga membuat identitas seorang perempuan juga?" tanya Yohan memastikan.


"Iya.. Saya membuat dua identitas untuk Jerry dan seorang perempuan bernama Irene," jawab Pragos.


Yohan menahan emosinya. Berbeda dengan Yohan, ayah Yanto semakin menekan tubuh Pragos dengan kekuatan kakinya.


"Kapan dan dimana kapalnya berangkat? CEPAT JAWAB!!" teriak ayah Yanto penuh emosi.


"Besok jam 3 dini hari," Pragos menjawab sambil menahan kesakitan.


Yohan melihat jam tangannya. Sudah pukul 9 malam lebih.


"Kita harus menemukan Irene secepatnya yah.." ajak Yohan untuk bergegas pergi.


Ayah Yanto mengerti dan segera pergi meninggalkan Pragos yang masih tersungkur ditanah.


"Kami sudah menemukan mobilnya. Dan benar orang yang menculik Irene mengoper mobilnya dengan milik Jerry. Koji juga sudah melacak lokasi mobilnya.."


"Tanjung priok," belum selesai Farhan menjelaskan ayah Yanto memotong perkataannya.


"Iya benar.. Kita segera kesana.. Ayo cepat!" Farhan dan yang lain setengah berlari ke mobil mereka.


Dengan satu hentakan kaki kanannya, Farhan tancap gas menuju pelabuhan tanjung priok yang diperkirakan lokasi Irene dan Jerry saat ini.


***


"Sayang.. Kamu mau makan sandwich?" Jerry menyodorkan sandwich ke mulut Irene.


Tapi Irene menutup rapat mulutnya dan mengalihkan wajahnya.


"Jangan menolak.. Kamu harus makan karena kita akan menempuh perjalanan panjang sebentar lagi," Jerry memaksa memasukkan sandwich ke mulut Irene.

__ADS_1


Irene tersedak dan terbatuk-batuk.


"Ckckck.. Mau minum? Bagaimana dengan ciuman?" Jerry tersenyum smirk.


Irene kembali teringat kejadian 6 tahun lalu dibangsal vip. Kepalanya berputar dan matanya berkunang-kunang.


"Bos.. Kapalnya sudah siap.." ucap salah satu anak buah Jerry.


"Oke.. Kita berangkat sekarang," Jerry tersenyum smirk memandang Irene yang wajahnya tertunduk.


Jerry melepaskan ikatan Irene dan menyuruhnya berjalan disampingnya. Akan tetapi kaki Irene lemas tak berdaya dan akhirnya jatuh.


"Ck.. Kita bisa terlambat sayang," Jerry menggendong Irene.


Suara ombak dan Bau amis air laut menusuk hidung Irene. Sekarang Irene sangat yakin kalau Jerry menculiknya untuk membawanya pergi kabur bersamanya.


"Yohan.. Apa dia tau kalau aku menghilang? Apa dia akan mencariku? Bagaimana ini??" batin Irene menangis.


Jerry dan Irene yang berada digendongannya sudah berada dikapal nelayan. Ada 5 orang anak buah Jerry dan satu nahkoda kapal.


"Kita akan berpindah dikapal yang lebih besar yang sudah menunggu kita menuju kalimantan," salah satu anak buah Jerry menjelaskan.


Jerry mengangguk mengerti.


"Ucapkan selamat tinggal Irene sayang. Kita akan pergi untuk selamanya dari tempat ini.. Hahahahahaha.." ucap Jerry didekat telinga Irene.


Irene meronta untuk turun dan setengah melompat dari gendongan Jerry. Ia setengah berlari menuju pinggiran kapal. Tapi sayangnya kapal sudah berlayar.


"TOLONG.. TOLONG.. TO.." mulut Irene dibekap oleh tangan besar Jerry.


"Ssttt.. Jangan berisik dan melawan seperti dulu.. Jadilah Irene yang tenang seperti saat kita masih sa..ngat dekat dulu.." Jerry memeluk Irene dari belakang dan menyenderkan dagunya kebahu Irene.


Irene hanya bisa meneteskan air mata.


"Apa ini sudah berakhir? Yohan.. Ayah.. Mama.. Shasha.. Kevin.. Apakah kita tak bisa bertemu lagi?" air mata Irene mengalir deras dari matanya. Irene hanya bisa memejamkan mata dan berdoa.


Perlahan Irene membuka mata dan fokus pada siluet cahaya yang perlahan mendekat.

__ADS_1


Tak hanya satu, ada dua, lalu bertambah tiga sampai akhirnya empat.


"IRENEEEEE..." teriak suara yang sangat familier bagi Irene.


__ADS_2