
"Jadi pak bos gak nonton konser cewek yang ditemuinya pas di Bali itu?" tanya Shasha setelah mendengarkan curahan Irene.
Saat ini Shasha menginap di kontrakan Irene dan tengah menikmati es krim yang dibeli Irene tadi.
"Hooh.. Liat ini Sha.. Namanya Sarah anak musisi terkenal dan punya bakat bermain piano kan," Irene menunjukkan ponselnya yang menampilkan biodata Sarah di internet.
"Yohan jadi aneh banget tau gak Sha.."
"Aneh gimana maksud loe?" Shasha penasaran.
"Ya aneh.. Dia kan si gunung es tapi sikapnya berubah akhir-akhir ini. Lebih hangat dan sering senyum sekarang," Irene menjelaskan.
"Ckckckckck.. Gunung es juga bisa mencair kale Ren.. Kamu gak tau efek global warming.."
"Gue kasih tau ya buat loe si jomblo akut.. Yohan udah kesemsem sama loe tau.. Jadi lupain aja contract dating loe dan mulailah menyambut era cinta yang baru Irene dan Yohan.." Shasha menggoda Irene.
Wajah Irene memerah dan gelagapan.
"Ke..kesemsem apaan.. Ngadi-ngadi loe.. Enggak lah.." jawab Irene menampik candaan Shasha.
"Yakiiinn??" Shasha semakin menggodanya, "Loe gak suka sama Yohan.. Ngaku loe??!!"
"Aku gak suka sama Yohan.. Aku sukanya kan sama Min Yonggi oppa.." ucap Irene sambil memeluk bantal dengan wajah idolanya itu.
Keduanya tertawa dan berganti membahas bias mereka masing-masing.
Kemudian Shasha memberanikan diri bertanya.
__ADS_1
"Kamu yakin udah gak mau konsultasi lagi Ren?" wajah Shasha berubah serius.
"Ya? Enggak Sha.. Aku udah sembuh.. Tenang aja.. Buktinya aku sekarang udah biasa aja kalo deket-deket cowok kan," jawab Irene percaya diri.
"Tapi waktu ketemu Jerry kemarin kamu masih syok Ren.. Dan perasaan gue gak enak.." kata Shasha sedikit cemas.
"Gue bisa atasin gejala gue Sha.. Loe tenang aja ya," Irene meyakinkan Shasha.
Shasha memeluk Irene. Shasha benar-benar menyayangi Irene sudah seperti saudaranya sendiri.
Saat Irene mengalami depresi, Shasha sampai rela cuti kuliah demi menemani sahabatnya itu. Sekarang dia gak akan biarin Irene kalut dan traumanya kembali lagi.
***
Keesokkan paginya Irene kembali ke rutinitas pekerjaannya di cafe.
Pelanggan yang datang silih berganti membuat suasana cafe sedikit sibuk.
"Selamat datang di milineal ca..fe.." sambutan Irene terhenti ketika mengetahui kalau pelanggannya adalah Jerry.
Jerry tersenyum dan menyapu pandangannya keseluruh cafe.
"Irene.. Apa kabar? Aku belum benar-benar menyapamu kemaren saat acara lamarannya Shasha. Jadi aku bertanya tentang kamu pada yang lain dan akhirnya kita bertemu sekarang," ucap Jerry dengan penjelasan berputarnya.
"A.. Ada yang bisa saya bantu? Ma.. Mau pesan apa ya?" Irene berbicara tergagap. Tangannya sedikit gemetar mencengkram apronnya. Dia berusaha menahan dirinya sebisa mungkin.
"Bolehkah aku meminta waktumu sebentar Irene? Hanya sebentar kok.." pinta Jerry sedikit memelas.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Kevin akhirnya muncul.
"Ah.. Kevin.. Kamu inget aku kan seniornya Shasha dan Irene.. Aku ingin berbicara sebentar dengan Irene," ucap Jerry dengan sopan.
"Bicara? Hah.. Denger ya gak ada yang perlu dibicarain.. Sekarang loe keluar dari cafe gue," Kevin mencengkram kerah Jerry dan mendorongnya hingga jatuh.
Semua pelanggan serta pegawai paruh waktu cafe menahan teriakan.
"Kevin.. Coba dinginkan kepalamu.. Lihatlah pelangganmu semua melihat kita. Apa kamu mau image cafe mu buruk," Jerry tersenyum smirk.
Kevin mencengkram kerah Jerry kembali dan berbicara didekat telinganya.
"Gue gak peduli.. Gue menyesal gak menghajar loe dari dulu saat loe melecehkan Irene,"
Kevin sudah bersiap melayangkan tinjunya tapi tangannya dicegah oleh seseorang.
"Jangan main hakim sendiri.." ucap Farhan yang ternyata orang yang menahan tinju Kevin.
"Lepasin! Gue baru puas setelah menghajar dia," emosi Kevin masih memanas.
"Disini banyak saksi mata tuan Kevin.. Sebaiknya anda mengurungkan niat anda itu. Bisa-bisa anda dilaporkan ke polisi," Farhan mencoba meredam amarah Kevin.
"Cih.." Kevin tak berhentinya mengumpat.
Farhan mengarahkan Jerry untuk meninggalkan cafe. Dan keadaan cafe kembali kondusif.
"Dimana Irene Vin?" tanya Yohan yang sedari tadi mencari Irene tapi tak ketemu.
__ADS_1
Kevin teringat kawannya itu. Lea memberi tahu mereka kalau Irene keluar dari pintu belakang cafe.
Kevin dan Yohan dibuat terkejut dengan keadaan Irene.